BBM Syndrome


Kalau saat ini akang ditanya acara televisi terfavorit tentu saja jawabannya adalah “adzan maghrib” dan akang yakin semua pasti setuju. Di bulan puasa adzan maghrib adalah pertanda orang yang menjalankan puasa harus segera membatalkan puasanya dengan minuman ataupun makanan apapun yang bisa secepatnya diminum atau dimakan. Apalagi ada yang bilang bahwa menyegerakan berbuka puasa adalah sunnah Nabi SAW. Setelah menahan haus dan lapar seharian tentu saja hal yang paling diidam-idamkan oleh seorang yang berbuka puasa adalah segera meneguk segelas air atau minuman lainnya. Tidak ada hal lain yang bisa menahan naluri segera membatalkan puasa tersebut. Setidaknya itulah yang akang fahami dan sudah menjadi dogma yang tertanam sejak masih kecil hingga sekarang sudah punya anak kecil.
Namun ternyata saat ini di kota sebesar Jakarta ini dogma seperti yang akang yakini sudah banyak berubah. Entahlah hal ini karena akang yang berpikir kampungan atau akang yang ketinggalan jaman. Semua itu karena suatu kejadian yang akang alami suatu saat akang berbuka puasa bersama di masjid tempat akang bekerja. Setiap hari masjid tersebut menyediakan ta’jil (pembatal puasa) untuk siapa saja yang saat berbuka ada disana, terkadang keluarga penunggu pasien, para musafir dan tentu saja yang biasanya paling banyak hadir adalah karyawan2nya sendiri. Diteras masjid yang cukup luas makanan untuk berbuka diletakkan diatas alas karpet plastik secara berjajar. Makanan biasanya terdiri dari 1 gorengan, 1 lontong, 3 biji kurma, segelas teh manis dan segelas air mineral. Jika adzan maghrib menjelang orang-orang telah duduk berjejer rapih menghadapi jatahnya masing-masing. Pada suatu hari akang ikut buka puasa di masjid dan adzan pun berkumandang, maka segera saja akang minum teh manis yang telah disediakan. Saat itulah seseorang duduk di sebelah akang setelah dipersilakan oleh petugas masjid. Namun yang menjadikan akang keheranan dia tidak segera mengambil minuman atau makanan yang disediakan tetapi mengeluarkan ponsel smartphone-nya dari saku. Sesaat kemudian dia memotret hidangan didepannya dengan ponselnya kemudian mengarahkan ponselnya untuk memotret kearah orang-orang yang sedang berbuka disana. Tanpa menghiraukan hidangan didepannya dia lalu menekan tombol-tombol ponselnya untuk beberapa saat sementara hidangan punya akang tinggal tersisa lontong dan setengah gelas teh manis. Akhirnya dia pun mulai menghabiskan makanan yang disediakan hingga lupa menyapa orang yang ada disebelahnya, untungnya dia tidak lupa untuk membaca do’a terlebih dahulu.
Teringat kejadian tersebut akang berpikir sungguh enak orang tersebut yang bisa selalu terhubung dengan keluarganya di rumah, bisa berbagi hidangan berbuka puasa dimana pun dia berada walaupun hanya melalui sebuah gambar yang terkirim lewat “telepon pintar”-nya. Sementara yang bisa akang lakukan hanya menghabiskan hidangan sambil sesekali bercanda dengan teman yang berbuka puasa bersama. Tanpa bisa berkirim gambar hidangan buka puasa dengan keluarga di rumah karena memang telepon yang akang pakai tidak “smart” dan juga serigkali tidak “berpulsa”. Namun demikian hal ini tidaklah mengurangi kenikmatan berbuka puasa akang karena akang masih bisa bercengkrama dengan orang-orang di sekeliling akang yang hadir disana. Entahlah kalau suatu saat akang telah memiliki telepon pintar itu mudah-mudahan akang tetap ingat keluarga dirumah tanpa “kehilangan” orang-orang disekitar akang.
Waspadalah….waspadalah…ketidak-pedulian bukan hanya karena niat pelakunya tetapi karena ada sarana untuk menghilangkan kepedulian tersebut

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke BBM Syndrome

  1. negeribocah berkata:

    hehehe … mungkin dia photo2 buat ngisi blog nya

    salam kenal, akang

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s