Beda Blog Dan Koran

Betul juga kata para mastah (baca: master) blog bahwa jika sudah kehabisan ide untuk menulis di blog nggak usah dipaksakan. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan blogwalking kepada blog teman2 kita di dunia maya. Seringkali ide itu muncul justru setelah membaca postingan orang lain (tapi bukan berarti copas lho…!), caranya bisa saja dengan membahas tema yang sama tetapi berbeda topik. Seperti sebuah berita maka kita bisa menampilkan suatu berita tersebut dari berbagai sudut pandang, maksudnya topik apa yang akan kita gali dari berita tersebut atau maksudnya kita menempatkan diri kita dimana dari berita tersebut (waduh koq jadi bingung ya…!). Gini deh gampangnya, ada berita tabrakan di jalan sampai menimbulkan kemacetan maka si A memberitakan kondisi kendaraan apa yang mengalami tabrakan, jumlah korban, keadaan korban dll. Si B memberitakan nasib pedagang asongan yang tiba2 mendapat rejeki yang banyak karena kejadian mecet tersebut. Si C memberitakan nasib seorang ibu yang melahirkan dijalan karena ambulan yang ditumpanginya terjebak kemacetan tersebut. Nah jadi jelas kan sekarang bahwa satu tema itu bisa menghasilkan bahan yang banyak untuk ditulis.
Jika kita membandingkan membaca koran atau majalah maka akan kita rasakan keseragaman cara menyajikan suatu berita baik bahasanya yang baku atau ilustrasi yang ditampilkan juga begitu2 saja. Keseragaman ini ditimbulkan oleh keterbatasan ruang, etika penulisan dll. Hal ini bukannya salah (malah justru yang betul memang kayak gitu he he) karena jika di dalam surat kabar ada tulisan seperti yang akang bikin didalam kurung (itu tuh yang miring…) maka pasti besoknya sang redaktur bakal dipecat. Dalam pemberitaan surat kabar atau majalah tak akan pernah lepas dari pakem apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, bagaimana . Selain itu bisa dipastikan bahwa inti berita terdapat pada paragraf pertama sedangkan paragraf berikutnya hanyalah sebagai pelengkap (biasanya sih akang membacanya cuma paragraf pertama aja).
Hal yang berbeda akan kita temukan manakala membaca tulisan / postingan di blog. Walaupun aturan menulis berita atau apapun itu sama saja tetapi hal tersebut tidaklah menjadikan blogger yang menulis dengan standar surat kabar pasti digemari banyak orang. Tulisan2 di blog lebih menarik dengan gaya bahasa masing2 dan terkadang itu menjadi daya tarik tersendiri apalagi soal ilustrasi yang disajikan sangat beragam karena kebanyakan bersumber dari koleksi pribadi. Tulisan di blog biasanya lebih original (kecuali bagi para “pencuri ide”) dan bersifat subyektif dalam membahas sesuatu sehingga terkadang hal ini menimbulkan kedekatan antara pembaca yang berfaham sama tetapi juga bisa menimbulkan antipati dari pembaca yang berpendapat beda tentunya. Hal inilah mungkin yang menjadi pemicu seseorang memuat tulisan tentang tema yang kontroversial untuk memancing blog-nya dikunjungi banyak pembaca, karena biasanya tema kontroversial sangat gampang memancing komentar yang saling bentrok dan berlangsung lama karena masing2 pihak tidak ada yang mau mengalah. Pembaca blog juga lebih bebas mencari topik yang ingin dibaca karena memang internet telah menyediakan search engine yang memberi kebebasan kepada penggunanya. Sementara didalam koran pilihan kita menjadi terbatas karena keterbatasan ruang. Walaupun demikian ada saja orang yang tetap lebih merasa nyaman membaca surat kabar atau majalah dengan alasan sensasi membaca koran atau majalah tidak sama dengan membaca tulisan dari sebuah layar. Memang semuanya kembali kepada pilihan masing2 sesuai dengan seleranya.
Setelah akang membaca lagi tulisan diatas ternyata paragraf pertama dan selanjutnya sepertinya kurang nyambung tetapi akang tidak menghapusnya karena memang begitulah ide yang terlintas di pikiran. Akang mungkin belum bisa menyusun tulisan yang mengalir dari satu topik ke topik lain karena tulisan ini tidak dikonsep dahulu sehingga mungkin terlihat lompat kesana kesini temanya. Hanya saja ada satu rahasia yang ingin akang bagikan tapi jangan bilang2 yaaa…janji yaa…!

judul tulisan ini tadinya “Jadi Penulis? Mengapa Tidak!!! tetapi karena isinya nggak nyambung terpaksa deh akang ganti.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Beda Blog Dan Koran

  1. HALAMAN PUTIH berkata:

    Terkadang ide awal itu bisa jadi hanya untuk memancing jalan pikiran saja untuk menulis alias pemanasan. Karena sebuah tulisan jadi dapat melalui proses yang bermacam-macam bahkan terlepas dari ide semula.

  2. nandobase berkata:

    Hehehe… sering terjadi sama saya tuh Kang. Mengganti judul karena ngga nyambung sama tulisan. Daripada tulisannya yang diganti…😛

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s