Irma Jeje Rekan “Korea” Ku

Demam korea yang melanda negeri ini begitu jelas terlihat dalam dunia hiburan di media televisi. Munculnya puluhan grup penyanyi yang lebih dikenal sebagai boy band dan girl band disinyalir sebagai imbas dari merebaknya demam budaya korea yang melanda bukan hanya di negeri ini bahkan diseluruh dunia. Memang budaya pop di Korea atau yang disebut K-pop bukan muncul secara mendadak melainkan telah berproses dengan cukup lama untuk mencapai kejayaan seperti sekarang ini. Begitulah sedikit info yang akang dapat dari seorang Kpop lovers (begitu akang menyebutnya) yang tidak lain adalah rekan kerja akang di lab. Dan kali ini akang bercerita sedikit tentang dia sebagai seorang Kpop lovers.

Irma Jeje….adalah nama yang dikenal oleh teman-teman sesama Kpop lovers.  Kata “jeje” diambil dari inisial artis idolanya yang bernama Jaejoong (lebih terdengar Jae Ju)  salah satu anggota boy band  JYJ. Penggunaan kata seperti ini dibelakang nama panggilan sudah menjadi identitas tentang artis mana yang menjadi idola seorang Kpop lovers, sehingga akan banyak nama lain seperti Santi Jeje, Maya Jongie, Rina Hero, Vina Yoochun dan lainnya. Irma mengaku mulai menyukai segala sesuatu yang berbau Korea sejak SMA. Dimulai dengan menyukai drama Mandarin seperti Meteor Garden yang begitu fenomenal sekitar tahun 2000-an. Drama yang menampilkan F4 sebagai bintang utamanya sangat digemari oleh barbagai kalangan remaja saat itu. Keberhasilan drama Mandarin ini disusul oleh datangnya serbuan drama korea yang mulai menghiasi layar kaca seperti Winter Sonata, Endless Love, Full House dll. Kegemaran dia pun beralih kepada drama Korea yang menampilkan artis dan aktor dengan penampilan yang khas HALLYU WAVE.

Di bidang musik, seorang penyanyi Korea yang paling digemarinya tentu saja orang yang namanya disematkan dibelakang namanya sendiri yaitu JaeJoong (Jeje). Pada awalnya Jeje tergabung dalam band yang disebut DBSK (DongBangShinKi) yang kemudian terpecah dan sebagian anggotanya membentuk band JYJ ini. Hingga saat ini banyak penyanyi-penyanyi dan band-band lain yang dia sukai karyanya. Seperti penggemar lainnya tidak heran jika dia mempunyai hampir semua koleksi yang wajib dimiliki oleh seorang Kpop lovers seperti foto-foto, kaset, cakram padat dan pernak pernik lainnya. Seiring perkembangan teknologi koleksi lagu-lagu dan drama seri korea kini memenuhi semua memori yang terdapat dalam laptop-nya, HP-nya, bahkan semua flash disk yang dimilikinya penuh dengan hasil unduh-an internet. Twitter yang di-follow dan semua grup didalam situs pertemanan yang berkaitan dengan artis Korea dia ikuti. Bahkan dalam beberapa kali kesempatan dia rela menonton artis pujaannya walaupun sedang konser di negeri orang. Dengan keunikannya ini Irma menjadi sosok berbeda dilingkungan tempat akang bekerja yang bisa dibilang jauh dari hal-hal seperti itu karena kebanyakan pekerjanya sudah cukup tua dan telah melewati masa-masa remaja.  Walaupun kebanyakan dari rekan akang pernah mengalami masa-masa remaja namun ke-fanatik-an Irma terhadap artis Korea sering dianggap sudah tidak wajar (tentu saja itu menurut pendapat kami).

Sejak 4 bulan terakhir dia begitu sibuk terlibat dengan sebuah “proyek” mendatangkan satu grup band dari negeri ginseng yang disebut CNBLUE. Setiap ada kesempatan dia bercerita tentang perkembangan proyeknya, baik itu kabar gembira ataupun kabar yang kurang menyenangkan baginya. Dari ceritanya pula akang sedikit mendapat wawasan tentang bagaimana suatu Event Organizer mendatangkan artis dari luar negeri. Kali ini dia terlibat untuk mengurus masalah transportasi mulai dari kedatangan sang artis beserta kru di bandara, selama berada di Jakarta hingga nanti terbang lagi ke negaranya sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya. Berbagai keluhan kerap kali akang dengar dari mulutnya, mulai dari sang artis yang minta disediakan mobil Korea padahal dia sudah menyediakan mobil Alphard (tentunya made in Japan), tentang manajer yang saat tiba di bandara telah disediakan mobil mewah tetapi malah memilih mobil yang biasa untuk ditumpangi sehingga mobil mewahnya hanya dipakai untuk membawa kopernya.

Rapat-rapat yang dilakukan hampir setiap akhir pekan memaksa dia tidak bisa bekerja lembur di lab sebagaimana biasa dia lakukan. Suara ponsel kerap berbunyi ditengah-tengah aktifitas kerjanya sehari-hari baik berupa pesan singkat, BBM-an ataupun telepon. Semakin mendekati hari H semakin tambah sibuk aktifitasnya, bahkan dia rela menolak ajakan temannya untuk menonton sebuah acara anugerah musik di Singapura yang ditujukan khusus untuk artis-artis korea. Alasan penolakan ini karena dia ingin fokus untuk menyukseskan proyek yang sedang dikerjakannya. Namun rencana tinggal rencana proyek yang diperjuangkannya begitu lama harus berakhir mengecewakan karena dihari-hari terakhir akan berlangsungnya konser yang rencananya akan digelar tanggal 26 Nopember 2011 tiba-tiba dibatalkan. Kekecewaan jelas terlihat diwajahnya bahkan dia selalu menangis manakala ditanya penyebab kegagalan proyeknya. Akang dan rekan lainnya sempat berpikir sepertinya dia akan kapok untuk terus menyukai artis korea namun perkiraan akang dan rekan meleset karena baru saja merasa dikecewakan oleh artis Korea dia langsung memesan tiket untuk suatu acara konser salahsatu artis Korea di Singapura. Akang pun hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah lakunya dan tidak lupa meminta oleh-oleh darinya jika pulang dari menonton konser tersebut.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Irma Jeje Rekan “Korea” Ku

  1. Mila berkata:

    saya pernah jadi maniak korea, sampai ngebet Beajar tulisan korea🙂

    tapi seiring waktu, saya heran koq sekarang ga terlalu tertarik yah😛

  2. Segara Ega berkata:

    Saya juga punya teman dekat yang suka bgt sama korea kang… memang sudah kayak virus bgt penyebarannya

  3. Ahmad Alkadri berkata:

    Kalau saya dari awal dulu nggak begitu suka Korea… meskipun nggak di rumah, di kampus, di mana-mana dikepung sama para penggemar Korea, saya tetap saja nggak bisa menyukai mereka😦

    Dan memang, kalau orang udah ngefans itu memang beda ya. Meskipun dikecewakan, tetap saja masih suka. Hadeuh… titip salam aja ya mas buat si Irma😀

  4. lipminnie berkata:

    yg CNBLUE emg gak jdi dteng sama kyak JYJ kmaren.
    tapi yg namax dah suka apapun rela dilakuin,palagi kalo da fanatik.
    q juga penggemarx JYJ Jaejoong from DBSK.
    orgnya ganteng+cantik,bkin ngiri lah pkoknya.
    DBSK cuma pisah sementara kok,kami(Cassieopeia) percaya mereka bkal blik br-5.
    ^_^v

  5. della berkata:

    Aku juga suka film-film Korea dan beberapa lagunya, aku juga suka SNSD dan Super Junior, tapi cuma segitu aja, sih. Kalau sampai mengoleksi ini-itunya, kayaknya kok berlebihan, ya. Dari remaja dulu emang nggak pernah segitunya kalau suka sebuah grup. Suka ya suka aja, tapi nggak ngoleksi apa-apanya.
    Kalau sekarang sih, malu sama umur juga😀

  6. choirul berkata:

    wah korea emang lagi panas-panasnya yak… tapi aku g mengikuti sih….

  7. gustavie berkata:

    Penggemar Korea juga ya… keren deh🙂 ngomong2, aku ada info nih, kalo kamu suka Korea ada kesempatan jalan2 ke Korea gratis. Caranya ikutan aja event My Korea Winter Story di FBnya Korea Tourism Organization Indonesia. Hadiah utamanya jalan-jalan ke Korea lho, siapa tahu beruntung. Salam kenal ya, mampir juga ke blog saya🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s