Darso Meninggal Satu “Inohong” Sunda Hilang


“…sempat dikecam oleh banyak inohong(tokoh) sunda karena dianggap melanggar pakem seni calung, namun akhirnya Darso (Hendarso) dianggap telah menyelamatkan keberadaan seni calung itu sendiri…”
Sebagai orang sunda akang merasa terkejut dan terharu saat mengetahui kabar meninggalnya maestro seni calung Darso pada hari senin tanggal 12-09-2011 di Bandung. Banyak media yang memberitakan kematian inohong sunda yang satu ini sehingga akang merasa tidak perlu lagi memberitakannya. Akang merasa malu saja jika sebagai orang sunda pituin (asli) tidak mengetahui dan minimal membuat jejak catatan di blog akang ini.
Tidak begitu jelas dalam ingatan akang sejak kapan akang mendengar/mengenal nama yang satu ini. Yang pasti sejak kecil akang telah mengetahui begitu saja jika mendengar nama Darso maka yang ada dibenak akang adalah seorang penyanyi sunda yang terkenal dan mempunyai suara yang begitu edun/hebat menurut akang. Waktu kecil akang sering diajak orang tua akang melihat aksi Darso secara langsung jika Darso datang ke Sumedang. Memang pada waktu itu seseorang yang bisa mendatangkan Darso sebagai hiburan suatu acara hajatan akan dianggap sebagai “orang berduit” hal ini tentu saja karena popularitas Darso yang begitu “jadi sabiwir hiji” (jadi perbincangan masyarakat).
Tidak banyak lagu-lagu yang ber-genre calung bisa akang ingat karena menurut telinga akang saat itu yang masih kecil, lagu-lagu calung agak susah di bedakan antara yang satu lagu dengan lainnya. Mungkin hal ini karena dalam pementasan calung seringkali yang banyak diingat penonton adalah tema lawakannya atau karakter si pemain calung. Begitulah pada awalnya pementasan seni calung “asli” memang tidak bisa dipisahkan antara keterampilan memainkan alat musik calung dengan kepiawaian melawak. Oleh karena itu tidak heran jika suatu grup calung begitu pandai memainkan musik tetapi tidak bisa melawak bisa dipastikan grup calung tersebut tidak akan laku di tanggap (diundang untuk tampil).
Cerita berganti manakala Darso mulai beralih menyanyikan dan menciptakan lagu-lagu pop sunda. Walaupun demikian bukan berarti “jiwa calung” hilang dari lagu-lagunya. Masyarakat sunda pada khususnya malah menjadi lebih memberikan perhatian terhadap kesenian calung setelah mendengarkan lagu-lagu ciptaan Darso yang nyalung pisan (bernuansa calung banget!!!). Lagu-lgu seperti maripi, dina amparan sajadah, cucu deui, dan banyak lagu lainnnya menjadi legenda bahkan hingga sekarang. Coba saja lihat dipasar-pasar seantero Jawa Barat bahkan di Jakarta, jika kita mendatangi kios-kios penjual CD/VCD maka akan ditemui satu deret kepingan cakram dengan label “DARSO/SUNDA” selain nama-nama seperti Doel Sumbang, Nining Maida, Nano S dll. Andai saja keping cakram tersebut bukan bajakan makan akang yakin Darso bakal jadi penyanyi sunda terkaya dari hasil royalti lagu-lagunya.
Ketenaran ini merupakan hasil kerja keras Darso yang begitu keukeuh (konsisten) mempertahankan gayanya yang terkadang di sebut orang norak. Pada awal kemunculannya memang Darso berpenampilan seperti urang sunda pada umumnya, dengan baju kampret berselendang sarung, celana komprang dan totopong (ikat kepala khas sunda) sambil tak lupa memegang calung di tangan. Pada perkembangan selanjutnya Darso berpenampilan ala Michael Jackson dengan rambut panjang kribo-nya. Hal ini mungkin karena pengaruh “King Of Pop” yang begitu masif diseluruh dunia sehingga “King Of Pop Sunda” pun tak tahan untuk tidak mengikutinya. Namun demikian tetaplah Darso adalah Darso seseorang yang punya posisi penting dalam kehidupan seni calung di tatar sunda lagipula dalam kehidupan selalu saja ada raja di atas raja.
Wilujeng paturay Kang Darso, diditu anjeun bakal panggih jeung Nu Maha Raja Alloh SWT

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s