Baling-baling Bambu (Mainanku)

Cerita gowes sepeda lipat kali ini dimulai saat akang menginap dirumah mertua, sudah lama memang maksud hati ingin menjelajah daerah sekitar ciseeng dengan seliakang. Walaupun belum pasti jalur yang hendak dituju seli dipacu dengan kecepatan cukup tinggi dengan harapan badan akang cepat berkeringat karena memang pagi itu cuaca cukup dingin. Seperti biasa jalur yang dilalui akang bukan jalan raya yang banyak dilewati kendaraan bermotor, entahlah mengapa demikian mungkin karena jika melewati jalan yang ramai akang merasa tidak terlalu menikmati keadaan sekitar yang dilewati. Benar saja belum satu jam akang gowes tiba-tiba mata akang tertuju kepada suatu benda diatas pohon yang begitu menarik perhatian. Sebuah baling-baling bambu (bahasa sunda: kolecer)yang berukuran sekitar dua meter tegak terikat dibatang pohon yang cukup tinggi langsung mengingatkan akang pada kenangan permainan waktu kecil dulu. Walaupun saat itu angin tidak berhembus kencang tetapi akang sangat tahu pasti bunyi yang ditimbulkan seandainya ada tiupan yang angin yang cukup kencang memutarkan baling-baling itu.
Sebagai seorang yang lahir di kampung, bagi akang membuat baling-baling adalah permainan sehari-hari yang sungguh mengasyikkan. Baling-baling biasanya terdiri dari tiga bagian utama yaitu bilah baling2, tiang (bahasa sunda:tatangger) dan ekor (bahasa sunda:buntut) sebagai pengatur menyesuaikan arah angin. Akang sendiri mampu membuat berbagai macam baling-baling dari yang hanya terbuat dari daun kelapa sampai yang berukuran satu meter dan terbuat dari bambu atau kayu. Semakin besar ukuran baling-baling yang dibuat maka akan semakin sulit membuatnya karena diperlukan ketelitian dalam memasang lubang sumbu agar baling-baling yang kita buat seimbang dan berputar dengan baik. Sedangkan untuk membuat baling-baling dari daun kelapa biasanya akang cukup menggunakan lubang sumbu yang terbuat dari bulu ayam. Terkadang jika tidak menemukan bulu ayam yang sudah lepas maka akang menangkap seekor ayam yang cukup besar untuk dicabut bulunya, pada bagian pangkalnya terdapat suatu bagian bulu yang jika dipotong akan menjadi seperti sedotan minuman dan bagian itulah yang kemudian ditusukkan pada suatu titik yang dianggap seimbang pada daun kelapa yang telah kita bentuk menjadi baling-baling. Baling-baling kecil biasanya hanya memakai pegangan sepanjang satu jengkal tanpa tiang .Jika sudah punya keterampilan membuat baling-baling yang cukup biasanya anak-anak di kampung berlomba membuat baling-baling yang lebih besar kemudian dipasang dipohon. Mereka akan berlomba-lomba memasang dipohon tertinggi agar tiupan anginnya lebih kencang. Tempat yang paling disukai untuk memasang baling-baling ini adalah disekitar sekolah, dengan alasannya adalah agar bisa didengar jika sedang belajar didalam kelas.
Saat ada tiupan angin kencang maka suara baling-baling akan semakin kencang dan tiangnya nampak melengking kebelakang sampai pada suatu titik tiang itu kembali menghentak kearah depan sehingga menimbulkan suara yang menderu. Kiwiiik….wiiiik….wiik…..brrrruuuggggh suara terdengar diluar sekolah sang pemilik baling-baling pun gembira dan hatinya melecut seiring lecutan baling-balingnya diatas pohon. Aaaah…sungguh permainan masa kecil yang indah untuk dikenang.

Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Goseli dan tag , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Baling-baling Bambu (Mainanku)

  1. baling2 bambu di atas pohon😀

  2. diketik berkata:

    Kunjungan rutin ke blog ini… hehehe🙂
    Saya Abed Saragih mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha

    ditunggu kunjungan dan komentar baliknya🙂
    salam persahabatan🙂

  3. Ping balik: SURAU INYIAK » Blog Archive » sudah tutup

  4. vizon berkata:

    Terima kasih atas kiriman artikelnya, Abi Gilang..🙂
    Saya sudah catat sebagai peserta dalam MAINAN BOCAH CONTEST

  5. bensdoing berkata:

    ane tinggalnya disitu bang……ciseeng-parung
    emang disna banyak “kincir angin” nya…..!
    daerah Ciseeng msh bagus udaranya klo pg hari buat bersepeda……ane biasanya ngambil arah ciseeng-rumpim via perkebunan karet……(jalanannya bgus….kyk d puncak)…..
    gan…..boleh kt bertukar linknya…….!

  6. abi_gilang berkata:

    Terima kasih kunjungannya…langsung meluncur ke TKP..!

  7. irfan handi berkata:

    Kunjungan perdana, nitip jejak disini http://kumpulanfilegratis.wordpress.com/
    Salam persahabatan.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s