Iwan Fals Dalam Catatan Bloger


“…lagu-lagu Iwan Fals memiliki spektrum yang luas dalam hal tema….”
Kalo ada yang bilang akang lagi tumben banget nulis tentang penyanyi maka akan akang terima dengan lapang dada. Akang bukan bermaksud hendak menjadi pengamat musik atau kritikus musik. Beberapa hari yang lalu akang melihat acara di salah satu televisi swasta yang menayangkan konser Iwan Fals bersama beberapa grup band papan atas Indonesia lainnya. Sebagai orang yang dilahirkan tahun 77 dari kecil lagu-lagu bang Iwan ini begitu lekat ditelinga akang. Saat itu jumlah penyanyi atau grup band tidak sebanyak saat ini atau memang karena akang mempunyai seorang kakak yang fans berat dengan penyanyi yang bernama asli Virgiawan Listanto, jadi kalau akang ditanya penyanyi atau grup band favorit maka yang terlintas pertama kali dibenak akang adalah Iwan Fals, Swami atau Kantata Takwa.
Menurut akang sih dia memang pemusik yang bisa dibilang “jenius” di bidangnya. Masih ingat dulu disaat pemusik lain menggunakan kata-kata cinta, manis, rembulan atau sayang untuk sosok seorang wanita yang dicintai tetapi seorang Iwan Fals menggunakan kata-kata perempuan-ku atau betina-ku, sungguh kata-kata yang cukup “asing” untuk penikmat musik saat itu. Pada lagu lain bisa dijumpai kisah percintaan yang menurut bahasa akang “murahan” atau “membumi” tetapi tetap “genit” seperti pada lirik:
“….kuberikan padamu setangkai kembang pete…
…..tanda cinta abadi namun kere….”
.
Namun hasil karya-nya sangat “tidak murahan” dan begitu disukai oleh para penggemarnya.
Ke-unik-an lain adalah tema yang bervariasi dalam satu lagu, dari lagu cinta romantis bisa berbelok jauh menjadi kritik sosial yang pedas, contohnya pada lagu “Kereta Tiba Pukul Berapa”. Dimana diceritakan seorang pemuda kasmaran menunggu kekasih yang hendak datang dari luar kota harus berhadapan dengan polantas yang korup hanya untuk nungguin kereta telat di stasiun hingga 2 jam.
Kritik sosial sudah jadi trade mark Iwan Fals melalui karyanya, kritik yang men-dunia pun pernah dia hasilkan seperti lagu “ethiopia” yang menceritakan bencana kelaparan di ethiopia. Kalau soal kritik dalam negeri sudah tentu tidak diragukan, siapa yang tidak kenal lagu “Wakil Rakyat”, “Umar Bakri”, “Celoteh Camar Tolol dan Cemar”, “bento” dan banyak lagu lainnya. Hal inilah yang menjadikan lagu-lagu bang Iwan masih menjadi bagian tak terpisahkan dari para pengamen yang dianggap sebagai kaum marginal, bahkan sebagian ada yang sampai fanatik dengan lagu-lagunya.
Lagu romantis versi bang Iwan pun begitu merajai di era-nya, bahkan jadi andalan pemuda-pemuda yang kasmaran he he. “22 januari” “mata indah bola pingpong” “kumenanti seorang kekasih” adalah judul lagu-lagu yang liriknya bisa membuat para wanita klepek-klepek.
Dengan catatan panjang itulah yang membuat bang Iwan menjadi salah satu pemusik yang mempunyai ciri khas yang sulit dicari padanannya. Mungkin hal itu juga yang membuat akang merasakan perbedaan yang mencolok saat melihat Iwan Fals bernyanyi bareng Armand Maulana (GIGI), Candil (Eks SEURIEUS), Rizal (ARMADA), Iwa K, Faank (WALI) dll. Perumpamaan akang adalah seperti melihat seorang guru bermusik sedang mengajar murid-muridnya he he (maaf kalo kurang setuju..peace ah)

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

7 Balasan ke Iwan Fals Dalam Catatan Bloger

  1. julius elek berkata:

    lagu bang iwan top bgt,,,,,, aq suka itu……
    yg plg q saka, yg berjudul terminal, itu lgu kenaggan q

  2. Gildan Ademar berkata:

    gw emang ambil referensi musikal dr seorang Iwan Fals yg menurut saya sungguh berbeda dari penyanyi lain pada umumnya.Iwan Fals menyanyi dari lubuk hati dan terlantun kalimat kejujuran dan menyentuh nurani…salut buat My Legend ini..
    dan aku melihatnya sebagai jelmaan Bob Dylan dari Indonesia

  3. adhen berkata:

    ga da yg bsa nyamain kharisma bang H.IWAN FALS,

  4. adhen berkata:

    maju terus bang H.Iwan fals. .

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s