Kejutan Dari Sang Wali Kelas

“…N’dil..! Bu Dede (wali kelas kita dulu) nanyain nomor telp ente tuh katanya ada perlu…nih no tlp-nya 081320XXXXXX…”
Begitulah isi sms yang akang terima dari seorang teman sekelas waktu SMA dulu. Perasaan kaget dan bingung langsung menyelimuti pikiran ini. Seorang wali kelas yang telah berpisah sejak tahun 1995 dan berjumpa terakhir tahun 2002 dalam suatu acara reuni dan tidak sempat bicara secara personal tiba-tiba menanyakan nomor telpon yang bisa dihubungi. Secara tak sadar akang baru teringat sekitar satu jam sebelumnya menerima suatu panggilan telepon yang tidak terjawab dan ternyata nomor yang tertera sama dengan nomor telepon yang diberikan oleh teman akang. Semakin bingung saja akang dibuatnya, hal penting apa yang membuat beliau tiba-tiba mencoba menghubungi begitu rupa. Dalam rumus yang umum seorang guru mengingat muridnya karena 2 hal yaitu murid yang berprestasi atau murid yang bandel, sedangkan akang tidak termasuk kedua kriteria tersebut. Akang tidak punya prestasi yang bisa membuat selalu diingat guru tetapi juga bukan murid bandel yang sering bolak-balik ke ruangan guru BP.
Sempat berdiskusi dengan istri tentang hal apa yang bakal beliau sampaikan jika berhasil menghubungi akang. Dugaan pertama adalah semua ini ada hubungannya dengan Gilang tetapi setahu akang beliau tidak tahu tentang keadaan Gilang yang menyandang Cerebral Palsy. Tiba-tiba istri akang nyeletuk sekenanya “..mo pinjem duit kali Yah!!”, akang langsung tertawa mendengar kata-kata istri karena kebayang aja seseorang guru yang tidak pernah bertemu bertahun-tahun dengan muridnya tiba-tiba mencari hanya untuk sekedar meminjam uang, lagipula saat SMA dulu akang termasuk kasta sudra di kelas tersebut he he. Dugaan lain timbul saat mengingat beliau adalah guru kimia, akang menduga beliau mencari bahan2 kimia untuk praktek dan mencoba mencari bantuan kepada bekas muridnya yang bekerja di laboratorium atau semacamnya. Berbagai dugaan yang timbul tetap saja berujung jawaban : TIDAK MUNGKIN.
Akhirnya akang memutuskan untuk menghubungi beliau langsung ke nomor yang diberikan teman akang. Sambil mendengar nada tunggu hati ini begitu bingung dan penuh dengan rasa penasaran, tetapi ternyata panggilan telepon tidak dijawab. Akang menyangka beliau sedang sibuk dan hal ini sedikit membuat perasaan lega karena akang punya alasan untuk menghubunginya lewat SMS saja. Ternyata jawabannya sangat mengejutkan beliau hanya menanyakan kabar akang sekarang dengan pertanyaan biasa seperti bekerja dimana? tinggal dimana? anaknya berapa?. Hilang sudah rasa penasaran akang sebelumnya terhadap ibu guru wali kelas ini. Beliau pun bilang bahwa sangat senang mendapat kabar bahwa murid-murid yang sekelas dengan akang sudah banyak yang sukses di berbagai bidang. Pesan singkat akang kirimkan dengan sedikit kesulitan karena memakai bahasa sunda halus padahal sudah lama sekali akang tidak memakai bahasa seperti itu. Sebagaimana bahasa daerah lainnya dalam bahasa sunda juga ada tingkatan bahasa yang berbeda untuk orang yang lebih tua, untuk orang yang lebih muda dan yang dianggap setara. Setiap kali pesan dibuat maka berkali-kali akang mengulang isi pesan tersebut dengan membacanya seolah sedang berbicara langsung dengan orangnya. Jika menemui kata-kata yang sudah lupa bahasa halusnya maka terpaksa akang mengganti kalimat dengan kata lainnya yang dianggap mempunyai maksud sama. Begitulah saling kirim pesan antara akang dan beliau terjadi.
Diakhir pesan beliau meminta maaf jika telah mengganggu waktu akang untuk saling kirim pesan, sungguh suatu permintaan maaf yang tidak perlu disampaikan karena akang begitu tersanjung bisa saling berkomunikasi dengan beliau walau hanya lewat pesan singkat. Dalam hati akang memaki diri sendiri yang telah menyangka yang bukan-bukan terhadap beliau. Yang tertinggal hanyalah rasa bangga dan kagum akang terhadap beliau yang penuh perhatian terhadap muridnya walau telah terputus kabar bertahun yang lalu. Saat akang melakukan sedikit investigasi terhadap teman2 akang yang lain ternyata diketahui bahwa tindakan beliau itu biasa dilakukan jika bertemu dengan seorang bekas muridnya untuk menanyakan kabar teman yang lain dan sekalian meminta nomor teleponnya.
Itulah pelajaran hidup yang akang dapatkan kemarin dari seorang guru yang pernah menjadi wali kelas akang saat bersekolah di SMA Negeri 1 Sumedang. Ternyata setelah tidak bisa mengajar di kelas pun beliau tetap memberikan pelajaran yang bahkan lebih bermanfaat selain ilmu kimia yaitu pelajaran tentang hidup.
Yaa Alloh…limpahkanlah selalu kesehatan dan keberkahan dalam hidup untuk beliau dan semua guru yang telah mendidik hamba selama sekolah dulu…Amiiin!!

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Kejutan Dari Sang Wali Kelas

  1. sandi berkata:

    terharu akang saya jg alumni SMAN 1 Sumedang
    bu dede kimia kang top bngt

  2. Asop berkata:

    Saya ikut mengamini doa yang ada di paragraf terakhir.😥

  3. nandobase berkata:

    Guru sebaik itu pantas mendapatkan doa dari semua mantan muridnya.🙂 *haru*

  4. tuaffi berkata:

    Amiiinn..🙂

  5. Fikri berkata:

    Wah, [mantan] guru yang patut diteladani dan sangat menginspirasi. Jarang ada orang yang berusaha menjalin silaturahmi sampai demikian…

  6. Kang Java berkata:

    Karena jasa guru sangat mulia, tanpa mereka kita tak akan menjadi orang pandai. Bahkan mereka akan sangat bangga melihat anak didiknya pandai melebihi mereka…..

    Kunjungan balik sob…
    Salam hangat dari Jogja😀

  7. Darmanto Muat berkata:

    guru adalah guru dan selamanya tetap menjadi guru..
    luar biasa gurunya akang, tetap mendidik meski sudah lama tak bersua..
    sangat menginspirasi akang, saya juga guru..patut diteladani sikap yg demikiian..🙂🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s