Belajar Hidup Bersama Gilang

Setelah semalaman bekerja (maklum shift malam..) akang langsung meluncur kearah bogor tepatnya di RSIA Hermina Bogor yang berjarak sekitar 50 km. Hari ini jadwal terapi Gilang dimulai jam 09.00 sampai 09.45, Gilang berangkat dari rumah neneknya diantar oleh pengasuh kami karena istri akang dalam masa “injury time” menunggu kelahiran anak kedua kami.  Mulai berangkat jam 07.45 akang pun mengendarai motor dengan rasa kantuk yang berat, sepertiga perjalanan rasa kantuk pun sudah tidak bisa ditahan, akhirnya akang putuskan beristirahat demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Akangcoba menghubungi ponsel pengasuh untuk memberi kabar bahwa mungkin akang terlambat menjemput, tetapi ternyata nomornya tidak aktif.

Jam 09.30 akang sampai di RSIA Hermina Bogor, sambil menuju tempat terapi yang berada di lantai 4 akang membayangkan Gilang sedang sesi latihan duduk-berdiri (biasanya seperti itu) sambil mendengarkan musik yang diperdengarkan oleh terapisnya. Saat sampai diruangan ternyata Gilang terlihat dikerumuni para terapis karena sedang diberi obat panas oleh pengasuhnya. Ya hari ini Gilang tidak bisa terapi karena suhu badannya tinggi, mungkin karena kondisi badannya sedang tidak baik dan cuaca dijalan selama naik angkot yang menyebabkan sesampainya ditempat terapi Gilang malah panas, berbeda saat pergi dari rumah pagi tadi kondisinya baik-baik saja.

Itulah pelajaran hidup dari Gilang hari ini, seringkali usaha yang telah dilakukan susah payah untuk “mengobati” Gilang  berakhir dengan hasil nihil. Pelajaran seperti ini bukanlah pelajaran pertama dari Gilang selama ini, telah puluhan kali akang berusaha mempersiapkan segala cara agar terapi yang dilakukan bisa berjalan lancar tetapi bisa gagal saat Gilang hanya menangis (tepatnya mengamuk) selama 40 menit dari 45 menit sesi terapi yang dijadwalkan. Berkali pula perjalanan 23 km dari rumah berakhir dengan acara membersihkan matras di tempat terapi karena Gilang muntah saat terapi. Pelajaran lain dari Gilang adalah saat kita benar-benar harus merasa jadi manusia, hal ini terjadi jika dalam perjalanan menuju/pulang terapi terjadi hujan akang pun harus  mencari tempat berteduh.  Do’a  terpanjat dari mulut akang memohon hujan segera berhenti walaupun seringkali yang terucap adalah sumpah serapah dan makian sementara Gilang digendongan ibunya seakan tak mengerti apa yang terjadi. Entah pelajaran seperti apalagi yang harus akang pelajari bersama Gilang dimasa mendatang???????

 

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Belajar Hidup Bersama Gilang

  1. indahnyabersabar berkata:

    kesabaran sgtlah diperlukan dlm menjalani hdp dgn anak kasus CP…..spt yg sdh saya lalui dgn buah hatiku…kami sdh mengusahakan pengobatan kemana-mana sambil berdoa..akhir Allah memberikan tmpat yg layak utk berlatih, bersosialisasi dsb….hampir setahun anak kami di yayasan tersebut alhamdulillah sampai saat ini mengalami perkembangan yg cukup memuaskan krn setiap hari difisioterapi dan mendapat bimbingan dari ahli fisio dari luar negeri…dan yg membuat kami bersyukur anak kami dan teman-temannya mendapat bantuan langsung berupa alat terapi secara gratis dari LSM luar negeri dan dalam negeri…spt anak kami mendapat sepatu khusus terapi berdiri dari swedia dan jg mendapat sepatu AFO alhamdulillah semua diberikan scr cuma-cuma……bapak atau ibu seringlah berkunjung k yayasan anak cacat utk membuka hati kita bahwa gilang tidak sndiri banyak teman2nya yg spt dia bahkan lebih parah dan mmbuat hati kita jg lbh bersyukur dan menerima ketetapan dari Allah, dan yg lbh penting membuat rasa sayang kita kpd anak kita bertambah….salam

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s