Belajar Dari Buya HAMKA


Ilmu dari seorang ulama besar memang tak akan pudar dimakan waktu walaupun tertulis disebuah buku tua. Itulah hal yang terlintas dipikiran akang saat membuka sebuah koleksi buku akang yang terlihat sudah usang dan kumal. Sebuah buku berjudul “FALSAFAH HIDUP” yang merupakan cetakan ke-7 yang diterbitkan pada bulan Juni 1970 oleh penerbit PT.DJAJAMURNI. Ditulis oleh seorang ulama besar di negeri ini yang sangat tidak asing bagi kita yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrulloh atau yang lebih dikenal dengan sebutan Buya HAMKA. Pada bagian yang akang baca tertulis pendapat beliau tentang bagaimana seluk-beluk persahabatan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sekian banyak uraian akang ingin berbagi sebagiannya dengan sahabat blogger.
Sjarat2 teman setia sekurang-kurangnja 10 perkara :
1. Djangan ada maksud jang tak djudjur (udang dibalik batu).
2. Hendaklah dia streng kepada kita pada waktunja, tidak mengambil-ambil muka, bersikap terus terang, bukan mengia-iakan perbuatan kita, padahal njata salah. Sanggup dia menjalahkan pekerdjaan kita jang salah, walaupun pahit bagi kita menerimanja.
3. Kalau perlu, dia suka berkorban untuk kita pada waktunja, sebagaimana kesanggupan kita berkorban untuknja pula. Djangan hanja menerima sadja, hendaklah sanggup pula memberi.
4. Tahan hatinja melihat perangai kita jang kerap kali berobah-obah, tabiat buruk jang ada pada tiap2 orang, sehingga tidak segera dia naik darah melihat keburukan itu. Bahkan dia sabar. Kelak apabila dating angina baik suka dia menundjukkan kesalahan kita itu dengan laku jang patut.
5. Dia terus terang kepada kita, tidak pernah membohong, walaupun dengan berdusta itu menurut pertimbangannja akan dapat memelihara hati kita.
6. Dihormatinja rumah tangga kita, dimuliakannja kehormatan kita, dan tidak “lain” pemandangannja kepada isteri kita.
7. Hendaknja lebih utama budinja dari kita, luas akalnya, mulia tudjuannja. Sehingga dibawanja kita keatas, bukan didjatuhkannja kebawah.
8. Kalau perlu, dia sanggup mengorbankan apa jang perlu dan mahal buat kita.
9. Dipersetudjukannja djalan fikirannja dengan djalan fikiran kita.
10. Rahsia kita disimpannja, tidak diupat-digundjingnja dibelakang kita. Zahir dan batinnja sama rata didalam perkara-perkara jang berhubungan dengan kita.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di islam dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

25 Balasan ke Belajar Dari Buya HAMKA

  1. Gerizal berkata:

    Kau harapan islam
    Kesederhanaanmu mengecap kebahagiaan dunia
    Kau ulama’ teragung
    Ketaqwaan dirimu
    Itu yang merantai jiwa ummah

    PERIBADI HAMKA

    Ku ukir rasa kagumku dengan adaptasi sebuah penulisan. Biarpun gambar ketika makan, tiadalah yang dapat ku gambarkan bagaimana kesederhanaanmu meruntun pelbagai jiwa. Biarpun tidak mengenalimu sebagai seorang pemimpin, tetapi dengan hanya melihat dari sudut sebagai seorang manusia, auramu sudah cukup untuk dikagumi.

    Mengapa saat melihat wajahmu bagai ada ‘nur’ terpancar di sebalik kedut-kedut tua?
    Mengapa ramai orang suka menatap gambarmu apatah lagi mengumpulnya sebagai koleksi peribadi?
    Mengapa menatap gambarmu begitu mengasyikkan? Terlalu bermakna untuk dihayati.
    Mengapa keperibadianmu tiada tolok bandingnya?
    Mengapa kesederhanaamu digilai rakyat marhaen?
    Mengapa manusia suka menjadikan dirimu sebagai idola mereka? Dari sejak kecil?
    Mengapa dirimu menjadi bualan masyarakat dunia? Dihormati oleh pelbagai kaum dan agama?

    Jasadmu sentiasa dikenali sebagai seorang Ulama Besar yang paling zuhud dan warak. Pada hampir setiap masa, di mana-mana saja, kopiah/pici dan serban tidak pernah ditanggal.

    Pemimpin yang tahu amanah Allah padanya, tidak sibuk menghimpun harta. Malah lebih mudah menyelami kesusahan hati rakyat. Begitulah kerendahan hati HAMKA menjaga kebajikan umat persis Khalifah Umar Al Khattab.

    Cukup terasa apabila rumahmu hanyalah sebuah rumah kampung biasa seperti yang dimiliki oleh rakyat kebanyakan. Rumah yang tidak berpagar sama sekali dan tiada pengawal keselamatan yang diupah untuk menjaga.

    Cukup terpikat dengan kezuhudan yang hadir membasahi bumi serambi Mekah. Al Azhar bangun bukan bersifat materialistik duniawi tetapi dengan bertunjangkan rohani dalam payungan keberkatan dan keredhaan Allah.

    Biar! Biar rakyat miskin harta jangan sekali-sekali miskin ilmu. Biar rakyat kaya amal soleh. Umpama bintang-bintang di langit, kehidupanmu diteladani buat ikutan umat. Susah untuk mencari pemimpin zuhud di fatamorgana ini, semoga HAMKA guru kesayangan dunia diberi tempat yang baik.

    Mari teman! Jalankan amanah kita. Begitu pentingnya memilih pemimpin yang adil, bersih dan amanah apabila di”highlight”kan yang pertama sekali daripada 7 golongan yang akan diberi perlindungan Allah kelak di dalam Hadis Muttafaq’alaih.

    Sabda Baginda SAW : “Tujuh golongan yang Allah berikan lindungan kepada mereka pada hari yang tiada lindungan melainkan lindungan Allah ; pemerintah yang adil, pemuda yang membesar dalam keadaan beribadah kepada Allah…

    Kenapa pertama sekali facebooker? Penting sangatkah?

    Dr Mustafa Said al Khin dalam kitab Nuzhah al Muttaqin menjelaskan sebab di dahulukan pemerintah yang adil daripada selainnya ialah kerana banyak kebaikan yang berkaitan dengannya.

    Menjadi tanggungjawab asas kepada setiap pemimpin memastikan keadilan ditegak dan dipelihara kerana ia akan memastikan banyak kebaikan dapat dinikmati masyarakat. Banyak sabda baginda menyuruh pemimpin bersifat adil. Nabi SAW bersabda yang bermaksud :

    “Ahli syurga itu ada tiga golongan: pemimpin yang adil serta mendapat taufik, lelaki penyayang dan lembut hatinya terhadap kaum kerabatnya dan orang Islam, dan orang tidak kaya yang mempunyai tanggungan banyak tetapi menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta.” – (Hadis riwayat Muslim)

  2. meutya~halida berkata:

    Suka sekali dengan quota Buya Hamka -Rahimahullah- di atas. Penuh makna.. Thanks for sharing this🙂

  3. irfan berkata:

    mohon kalo copy file falsafah hamka,,,,terima kasih

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s