Syarat Rumah Impian


“…apakah calon tetangga saya nanti orangnya menyenangkan? itulah pertanyaan yang tak pernah terlontar saat kita memilih rumah tinggal…”
Bagi penghuni kota sebesar Jakarta urusan memiliki rumah tinggal sendiri seringkali hanya sebuah impian. Idealnya rumah tinggal letaknya tidak jauh dari tempat bekerja, akses jalan mudah, tidak terlalu dekat dengan keramaian seperti pasar atau terminal, harganya murah, lingkungannya bersih de el el. Dengan kepadatan penduduk yang begitu tinggi dan harga tanah yang begitu muahal (maaf karena saking mahalnya) segala idealisme orang tentang rumah tinggal sendiri sepertinya tinggal impian, kecuali mungkin bagi orang yang nama belakangnya bakrie atau bedarah cendana.
Tidak mengherankan jika penduduk Jakarta pada siang hari berbeda jauh dengan malam hari, Jakarta hanya dipakai tempat bekerja untuk mencari nafkah sedangkan untuk rumah tinggal maka kawasan sekitar Jakarta menjadi tujuan karena dianggap harganya masih terjangkau. Maka tumbuh suburlah perumahan di daerah penyangga Jakarta seperti Bekasi, Tangerang, Depok, Bogor karena permintaan yang begitu tinggi terutama rumah yang ditujukan untuk kalangan menengah ke bawah. Sebagai pembeli tentunya masing-masing orang punya kriteria sendiri untuk memilih rumah tinggal yang diinginkan. Pertanyaan yang biasa diajukan saat memilih rumah seperti apakah berada di daerah banjir? berapa luas tanah dan bangunan? apakah disediakan fasilitas sosial & umum (fasos+fasum)? berapa tahun cicilan? dan pertanyaan lainnya. Begitulah orang mencari rumah tinggal yang diinginkan dengan harapan rumah tersebut nyaman untuk ditinggali bahkan untuk waktu yang panjang.
Pengalaman seperti itulah yang pernah akang alami dalan mencari rumah tinggal. Tinggal dikomplek perumahan baru memberikan pengalaman banyak buat akang yang baru merasakan arti “bermasyarakat” yang sebenarnya. Setelah sebelumnya tinggal di pondok mertua indah dan berada dibawah “bayang-bayang” mertua sehingga belum dianggap bagian dari masyarakat. Disinilah letaknya tantangan menempati tempat tinggal baru dimana kita dituntut untuk bisa hidup bersama orang lain dari berbagai budaya, karakter, latar belakang yang berbeda. Perselisihan bisa muncul antar penghuni sehingga membuat suasana rumah tinggal tidak nyaman. Impian tinggal di rumah sendiri dengan nyaman dan tenang bisa hancur berantakan gara-gara tidak harmonis dengan tetangga, jangankan puluhan tahun menempati rumah, baru satu bulan aja rasanya ingin segera pindah tempat. Alhasil kriteria rumah impian yang pertama ditentukan menjadi tidak berarti apa-apa saat mendapat tetangga yang tidak harmonis. Persoalan ini mungkin juga timbul karena di komplek perumahan baru semua penghuni merupakan pendatang dan belum terbentuk suatu budaya baku yang berlaku disana, hal ini akan berbeda dengan tinggal di rumah yang berada di perkampungan yang sudah lama ada.
Pengalaman berselisih dengan tetangga bukanlah pengalaman yang pernah akang alami sendiri. Tulisan ini akang buat justru untuk memberi apresiasi kepada para tetangga yang selama hampir 4 tahun tinggal berdampingan tanpa pernah ada perselisihan yang berarti. Bahkan akang pribadi merasa banyak beruntung mempunyai tetangga2 yang ringan tangan dalam menolong. Terutama perlakuan mereka terhadap Gilang yang memang tidak bisa dikatakan sama dengan anak2 lain. Masih teringat contoh kecil saat akang dan istri masih ditempat kerja kemudian Gilang sakit dirumah bersama pengasuh dan Gilang pun diantar ke rumah sakit oleh tetangga. Tentunya itu hanya satu contoh dari banyak bantuan yang pernah diberikan.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , . Tandai permalink.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s