Cerita Gilang Ke Ragunan


“…suatu peristiwa biasa bisa berarti luar biasa bagi sebagian orang lain, tergantung dari sudut pandang mana dia melihatnya…”
Cerita ini mungkin agak terlambat diceritakan karena lebaran telah hampir sebulan berlalu. Bagi sabagian masyarakat terutama disekitar Jakarta mengisi lebaran tanpa ada acara liburan bagaikan sayur tanpa garam. Begitupun masyarakat daerah ciseeng, bukan hal yang aneh jika setelah lebaran hampir setiap pagi terlihat bis yang parkir dipinggir jalan menunggu penyewa yang hendak pergi ke tempat liburan. Konon katanya acara itu telah dipersiapkan bahkan beberapa bulan sebelum lebaran, sejumlah orang yang menggagas acara akan membentuk kepanitiaan untuk kemudian mencari peserta jalan2 dan mengumpulkan biaya dengan cara menyicil dan ditagih dalam jangka waktu tertentu. Tempat tujuan liburan bermacam-macam ada yang menuju pantai atau ke wisata alam pegunungan.
Hal yang sama dilakukan keluarga akang, setiap lebaran berlalu dengan kegiatan yang hampir sama, hanya saja tak pernah sekalipun akang mengajak Gilang untuk jalan2 mengisi liburan lebaran. Hari-hari Gilang dipenuhi dengan mondar mandir ke rumah sakit tempat melakukan terapi, atau kalaupun tidak melakukan terapi Gilang ke rumah sakit untuk berobat. Bukan tanpa alasan akang tidak mengajak Gilang jalan2 untuk liburan, sebagai seorang penyandang Cerebral Palsy kemana mana Gilang memakai kursi roda. Masih teringat pengalaman pertama mengajak Gilang ke tempat umum menggunakan kursi roda, saat itu ke sebuah mall di kawasan Depok dan ternyata sedang penuh dengan pengunjung sehingga bukan kemudahan yang didapat tetapi kerepotan membelah lalu lalang orang di dalam mall. Belum lagi beban mental yang terasa disaat melihat tatapan mata orang-orang ke arah Gilang, sungguh pengalaman yang susah dilupakan. Waktu pun berlalu, kini akang menjadi terbiasa mengajak Gilang ke tempat umum menggunakan kursi roda.
Kebun binatang Ragunan menjadi tujuan liburan keluarga pada lebaran tahun ini. Alasan keuangan menjadi faktor penentu karena kebun binatang ragunan dianggap tempat wisata yang murah meriah untuk berlibur. Akang sengaja berangkat sedikit lebih awal agar di sana belum terlalu ramai orang sehingga mudah melihat koleksi binatang yang terdapat disana. Sebagai seorang penyandang CP entah apa yang dirasakan GIlang, bahagia?, tersiksa?, aneh?, entahlah yang pasti akang ingin memperlakukan Gilang seperti anak-anak yang lain. Walaupun akang tidak bisa melakukan hal-hal seperti orang tua lain yang mengajak anaknya untuk menaiki gajah, atau menjawab pertanyaan anak-anak yang berceloteh bertanya kepada orang tuanya tentang binatang yang ada didepannya. Mengitari kawasan ragunan pagi hari memang terasa sejuk karena masih banyaknya pepohonan tumbuh disana, sesuatu yang jarang ditemui di kawasan Jakarta. Saat hari beranjak siang Gilang sudah mulai terlihat tidak nyaman karena jumlah pengunjung semakin banyak dan keramaian yang ada disekitarnya. Akhirnya akang mengajak Gilang kembali dengan penuh harapan Gilang menikmati perjalanan hari ini.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Cerita Gilang Ke Ragunan

  1. niefha berkata:

    ceritanya mengadopsi dari helen keller, Kang.
    jadi di situ ada semacam “ucapan2 ato kata2 yg ingin disampaikan oleh si anak ke ibunya” tapi sayangnya, karena dia bisu dan tuli, sering kali ibu jga orang2 sekitarnya salah persepsi ttg keinginan si anak.

  2. rumahniefha berkata:

    Seperti “Moga Bunda disayang Allah”..
    Pernah baca buku itu ndak, Kang? Tere Liye

  3. anna farida berkata:

    Gilang pasti dia bahagia punya orangtua yang penuh kasih🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s