Gowes Demi Hidup


Catatan gowes kali ini terinspirasi saat…saat…ya saat gowes. Disaat menyusuri jalan yang masih sepi di pagi hari dan udara pun belum terkontaminasi gas Karbondioksida yang disemburkan knalpot2 kendaraan, otak akang yang biasanya mampet sedikit menggeliat membangunkan ide-ide yang hampir seminggu mengendap ditelan kesibukan kerja. Kali ini jarak pandang bisa mencapai puluhan bahkan ribuan meter ke depan jika sedang berada sedikit di ketinggian. Pandangan mata seakan ingin berlari sejauh-jauhnya setelah seminggu terpenjara oleh layar komputer dan tembok kantor. Saat di perjalanan pun pandangan ini seringkali hanya terfokus pada plat nomer motor di depan motor akang yang mengantri mencari celah di antara deretan mobil yang terjebak kemacetan Jakarta.

Penampakan alam berwarna hijau sungguh merupakan obat yang begitu menyegarkan melanda mata ini. Udara yang segar dan padat O2 cukup menguras residu timbal yang sehari-hari masuk paru-paru akang tanpa permisi. Begitulah pikiran akang menjelajah alam dengan caranya sendiri seakan kegiatan gowes ini bukan hanya sekedar membuat jantung akang sedikit melar dan menambah ke-elastis-annya namun ternyata ritual gowes ini telah membuat hidup JADI LEBIH HIDUP.

“MINDWALKING” akang tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah sepeda yang menyalip, bukan sepeda lipat seperti yang akang gowes juga bukan fixie yang lagi nge-trend, atau sepeda lain yang harganya ber”jeti-jeti”. Seorang pria setengah baya mengayuh sepedanya dengan sedikit terburu-buru sambil tangannya sesekali meraba sebuah wajan yang sedemikian rupa terpasang di sepeda-nya. Dia-lah seorang penjual tahu goreng (tahu kuning) keliling yang hendak menuju tempat jualannya. Rupanya dia memeriksa wajannya yang baru saja dipanaskan agar saat tiba ditempat tujuan bisa langsung menggoreng tahu yang dibawanya. Tangan akang dengan reflek mengambil kamera saku yang berada di tas dan langsung mengambil gambar tukang tahu itu tanpa menghentikan dulu sepeda akang demi alasan fotografik(istilah semau akang). Lagipula kalau sepeda akang hentikan dulu mungkin tukang tahu-nya telah ngacir menjauh dan jika akang memintanya untuk di foto akang takut dia meminta royalti atas gambar yang diambil he he. Pikiran “lebay” yang me”langit” akhirnya terhempas oleh fakta mem”bumi” seorang tukang tahu yang tidak pernah berfikir menggowes sepeda untuk membuat hidup lebih hidup. Baginya GOWES adalah urusan “dapur ngebul” atau mungkin GOWES DEMI HIDUP.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Goseli dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Gowes Demi Hidup

  1. bensdoing berkata:

    banyak sekali sisi kehidupan manusia yang bisa kita lihat dengan bersepeda…..
    seminggu sekali kita bersepeda……kita sudah ikut menyumbangkan udara bersih buat alam ini…
    salam gowes….!

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s