Gilar Di Bulan Pertama


Setelah lahir dengan selamat akang menganggap bahwa Gilar sudah bisa pulang ke rumah pada hari ke-3 sesuai dengan kebiasaan. Namun ternyata pada saat akan pulang nilai bilirubin total Gilar mencapai angka 15.9 mg/dL hal ini ditandai dengan kulit yang tampak berwarna kuning terutama di kelopak mata dan wajah sehingga dokter Margaretha SpA tidak mengijinkannya pulang. Gilar pun kemudian di rawat selama tiga hari lagi hingga keadaannya lebih baik. Pada hari ke-7 dengan sedikit memaksa akang membawa Gilar pulang ke rumah karena akan diadakan syukuran aqiqah. Akang merasa tidak afdol kalau melaksanakan aqiqah tetapi bayinya sendiri berada di rumah sakit.
Keluarga di rumah menyambut dengan gembira kepulangan Gilar dan acara aqiqah berjalan sesuai dengan harapan akang. Keluarga dari Sumedang datang pada hari berikutnya juga dengan perasaan penuh kegembiraan melihat Gilar dalam keadaan sehat, masih terbayang kenangan 5 tahun lalu saat Gilang (kakak Gilar) lahir yang masih menyisakan kesedihan yang sulit dilupakan.
Melihat masih tampak sisa-sisa kekuningan pada muka Gilar dengan telaten istri akang menjemur Gilar dibawah sinar matahari setiap pagi hari. Hanya saja ada satu ganjalan yang terasa mengganggu keadaan Gilar yaitu ASI yang keluar sangat sedikit walaupun istri akang telah berusaha banyak makan sayuran seperti sayur katuk dan yang lainnya. Memang pada awalnya kami akan berusaha semampunya untuk memberikan ASI ekslusif tetapi karena kekhawatiran Gilar kekurangan minum akhirnya dengan berat hati kami memutuskan untuk memberikan susu formula kepada Gilar. Pemberian susu formula tidak diberikan menggunakan dot tetapi menggunakan sendok dengan tujuan Gilar tetap mau minum ASI ibunya, karena kalau menggunakan dot ditakutkan Gilar mengalami “bingung puting” yang bisa berakibat ASI malah tidak keluar samasekali.
Pada minggu ke-3 kembali kontrol ke dokter Margaretha dan berat badan Gilar bertambah sesuai harapan. Dokter menyarankan agar Gilar diperiksa telinga dengan alat OAE secepatnya. Pemeriksaan telinga akhirnya dilakukan di RSIA Hermina dan sampai saat tulisan ini dibuat kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut dengan harapan semuanya akan baik-baik saja amiiiin

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s