al Khawarizmi Ahli Matematika Muslim


Mari kita berandai-andai tentang tiadanya angka “NOL” di muka bumi ini pasti tidak ada komputer yang bisa kita gunakan untuk hitung menghitung karena semua komputer munggunakan bilangan biner yang terdiri dari angka 0(nol) dan 1(satu). Pastinya kita tak akan mengenal bilangan negatif karena konsep bilangan negatif pasti ada karena kita mengenal bilangan nol, memang sebelum ada bilangan nol telah ada bilangan romawi yang terdiri dari hurup-hurup tertentu namun saya tidak bisa membayangkan jika kita dihadapkan pada soal hitungan XXV-XIV-XI=?????. Bilangan nol juga memungkinkan kita mengenal hitungan desimal dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa menghitung 10 / 20 = 0.5 tanpa perlu menulis I/II atau X/XX(romawi).
Setelah membayangkan sedikit kehidupan kita tanpa angka nol adakah timbul pertanyaan di benak kita siapakah orang yang telah berjasa “menemukan” angka ini? ( akang memakai tanda kutip karena sedikit bingung mencari kata lain karena hakikatnya angka nol adalah tiada/nihil, sehingga sedikit janggal juga menggunakan kata ini saat akan diterjemahkan menjadi “menemukan yang tiada” nah…???). Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah orang yang berjasa menemukan angka nol ini sehingga kita bisa menghitung dengan angka tanpa batasan. Lahir di Khawarizmi (khiva) di selatan Amu Darya pada tahun 780, leluhurnya bermigrasi dan menetap di Qutrubuli, sebuah distrik di bagian barat Baghdad, Irak. Diperkirakan ia wafat pada tahun 847. Karya gemilang al Khawarizmi dalam bidang matematika dihasilkan dalam kitab berjudul Hisab al-Jabar wal Muqabla dan Kitabul Jama-wat-Tafriq. Kedua kitab tersebut berisi banyak uraian tentang persamaan linear dan kuadrat; kalkulasi integrasi dan persamaan dengan 800 contoh yang berbeda; tanda-tanda negatif yang belum pernah dikenal bangsa Arab disertai penjelasan dan enam contohnya. Khusus dalam Kitabul Jama-wat-Tafriq yang diterjemahkan dalam bahasa latin Frattati d’Arithmetica, al Khawarizmi menerangkan dalam praktek sehari-hari seluk-beluk kegunaan angka-angka, termasuk angka nol. Buku karangannya kemudian menjadi rujukan utama hingga abad ke-16 di universitas-universitas di Eropa.
Sebagai matematika, al-Khawarizmi juga dikenal pula sebagai seorang astronom. Sebuah tim astronom yang dipimpinnya berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Riset ini dilakukan di Sanjar dan Palmyra dan menentuka ukuran panjang derajat meridian bumi adalah 56.75 Mil Arab. Menurut CA Nallino ukuran ini hanya selisih 2877 kaki dari ukuran garis tengah bumi yang sebenarnya. Dengan demikian garis tengah bumi dibuat menjadi 6500 mil dan kelilingnya 20400 mil. Sebuah perhitungan luar biasa yang bisa dilakukan pada saat itu. Pantas saja al-Khawarizmi karena kepintaran dan kecerdasannya bisa masuk kedalam lingkungan Darul Hukama (rumah kebijaksanaan) yaitu sebuah lembaga riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang didirikan Ma’mun ar-Rasyid seorang khalifah Abbasiah yang terkenal. Begitulah kebesaran seorang ilmuwan muslim yang berjasa besar bagi kehidupan umat manusia begitu dihargai di dunia barat sedangkan kebanyakan kaum muslimin sekarang banyak yang melupakannya.

About these ads

Tentang abi_gilang

The ordinary people
Tulisan ini dipublikasikan di islam dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke al Khawarizmi Ahli Matematika Muslim

  1. Ping-balik: Orang pertama yang menggunakan istilah dalam Trigonometri | Yayan Hidayat Blog

  2. Ping-balik: Al Battani : Penemu Berbagai Teori Matematika | Belajar Kehidupan

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s