Sabar Yaa Mah!!!


“Sabar ya..Mah!!”
Hanya itu kata yang sanggup akang ucapkan saat melihat Istri akang tergolek di IGD. Masih memakai seragam yang tadi pagi dikenakannya istri akang terbaring dengan selang infus telah terpasang dilengan kirinya. Wajahnya lebam dan bengkak yang menutupi sebelah matanya, terdapat luka memar di tangan kiri berwarna kebiruan. Celana panjang yang dipakainya compang-camping tergerus aspal hingga kulitnya tergores disana-sini. Kesadarannya belum begitu pulih dan selalu berkata lupa apa yang telah terjadi pada dirinya. Pusing adalah keluhannya yang paling terasa disertai dengan muntah-muntah, walaupun telah diberi obat yang dimasukkan lewat anus namun tampaknya belum berhasil menghilangkan rasa pusing tersebut. Untuk menghilangkan kekhawatiran tentang adanya kerusakan diotaknya maka dokter memutuskan untuk melakukan CT-Scan, karena disana belum tersedia alatnya akhirnya scanning dilakukan di RS Azra yang berjarak tidak terlalu jauh dari sana. Setelah mendapatkan penanganan kegawat-daruratan seperlunya kemudian istri akang dimasukkan ke ruang perawatan untuk penanganan selanjutnya.
Minggu pagi berjalan seperti biasanya, kami berdua hendak berangkat kerja dan mempersiapkan segala keperluan. Jam 06.10 Istri akang berangkat lebih dulu dengan Mio merah-nya menuju arah Bogor tempatnya bekerja di sebuah rumah sakit swasta. Tak lama kemudian akang juga berangkat tapi ke arah Ibukota. Sepanjang perjalanan tidak banyak hambatan karena memang seperti biasanya jika hari minggu pagi kendaraan yang lalu-lalang jumlahnya sedikit. Jam 07.10 adalah waktu yang muncul di layar saat akang melakukan absen finger print. Di tempat parkir motor pun banyak tempat kosong tersedia, tidak seperti pada hari kerja yang biasanya sulit mencari tempat parkir. Tiba-tiba ponsel akang berdering memunculkan nomor yang belum ter-memori di ponsel. Sempat terpikir bahwa yang menelpon adalah Pak Suhardiman, seorang pengunjung blog ini yang sehari sebelumnya menanyakan nomor telpon akang untuk sharing tentang anaknya yang mengalami pecah pembuluh darah otak.

“Assalamu’alaikum ini dengan Pak Ade suaminya Bu Cicih?”
“Iya benar Pak..ini siapa?”
“Pak..Istri Bapak kecelakaan dan jadi korban penjambretan, posisi saya di daerah Kemang deket Al Mubarok ”

Kepanikan langsung akang rasakan sehingga tidak sempat berpikir panjang dan hanya mengatakan bahwa akang akan segera meluncur kesana padahal jarak dari tempat akang ke TKP kurang lebih 30 km. Akang bergegas ke lab untuk memberitahu rekan kerja bahwa mungkin hari itu tidak masuk kerja. Dari lab akang menelepon balik nomor yang tadi masuk dengan harapan ingin bicara langsung dengan Istri namun orang tersebut mengatakan sepertinya akang tidak bisa bicara langsung karena Istri Akang shock berat. Segera akang menelepon ke mertua yang posisinya lebih dekat ke TKP agar segera mendatanginya.
Sepanjang perjalanan pikiran ini terus membayangkan apa yang terjadi pada Istri Akang. Setiap ada dering ponsel akang langsung berhenti karena khawatir telepon tersebut mengabarkan keadaan Istri akang. Empat kali telpon selama dalam perjalanan membawa akang untuk langsung menuju IGD RSIA Hermina karena kabarnya istri akang telah dibawa ke rumah sakit. Saat melewati tempat kejadian yang disebutkan penolong sudah tidak terlihat ada orang berkumpul atau tanda-tanda bekas kecelakaan.
Setelah melakukan sedikit investigasi ternyata istri akang sempat mengatakan bekerja di RS Hermina sehingga si penolong bisa menghubungi rumah sakit dan langsung mengirimkan petugas untuk menjemput istri akang. Menurut informasi penolong istri akang sepertinya dijambret tas-nya sehingga terpental dari motor. Tas yang berisi sejumlah uang dan surat2 seperti STNK, SIM, KTP dll pun akhirnya berpindah ke tangan penjambret yang sudah kehilangan hati nurani. Memang sudah kebiasaan istri akang memakai tas selendang dan diletakkan dibagian belakang tubuh saat naik motor. Menurut perhitungan akang istri akang tidak sadarkan diri hampir selama 45 menit karena dia baru sadar saat mertua akang tiba disana. Informasi yang didapat tidak begitu jelas karena sampai postingan ini dibuat pun istri akang selalu bilang lupa saat terakhir dia dalam keadaan sadar sebelum kejadian dan akang menganggap mungkin nanti dia bakal ingat lagi apa yang sesungguhnya terjadi.
Jam 24.00 saat istri akang sedang tidur barulah akang menyempatkan diri untuk berbagi cerita ini kepada teman-teman blogger supaya hati-hati jika mengendarai motor sendirian terutama untuk para wanita.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

26 Balasan ke Sabar Yaa Mah!!!

  1. drajat berkata:

    Memang kita kudu hati-hati.Diluar sana ada orang-orang yang mencari uang dengan menghalalkan cara-cara kotor.Semoga lekas sembuh….

  2. Ping balik: Amnesia : Mata Rantai Yang Hilang | Belajar Kehidupan

  3. CacingBongas berkata:

    smg teteh lekas sembuh ya kang,,,

  4. kece's berkata:

    Semoga teteh cepat sembuh dan kembali normal seperti semula ya kang..

  5. ~Amela~ berkata:

    astagfirllah.. di tiap cobaan pasti ada hikmahnya..
    semoga teteh cepet sembuh ya kang….

  6. Orin berkata:

    Duh Akang, nuhun udah diposting di sini ya, coz aku jg bawa motor sendiri dan sering pake tas selempang di belakang, harus esktra hati2 ya memangšŸ˜¦

    Semoga Teh Cicih segera pulih ya Kang. Aamiin..

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s