Gilang Si Rambut Baja


“….Subhanalloh rambutnya tebel amat Pak?…”
Itulah ungkapan yang sering akang dengar tentang Gilang jika sedang berjalan-jalan ke luar rumah. Gilang memang diberi keistimewaan lain yaitu mempunyai rambut yang tebal dan juga cepat tumbuh bahkan akang memberi julukan ‘Si Rambut Baja’ kepadanya. Pada awalnya akang merasa senang saja karena dengan rambut yang tebal maka kepala Gilang yang berukuran kecil (MIKROSEFALI) tidak terlalu kelihatan. Rambut panjang juga membuat wajah CP-nya sedikit termanipulasi. Tetapi walaupun begitu rambut Gilang tetap terawat dengan baik lho..!. Dulu akang merasa segan untuk membawa Gilang ke tukang cukur karena akang berpikir Gilang pasti akan ngamuk jika dicukur sehingga akang khawatir hasilnya akan mengecewakan. Oleh karena itu akang berusaha memaksakan diri untuk memotong rambut Gilang jika terlihat rambut Gilang sudah terlihat panjang. Akang hanya menyediakan sebuah gunting dan sebuah sisir untuk peralatan memotong rambut.
Acara memotong rambut jadi ritual ujian kesabaran lainnya bagi akang. Setiap Gilang dipotong rambut maka dipastikan akan terjadi kegaduhan di rumah karena suara jeritan Gilang. Pernah dicoba memotong rambut dilakukan saat Gilang tidur tetapi tidak bisa karena Gilang memang punya pendengaran yang sangat sensitif. Di lain waktu Gilang dipotong rambut sambil di gendong oleh uwa(pengasuh) bahkan juga oleh mamah-nya dan tetap saja Gilang selalu mengamuk saat dipotong rambut. Akhirnya akang membiarkan saja Gilang bergulingan di lantai jika sedang dipotong rambut, jika sedang tengkurap maka bagian rambut yang bagian belakang yang akang potong, begitupun jika Gilang terlentang maka rambut bagian atas yang akang potong. Pokoknya segala macam cara sudah akang lakukan untuk bisa memotong rambut Gilang walaupun hasilnya tidak tampak seperti habis dipotong rambut tetapi lebih mirip rambut akang jika habis di razia oleh guru SMA akang dulu he he he.

Suatu saat akang benar-benar tidak ada waktu untuk memotong rambut Gilang. Tampak Gilang seperti anak terlantar yang tidak terawat, bahkan Gilang jadi rewel karena ternyata dirambutnya banyak kutu bersarang. Diduga Gilang tertular kutu rambut dari anaknya uwa yang memang sudah akrab sekali dengan Gilang. Akhirnya dengan perasaan yang ragu-ragu akang bawa Gilang ke tukang cukur rambut untuk pertama kalinya. Diluar dugaan ternyata Gilang terlihat nyaman dipotong rambut oleh tukang cukur. Gilang tertarik mendengar suara mesin cukur dan getarannya yang terasa di kepalanya. Soal peralatan pun tentu saja lebih lengkap dan mumpuni dibanding dengan peralatan yang akang gunakan dirumah. Bahkan Gilang tersenyum geli saat dipotong rambut menggunakan mesin cukur. Soal hasilnya tentu saja sangat jauh berbeda dengan hasil karya akang yang walaupun dilakukan segenap hati dan cinta.
Pulang dari tukang cukur Gilang terlihat lebih guaannteeeng (maklum sama anak sendiri he he) dan masalah kutu rambut pun hilang dengan sendirinya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Gilang Si Rambut Baja

  1. cassanana berkata:

    gilang usia na brapa yc..??

  2. anna farida berkata:

    Wah… Gilang ganteng, model cukurnya kayak tentara. Anak-anak Tante waktu seusiamu juga selalu dicukur pendek… biar awet hehe.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s