Terlahir Dengan HIV Positif (Kisah Nyata…!)

Seminggu yang lalu si uwa (pengasuh gilang) meminta ijin untuk pulang karena hendak menunggui adiknya yang hendak melahirkan, akhirnya akang sekeluarga  boyongan ke rumah mertua sekalian mengantar uwa pulang karena rumahnya tidak berjauhan.  Adiknya uwa sebut saja namanya Lara (samaran) sejak hamil telah tinggal di bogor setelah sebelumnya tinggal di sebuah kontrakan di Jakarta bersama suaminya yang seorang supir di sebuah dealer motor.  Kehamilan kali ini adalah kehamilan yang ketiga setelah sebelumnya dua kali selalu keguguran. Lara di rujuk ke rumah sakit Budi Kemuliaan karena mereka tercatat sebagai keluarga kurang mampu di tempat tinggalnya dan mendapat layanan kesehatan gratis di rumah sakit tersebut.  Istri akang mendapat kabar dari uwa lewat telepon bahwa kelahiran telah dilaksanakan dengan operasi cesar karena posisi bayi sungsang. Saat menerima  kabar tersebut istri akang merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan uwa karena dari nada bicaranya terdengar uwa sangat kebingungan.  Ketika ditanya tentang apa yang terjadi uwa meminta agar kami tak menceritakan kepada siapapun tentang permasalahannya, dan setelah kami memberi jaminan uwa pun menjelaskan apa yang terjadi pada Lara.

“Dia dan bayinya terkena HIV”

Sungguh itu suatu kalimat yang tidak pernah terbayangkan akan diucapkan oleh uwa, berkali-kali istri akang meyakinkan bahwa apa yang diucapkan uwa adalah benar. Maklum saja istri akang tidak begitu yakin mengingat uwa bukan orang yang pintar (untuk tidak menyebutnya bodoh) apalagi dalam hal kesehatan. Uwa bercerita bahwa dia disuruh dokter untuk mencari suatu obat dan ternyata setelah mencari kemana-mana obat tersebut hanya ada di RSCM. Kami mulai sedikit percaya kepada uwa karena sepengetahuan kami yang juga bekerja di rumah sakit bahwa obat untuk menangani infeksi HIV pada bayi baru lahir memang hanya ada di RSCM.

Mendengar kata penyakit HIV untuk kalangan masyarakat umum sekarang ini masih dianggap sebagai penyakit “kotor”, tidak jarang pengidap HIV dikucilkan atau bahkan di usir oleh orang-orang disekitarnya. Hal inilah yang menyebabkan akang menjadi khawatir atas apa yang terjadi terhadap Lara dan bayinya. Walau bagaimanapun uwa dan Lara masih kerabat dengan istri akang dan akang cukup mengetahui karakter lingkungan tempat tinggal uwa. Lingkungan yang tingkat pendidikan masyarakatnya masih sangat rendah dikarenakan kesulitan ekonomi yang melilit mereka.  Uwa begitu mengharap bantuan dari akang dan istri, sebagai orang yang bekerja di bidang medis kami dianggap lebih tahu tentang apa yang harus dilakukan oleh orang yang menderita HIV.  Akhirnya akang meminta kepada uwa untuk tetap menyimpan dahulu rahasia ini dari saudaranya yang lain karena  takut malah menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadian ini mengingatkan akang saat vonis Gilang menderita Cerebral Palsy, suatu kelahiran yang ditunggu-tunggu dengan harapan yang begitu besar bisa memberikan kebahagiaan bagi kedua orang tuanya bisa jadi malah menjadi awal suatu kesedihan. Begitu sulit membayangkan masa depan bayi yang menderita HIV sejak lahir, sesulit membayangkan apa yang akan dilakukan lingkungannya jika akhirnya berita si anak menderita HIV diketahui orang lain. Seorang bayi seolah bagaikan kertas putih bersih yang siap untuk diisi berbagai catatan dalam kehidupannya, namun bayi yang mengidap HIV seolah terlahir dengan kertas buram yang compang-camping. Sebuah nama belum sempat dimilikinya tetapi sebuah julukan telah menempel dibelakang namanya, yaa…anak ODHA (sebuah sebutan untuk orang dengan HIV/AIDS. Kesuciannya ternoda entah karena kesalahan orang tua atau karena hal lain, yang pasti perjalanan begitu terjal yang akan dilalui olehnya dimasa yang akan datang.

(Sampai postingan ini ditulis darah Lara dan bayinya masih diperiksa untuk pemeriksaan lab lanjutan dan akang masih berharap hasil tes HIV mereka  negatif……Ya Alloh Engkaulah yang Maha Berkehendak!!!)

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Terlahir Dengan HIV Positif (Kisah Nyata…!)

  1. bundamuna berkata:

    saya jadi nyimak tulisan akang sampai sini…
    hanya bisa prihatin dg keadaan seperti ini.. sungguh Alloh itu Maha Berkehendak dan Maha Mengetahui untuk apa dan bagaimana yg terbaik untuk hamba-hambanya😦

  2. asmain berkata:

    semogha hsilnya negatif

  3. yunie berkata:

    Ya Allah… sedih baca ini, semoga di berikan kesabaran dan kekuatan😦

  4. tuaffi berkata:

    semoga negatif. Amiinn..

    Dan apakah sekarang sudah ada berita terbarunya?

    • abi_gilang berkata:

      Kebetulan saya sendiri petugas lab dan saya tahu pasti bahwa untuk mengeluarkan hasil HIV positf itu harus melalui prosedur yang ketat. Sehingga saat hasil tes konfirmasi memberi hasil positif juga saya tidak terlalu kaget. Sebenarnya jika diketahui kedua orang tua mengidap HIV diawal kehamilan maka teknologi sekarang bisa mengupayakan bayi yang dikandung tidak terpapar HIV. Sudah banyak terjadi di luar negeri anak dari pasangan pengidap HIV tidak terpapar HIV.

  5. Ditter berkata:

    Innalillahi…. Masya Allah…. Saya turut prihatin dengernya….. Nggak tahu harus ngomong apa…. Semoga keluarga yg bersangkutan senantiasa diberi jalan oleh Allah swt, amin….

  6. mandor berkata:

    Astaghfirullah ya Allah
    Apakah hal yang menyebabkan terjangkitnya virus HIV pada sang bayi itu ?
    Semoga ada keajaiban Tuhan bagi sang Bayi

    • abi_gilang berkata:

      Kalo pada bayi baru lahir kemungkinan besar terpapar dari ortunya soal ortunya kena darimana akang juga nggak tahu, makasih kunjungannya , akang masih nunggu cerita perempuan desir angin-nya loh he he

  7. irfan handi berkata:

    Astaghfirullahal’azim…
    Kenapa itu bisa terjadi mas? Saya turut prihatin sama si kecil, semoga diberikan kekuatan dan kesembuhan. Amin…

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s