Pentingnya Second Opinion Dalam Tindakan Medis


Sumber gambar : robotplunger.com
“…Second Opinion atau pendapat kedua adalah salah satu dari hak yang melekat pada pasien yang memerlukan pelayanan di bidang medis….”
Pada saat Gilang didiagnosa mengalami kerusakan otak (Cerebral Palsy) di usia 3 bulan, dokter Djoko Listiono SpB yang menangani Gilang menyarankan agar segera dilakukan operasi pembedahan otak. Banyak pertimbangan medis yang dikemukakan oleh dokter Djoko mengenai keadaan Gilang sehingga operasi pembedahan otak adalah jalan yang harus ditempuh. Ukuran lingkar kepala yang kecil atau biasa disebut mikrosefali dianggap bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan volume otak yang sangat cepat terutama disaat usia bayi hingga 5 tahun. Pembedahan otak diharapkan bisa memberikan sedikit ruang untuk pertumbuhan otak selanjutnya sehingga diharapkan tidak mengganggu tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Dalam bayangan akang proses yang dilakukan adalah membuka tempurung otak sehingga menjadi sedikit renggang dan tidak menekan otak besar. Selain alasan tersebut operasi diperlukan untuk membuang cairan abnormal yang terdapat pada otak bahkan jika diperlukan akan dipasang selang (shunt) yang dipasang permanen sebagai saluran pembuangan cairan otak tersebut ke perut (untuk proses yang ini akang tidak punya gambaran samasekali). Mendengar pemaparan dokter tanpa pikir panjang akang langsung menyetujui rencana tindakan yang akan dilakukan bahkan telah ditentukan hari pelaksanaan operasi tersebut yaitu pada 1 minggu kemudian hari.
Akang akhirnya pulang dengan membawa kabar rencana operasi otak dalam waktu satu minggu kedepan. Keluarga besar pun diberitahu dan dimintai do’a untuk kelancaran operasi tersebut bahkan teman yang dianggap dekat pun tahu akan rencana ini. Sampai satu ketika ada teman dari istri akang yang menanyakan apakah sudah dikonsultasikan dengan dokter lainnya? Menurut pendapatnya operasi pembedahan otak bukanlah operasi yang “sembarangan”, maksudnya resiko yang dihadapi lebih besar seperti operasi jantung dll. Kami pun seolah tersadar dengan pertanyaan itu dan kemudian keraguan menyelimuti niat melakukan operasi tersebut.
Akhirnya akang putuskan untuk mencari second opinion ke dokter lain. Dokter Jimmy Pasat SpA (K) adalah dokter yang menangani Gilang sebelumnya, kepadanyalah akang memutuskan untuk meminta pendapatnya. Semua rencana yang telah disiapkan akang ceritakan kepadanya beserta semua hasil CT Scan yang sudah dilakukan. Dokter Jimmy akhirnya memberikan pendapat yang berbeda tentang rencana operasi pembedahan otak karena menurutnya volume otak Gilang yang kecil bukan disebabkan adanya tekanan dari tempurung otak, otak yang kecil mungkin terjadi dari sejak pembentukan janin yang terganggu. Dengan keadaan tersebut maka membuka tempurung otak untuk memberi ruang perkembangan tidak akan memberikan manfaat banyak apalagi resiko dari melakukan pembedahan otak begitu besar. Tentang cairan abnormal yang ada didalam otak dokter Jimmy menyatakan bahwa adanya cairan tersebut sebagai kompensasi dari ruang kosong dalam tempurung otak yang tidak di isi oleh otak itu sendiri sehingga tidak perlu dikeluarkan dengan memasang shunt. Namun pada akhirnya dokter Jimmy tetap menyerahkan sepenuhnya kepada akang keputusan untuk tetap melanjutkan atau tidak rencana operasi tersebut.
Pendapat yang berbeda dari dua dokter membuat kebingungan bagi akang. Pilihan ini bukanlah seperti memilih dua warna baju yang akan dikenakan saat bepergian atau memilih makanan yang terhidang di meja makan. Pilihan ini bukanlah masalah selera atau suka-tidaknya akang terhadap suatu hal bukan juga urusan membandingkan kompetensi dua dokter mana yang lebih baik atau tidak. Pertimbangan juga bukan mengenai biaya yang Alhamdulillah dalam hal ini ditanggung oleh perusahaan tempat akang bekerja. Pilihan ini mengenai jalan hidup dari seseorang yang akang cintai, mengenai resiko hidup atau mati. Dengan memohon pertolongan dari Alloh SWT akhirnya keputusan yang diambil adalah dengan tidak melakukan operasi pembedahan otak tetapi melakukan terapi tumbuh kembang untuk langkah pengobatan selanjutnya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Pentingnya Second Opinion Dalam Tindakan Medis

  1. ekayst berkata:

    salam kenal akang, mudah2an ananda gilang sehat dan bertambah baik perkembangannya yah, amin. saya baru membaca blog ini dan “bertemu” beberapa ortu yg memiliki anak dgn mikrosefalus. begitu juga putra saya. semoga bisa bersilaturahmi dan berbagi yah..

  2. Linda berkata:

    Anak saya sama juga mikrosefali, sampai saat ini terus saya usahakan terapi tumbuh kembang. Memang terlambat jika dibandingkan anak yang normal, dengan kenyakinan, kesabaran, kasih sayang dan doa orang tua insya allah anak anak spesial kita akan dapat mengejar keterlambatan. Amin…..

  3. hilda wiryanti berkata:

    saya juga punya kasus persis seperti ini,anak saya gelsey 3,5 tahun sdh bisa berjalan walaupun sempoyongan, manggil mama papa sy sangat bersyukur sekali masih bisa melihat dia tertawa bahagia,kebayang bila tindakan operasi itu sy ikuti akan seperti apa anak saya sekarang. Kita patut mensyukuri apa yg diberikan Allah kepada kita,saya selalu mencamkan di dalam hati saya bahwa Allah sangat sayang sama gelsey……..

  4. pandi berkata:

    ya.. second opinion jugalah yang membawa sy terbang dari kota kecil di kalimantan menuju ke jogja. dari diagnosis hydrosefalus menjadi mikrosefali. anak saya juga mengalami mikrosefali… dan dokter tidak menyarankan untuk dilakukan operasi.. setiap hari yang berlalu.. penuh dengan syukur dan doa smoga buah hati bisa sehat dan bahagia.

  5. awitara berkata:

    Sip, amat penting. Semoga tidak terjadi sesuatu hal yang parah, mnyakitkan, dan bisa diatasi !!!!

  6. missdestiana berkata:

    second opinion memang penting sekali klo kita sedang berobat yg lumayan parah..

    have a healthy life-style!šŸ™‚

  7. bensdoing berkata:

    tindakan operasi apalagi yang menyangkut operasi besar (pembedahan otak) tentunya mempunyai resiko yg “unpredictable” yang ujung2nya bermuara kepada hidup atau matinya seseorang……bersyukur “second opinion” dari dokter anda (berdasarkan pengalaman keilmuannya) mampu meredam analisa dari dokter anda yang pertama…….
    semoga sehat2 slalu ya….!

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s