Gilang Di Hari Penyandang Cacat Sedunia

Hari ini tanggal 4 Desember selalu diperingati sebagai Hari Penyandang Cacat Sedunia, sebagai ayah dari seorang anak yang juga mengalami kecacatan entah perasaan apa yang dapat akang ungkapkan pada hari ini. Kegembiraan tidak merupakan perasaan yang tepat pada hari ini, apakah yang bisa menyebabkan hari ini akang merasa gembira? Tidak mungkin akang merasa gembira karena mempunyai seorang anak cacat. Seperti kebanyakan hari-hari lain yang mengandung peringatan seperti yang baru kita peringati pada tanggal 1 Desember kemarin yaitu Hari HIV / AIDS sedunia. Akang hanya menganggap bahwa penentuan hari penyandang cacat sedunia sebagai momen untuk menggugah kesadaran dari para pemangku kepentingan terutama yang memegang kekuasaan (pemerintah) bahwa manusia penyandang cacat adalah bagian dari kemanusiaan seluruhnya. Sebutan bagi mereka sebagai manusia tidak sempurna menurut akang sangatlah tidak tepat karena tanpa manusia-manusia seperti mereka maka nilai kemanusiaan itu tidak akan sempurna..
Hampir sepanjang hari ini akang menemani Gilang di rumah karena sedang libur, anggap saja sebagai upaya akang memperingati hari penyandang cacat sedunia yang sedang menghiasi pemberitaan di televisi sepanjang hari ini. Yaa menonton televisi menjadi menu kegiatan tadi siang, melihat kegiatan para penyandang cacat di berbagai kota besar dengan melakukan gerak jalan, atau menaiki kendaraan yang telah di modifikasi. Bagi penyandang cacat kata “memodifikasi” tidak hanya berlaku untuk kendaraan saja, banyak peralatan penunjang hidup yang harus dimodifikasi sendiri agar sesuai dengan kemampuan sendiri. Kebanyakan usaha modifikasi peralatan dilakukan oleh keluarga sendiri dengan banyak tantangan yang harus diatasi. Modifikasi alat seringkali terkendala oleh kelangkaan bahan baku, tukang/ahli yang kurang mengerti kebutuhan penyandang cacat, harus memperhatikan aspek terapi dari setiap alat yang digunakan, dll. Kesulitan seperti inilah yang tidak banyak diketahui oleh orang lain. Masih teringat saat akang membuat alat berupa kursi yang ditujukan untuk melatih kekuatan tulang punggung ternyata setelah alat selesai dibuat harus dirombak total karena tidak baik untuk terapi penguatan otot paha.
Keluhan tentang fasilitas umum yang peduli penyandang cacat pun kembali disuarakan. Keluhan yang sama yang setiap tahun selalu digaungkan dan hasil yang didapat dalam setiap tahun pun tidak tampak. Bayangan kota-kota di Jepang yang konon merupakan negara yang paling peduli dengan fasilitas umum bagi penyandang cacat dan manula selalu hanya jadi cita-cita yang masih jauh dari kenyataan di negeri ini. Memang terlalu berlebihan jika akang berharap demikian karena kenyataannya di negeri ini sebuah jembatan yang direncanakan bertahan untuk seratus tahun ternyata baru sepuluh tahun sudah ambruk. Kini akang harus membuang jauh-jauh harapan yang terlalu tinggi tersebut dan fokuskan perhatian pada Gilang yang tak pernah menyadari bahwa ribuan orang didunia memperingati satu hari dalam setahun sebagai Hari Penyandang Cacat Sedunia.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Gilang Di Hari Penyandang Cacat Sedunia

  1. andhien berkata:

    setiap mahluk atau apa saja yang diciptakan Allah adalah sempurna…. hanya manusia saja yang kadang tidak mangetahuinya…..

  2. Budi Nurhikmat berkata:

    Salut buat Gilang dan Abi_Gilang more than a TEAM….. like a Dream Team !!!

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s