Tahun 2011 : Tahun Pengakuan


“Balita” adalah suatu kata yang sangat erat kaitannya dengan tahap tumbuh kembang seorang manusia. Kurun waktu lima tahun sering disebut sebagai masa keemasan bagi perkembangan seorang manusia dan sangat berpengaruh besar terhadap kesuksesan dimasa selanjutnya. Pernyataan ini didukung oleh banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari berbagai bidang. Pakar neurolog mengatakan bahwa 60% otak manusia berkembang sampai kurun waktu 5 tahun dan semakin menurun seiring meningkatnya usia. Ada lagi pakar lain yang menyatakan bahwa untuk bisa berjalan secara sempurna maka seorang manusia butuh 3 juta langkah sebelum usia 6 tahun. Berbagai pendapat lain yang senada semakin meyakinkan bahwa memang kurun waktu lima tahun pertama adalah sebagai pondasi untuk membangun manusia secara fisik dan psikis.

Di tahun 2011 ini Gilang berusia 5 tahun, sebagaimana disebut di paragraf pertama Gilang telah berada ditepi masa keemasannya. Pada tahun pertama kehidupan akang bersama Gilang, doktrin tentang “balita” yang akang ketahui ditambah doktrinasi dari dokter2 yang menangani Gilang sungguh menjadi minyak yang bisa menyalakan semangat akang dalam kegelapan Cerebral Palsy. Lima tahun adalah kurun waktu yang akang yakini sebagai ujung pencarian sinar yang bisa menghilangkan kegelapan hidup Gilang. Seperti sebuah pencarian mutiara di samudera, lima tahun adalah jumlah oksigen yang disiapkan untuk Gilang mencari mutiara di dasar samudera. Jika selama itu tidak mendapat mutiara yang diinginkan maka tinggal do’a yang bisa terucap semoga Tuhan berkenan mengangkat mutiara itu ke permukaan samudera.

Sibuk, letih, penat, sakit, repot, hujan, terik, badai dan ribuan kata lainnya tidak akan pernah sepadan dengan satu kata “GAGAL”. Memang tidak mudah untuk mengakui sebuah kegagalan terutama dalam menggapai sesuatu yang paling berharga untuk orang yang kita cintai. Kegagalan bukanlah kata yang pantas dinisbatkan untuk Gilang karena kata itu hanya pantas ditanggung oleh akang yang dititipi Gilang. Walaupun kini Gilang belum menemukan mutiaranya, belum menemukan terang menemani langkahnya. Tetapi apapun keadaannya akang tidak akan membiarkan Gilang tenggelam didasar samudera demi mutiara impiannya. Mutiara untuk Gilang mungkin ada disini, diantara riak ombak yang tersiram cahaya rembulan.
(Sebuah catatan akhir tahun untuk Gilang)

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Tahun 2011 : Tahun Pengakuan

  1. pangi berkata:

    Akang menetes air mata saya… entah komentar apa yang bisa saya tulis kok keadaan saya tidak jauh berbeda dengan akang klu angk Punya Gilang saya punya Ahmad Taufiq kang…

  2. abi_gilang berkata:

    @Bensdoing: Terima kasih dukungannya
    @Mila :Semoga kami bisa tetap ikhlas..makasih!!!
    @Amela : Amiiin!

  3. ~Amela~ berkata:

    tetep semangat dan yakin kang.. jika pun bukan mutiara, insyaAllah ada intan permata untuk gilang, yang cahayany lebih cerah dan terang😀

  4. Mila berkata:

    Gilang sudah mendapat yang terbaik untuk hidupnya, orang tua yang baik seperti akang🙂

  5. bensdoing berkata:

    smoga gilang terus diberi kesehatan ya Kang….dan tumbuh spt bocah2 yang lainnya…aamiin !
    salam ukhuwah !

  6. yisha berkata:

    gilang pasti baik baik saja, kang, asalkan akang juga baik baik saja 🙂

  7. Datang hanya ingin mengucapkan.
    Selamat Tahun Baru 2012.
    Semoga Tahun 2012 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Amin.
    Salam persahabatan selalu.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s