Persembahan Untuk Ibu


Tulisan ini akang persembahkan sebagai hadiah untuk Hari Ibu yang biasa diperingati setiap tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Dari awal kemunculannya blog ini akang buat sebagai catatan perjalanan mengarungi hidup bersama Gilang yang menyandang Cerebral Palsy. Sebuah perjalanan yang tidak bisa dikatakan biasa oleh kebanyakan orang. Perjalanan yang sangat menuntut kesabaran, kekuatan hati, kebersamaan dan materi yang tidak sedikit. Melalui blog ini banyak sahabat yang memberi dorongan semangat, mengapresiasi apa yang akang lakukan bahkan memberi pujian kepada akang atas apa yang telah dilakukan bersama Gilang.

Entah disadari atau tidak, banyak dari sahabat yang sepertinya “terlewat” untuk memberikan apresiasi yang sama terhadap tokoh lain yang tidak bisa dilewatkan yaitu istri akang. Namun akang memaklumi hal ini terjadi karena memang didalam blog ini tidak ada satu pun tulisan yang menceritakan apa yang dilakukannya selama bersama Gilang. Hal ini memang sengaja akang lakukan agar jika suatu saat dia mempunyai sebuah blog masih banyak ruang kosong yang tersedia untuk menceritakan apa yang telah dialaminya bersama Gilang.

Sebagai seorang ibu apa yang dilakukannya sama dengan semua ibu di dunia ini yang menyayangi anaknya. Perbedaannya adalah seorang ibu dari seorang anak Cerebral Palsy pasti dituntut mempunyai kesabaran dan ketabahan yang lebih dalam menghadapi keadaan anaknya. Bisa dibayangkan Gilang yang berusia lebih dari 5 tahun namun dalam hal tumbuh kembangnya seperti bayi berusia 10 bulan. Setiap malam selama tidur masih minta susu 3-4 kali sehingga sejumlah itu pula istri akang bangun setiap malam. Begitu juga dengan buang air kecil, karena tidak setiap saat Gilang memakai diapers sehingga setiap kali buang air kecil harus mengganti celana dan alas tidurnya. Begitulah sebagian kecil perjuangan yang biasa dilakukan oleh seorang ibu dari penyandang cerebral palsy. Mungkin terdengar seperti pekerjaan biasa bagi seorang ibu tetapi dalam keadaan normal kebiasaan itu akan berhenti saat anak menginjak usia sekitar 2 atau 3 tahun.
Jika setiap malam selama 5 tahun istri akang hampir tidak pernah tidur penuh semalaman maka yang terjadi pada akang berbeda. Seringkali walaupun Gilang menangis, akang tetap tertidur pulas bahkan saat bangun pagi masih sempat bilang kepada istri:
” semalam Gilang tidurnya pulas ya???? “
Pertanyaan yang langsung dijawab :
“Ayah aja yang tidurnya kayak kebo, Gilang nangis keras juga nggak bangun-bangun!!!”
Akang juga bingung apakah yang seperti ini cuma akang atau ada bapak lain yang sama seperti akang.

Sungguh benar kalau sayang dan cinta kita kepada ibu sampai tiga kali lipat daripada kepada ayah karena seperti yang akang rasakan ternyata perjuangan yang istri akang alami jauh lebih berat daripada yang telah akang lakukan. Karena itu berbahagialah seorang wanita yang bisa membalas kebaikan ibunya dengan cara memberi kasih sayang kepada anak-anaknya. Sementara yang bisa dilakukan laki-laki hanya berusaha memilih calon ibu yang terbaik untuk anak-anaknya.

About these ads

Tentang abi_gilang

The ordinary people
Tulisan ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Persembahan Untuk Ibu

  1. yisha berkata:

    moga kau sekeluarga tetap kuat kang…

  2. nandobase berkata:

    What would men do without women.
    Selamat Hari Ibu, Kang…..

  3. yourha berkata:

    semoga istri akang selalu dilindungi oleh ALLAH SWT dan diberi kesehatan..
    amiiin

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s