Menulis Adalah Budaya Islam


Islam diturunkan kepada seorang bangsa arab yaitu Nabi Muhammad SAW , bangsa Arab pada waktu itu adalah bangsa yang dianugerahi Alloh SWT dengan kekuatan hapalan, mereka dengan mudah bisa mengingat suaru kisah atau cerita sepanjang sepuluh atau dua puluh bait hanya dengan sekali atau dua kali mendengar. Orang yang bisa menuturkan suatu kisah kepahlawanan atau kisah peperangan sangat dihargai dikalangan mereka, para penyair akan mendapatkan kedudukan tinggi dilingkungan para raja. Budaya bertutur sangat kental dalam kehidupan sehari-hari, sudah bukan hal yang aneh jika seseorang akan dengan mudah menyebutkan nasab(jalur keturunan) sampai sepuluh generasi pendahulunya, sungguh suatu hal yang sangat jarang ditemui pada bangsa lainnya.

Nabi sendiri sejak bayi dititipkan oleh ibundanya disebuah perkampungan arab yang sangat jauh dari mekah, hal ini dilakukan bukan semata-mata karena urusan menyusukan anaknya tetapi lebih jauh dari itu, meninggalkan seorang anak di perkampungan arab saat itu bertujuan agar seorang anak bisa bertutur dengan bahasa yang dianggap bernilai tinggi, semakin terpencil sebuah perkampungan maka tingkat bahasanya lebih tinggi daripada bahasa masyarakat kota. Bahkan dalam suatu riwayat Nabi pernah berkata “..saya orang yang paling fasih bahasa arab..”, dalam hal ini bukan semata-mata fasih dalam arti melafalkan suatu hurup saja tetapi fasih dalam makna berbahasa yang lebih luas.

Al Qur,an yang menjadi sumber hukum Islam diturunkan kepada Nabi yang “ummi” yaitu seseorang yang tidak bisa baca dan tulis, begitu pun sahabat-sahabat Nabi kebanyakan tidak bisa baca dan tulis karena memang saat itu orang dengan kemampuan baca tulis sangat jarang ditemui. Penyebaran al qur,an lewat hapalan-hapalan yang memang sudah jadi kebiasaan bangsa Arab, kalaupun ada orang yang mencatat hal itu hanya dilakukan oleh sebagian kecil saja. Pada awal masa kebangkitan Islam, budaya bertutur  bangsa Arab perlahan dirubah menjadi budaya menulis, tentu saja hal ini dipelopori oleh Nabi sendiri, walaupun tidak bisa baca dan tulis Nabi pernah memberikan tawaran kepada tawanan perang musuh untuk mengajarkan baca tulis kepada umat muslim jika ingin dibebaskan, padahal jika meminta tebusan harta tentu jumlah harta yang akan didapatkan begitu banyak jumlahnya.

Jaman keemasan Islam ditandai dengan banyak muncul ulama-ulama dengan ribuan karya dalam bentuk tulisan, hampir semua muslim mengetahui sosok Imam Bukhori dan Imam Muslim dari karya mereka berupa kitab hadits yang jumlahnya ribuan. Imam Syafi,I dengan Al Umm, Imam Malik dengan Al Muwaththo, Imam Nawawi dengan Riyadhus Sholihin dan banyak lagi ulama besar lainnya. Begitulah Islam merubah sebuah kebudayaan bertutur menjadi kebudayaan membaca dan menulis hingga mempengaruhi perkembangan dunia secara keseluruhan.

Saat ini terutama di negeri kita, tidak banyak ulama yang mempu mengikuti jejak imam-imam besar tersebut, sehingga seorang ulama akan cepat hilang dari ingatan umatnya setelah meninggal dunia, tidak banyak karya tulis yang ditinggalkan oleh ulama-ulama kita sebagai warisan untuk generasi selanjutnya. Karena itu umat sekarang akan lebih senang mengikuti ulama yang pandai bertutur dengan gesture dan gimik yang khas apalagi yang di blow-up oleh media televisi. Umat seolah kehilangan warisan luhur dari Nabi lewat ulama-ulama yang mampu membuat karya tulis bernilai tinggi.

Semoga renungan ini  bisa membangkitkan kita dari keterlenaan, marilah kita mulai menulis terutama untuk secara perlahan mengembalikan kembali kejayaan Islam dengan tulisan-tulisan yang mampu merubah dunia menuju lebih baik.

(Kesimpulan dari materi pelatihan jurnalistik yang disampaikan oleh Ust. Ahmad Sarwat, Lc (pengasuh warnaislam.com). Diadakan oleh FORSIMPTA)

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di islam dan tag , , , , . Tandai permalink.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s