Menjelang Lebaran “APAPUN” Laku Dijual


…Jakarta adalah tempat dimana apapun bisa dijual termasuk kemiskinan…”
Menyusuri jalanan di jakarta setiap menjelang lebaran tentu akan merasakan suasana yang berbeda. Bukan melulu soal kemacetan tetapi kesibukan pun seolah mencapai puncaknya pada hari-hari menjelang lebaran. Diberbagai pusat perbelanjaan tampak orang-orang berbelanja kebutuhan lebaran mulai dari pakaian sampai perabotan rumah. Makanan mahal laku dijual apalagi makanan murah bahkan makanan yang sudah kadaluarsa pun laku terjual. Entah karena para pembeli yang sangat sulit mendapatkannya sehingga kurang teliti saat membeli atau memang para pedagang yang tega memanipulasi makanan yang kadaluarsa bisa laku dijual. Pendek kata pusat kesibukan dalam setahun adalah yaa saat menjelang lebaran apalagi bagaimanapun Jakarta adalah masih menjadi kota utama tujuan orang-orang mencari nafkah.
Fenomena lain yang biasa kita lihat adalah “membeli uang”, tentu saja akang juga bingung membuat istilah untuk yang satu ini karena biasanya akang membeli sesuatu menggunakan alat tukar uang. Tetapi akang yakin buat orang Indonesia asli pasti langsung mengerti apa yang akang maksud, menukar uang pecahan kecil yang baru adalah fenomena biasa menjelang lebaran. Entahlah kebiasaan ini ada atau tidak dinegara lain akang tidak tahu karena memang ngga pernah keluar negeri sih he he.
Saking lakunya segala hal yang ditawarkan menjelang lebaran ini bahkan sampai-sampai kemiskinan pun laku dijual. Kebiasaan ini akang perhatikan pada “manusia gerobak” seperti yang tampak pada gambar yang akang ambil dari dinsosdki.net. Manusia gerobak adalah julukan bagi orang-orang yang terlihat miskin yang biasa “nongkrong” di pinggir jalan bersama istri dan anak-anak mereka dalam sebuah gerobak. Dengan wajah yang nempak memelas mereka melakukan segala aktifitas dipinggir jalan demi menarik rasa iba pengguna jalan yang lewat. Walaupun mereka tidak meminta secara terang-terangan tetapi jelas bahwa segala aktifitas mereka ditujukan untuk medorong orang memberikan sesuatu bagi mereka. Dan memang pada faktanya banyak pengguna jalan yang memberikan sesuatu kepada mereka baik diberikan langsung atau hanya dengan cara melemparkan uang kedalam gerobak. Dalam hal ini akang tidak ingin mengomentari apapun karena akang bukanlah orang yang kompeten mengomentari masalah seperti ini. Akang hanya bercerita tentang fakta yang ada disekitar kita ternyata ada orang yang berprinsip “jika tidak ada yang bisa dijual maka kemiskinan pun mungkin laku untuk dijual”.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Menjelang Lebaran “APAPUN” Laku Dijual

  1. irenia berkata:

    makasih infonya gan

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s