Cerita Lara : Atas Nama Cinta

Memegang rahasia bukanlah perkara yang mudah karena mempunyai konsekuensi yang terkadang berat untuk ditanggung sendiri, hal ini yang dialami uwa tentang penyakit HIV yang diderita Lara adiknya. Setelah cerita kelahiran bayi yang menyedihkan berakhir dengan pulangnya Lara dan bayinya ke rumah maka persoalan sesungguhnya baru dimulai. Dengan perasaan yang tidak begitu yakin uwa memutuskan untuk menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi terhadap Lara kepada saudara kandungnya yang lain. Akang dan istri tidak kuasa mencegah rencana uwa yang satu ini, kami hanya bisa berharap semoga derita Lara tidak bertambah dengan bocornya rahasia tentang penyakit HIV yang diderita dirinya dan sang bayi. Namun rupanya hidup ini sering berjalan dengan logika yang tak logis, kekhawatiran akang akan penolakan yang dilakukan saudara-saudara Lara ternyata samasekali tidak terjadi. Mereka semua menerima dengan lapang dada walaupun penuh dengan ketidak-yakinan tentang apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Akang seolah mengumpat terhadap diri sendiri tentang kekhawatiran akang yang terlalu berlebihan, entahlah mungkin karena pengalaman akang yang mengenal beberapa orang yang mengidap HIV sampai tahap AIDS dan berakhir hidupnya dengan tragis. Sementara (masih dugaan akang…) saudara-saudara Lara mungkin hanya sedikit mengetahui apa dan bagaimana tentang penyakit HIV ini. Semoga saja dugaan akang ini tidak terbukti dan akang berharap mereka menerima Lara kembali ditengah keluarga tidak lain adalah karena alasan CINTA. Begitulah keluarga yang berada dalam keterbatasan materi terkadang mempunyai hati yang jauh lebih lapang daripada orang berharta. Mereka sadar bahwa walaupun mereka tidak bisa banyak membantu dalam hal materi tetapi ikatan cinta dalam keluarga jauh lebih berharga daripada sekedar bantuan rupiah.
Satu beban pun kini telah terangkat dari akang yang juga menyimpan rahasia yang satu ini. Tidak terasa batin ini menjerit manakala pertama kali melihat wajah sang bayi yang kini telah diberi nama Muhammad Rizki Hidayat oleh kedua orang tuanya. Jeritan kepada Sang Maha Pemegang Takdir semoga anak yang tidak berdosa ini bisa menjalani hidup dengan beban yang telah ditanggungnya sejak pertama kali lahir kedunia ini.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Cerita Lara : Atas Nama Cinta

  1. bundamuna berkata:

    semoga Lara dan bayinya bisa hidup dg ‘normal’ bersama keluarga dan lingkungan dimana mereka tinggal…

  2. Ping balik: Aib Itu Bernama HIV | Belajar Kehidupan

  3. niefha berkata:

    aamiin…
    ada film drama jepang, Kang. Film lama: 1 little of tears.
    based on true story
    en disitu juga digambarkan bagaimana keluarga memegang peranan sangat penting dalam memberikan support untuk putri pertama mereka yang sakit. saya lupa nama penyakitnya. *maap.

    • abi_gilang berkata:

      Mengidap penyakit yang bersifat “dogmatis” atau ber-efek psikologis terasa lebih berat karena seringkali bukan hanya penyakitnya yang harus ditangani tetapi dampak mentalnya juga harus dipikirkan. Maaf baru sempat online setelah agak terkendala pulsa he he he he

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s