Khalifah Dan Si Tamak

Pada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz yang sering disebut juga sebagai Khulafaur Rasyidin ke-5 hiduplah seorang bernama Maslamah bin Abdul Malik. Maslamah adalah keluarga terpandang dan terkaya di kalangan Bani Umayah saat itu, sekaligus orang yang paling berlebih-lebihan dalam soal makanan. Mengetahui hal tersebut Khalifah ingin memberi nasehat kepada Maslamah akan keburukan sikapnya itu. Khalifah Umar menyuruh pembantunya untuk menjemput Maslamah ke rumahnya pagi-pagi. Ketika Maslamah sudah datang Khalifah membiarkannya hingga agak siang sehingga Maslamah mulai merasakan lapar.

Setiap kali Maslamah berdiri hendak pamit, Khalifah selalu mencegahnya dan berkata, “Duduklah”. Mau tak mau, Maslamah tetap ada di rumah Khalifah sampai tengah hari. Maslamah berdiri lagi hendak pamit dan Khalifah berkata “Duduklah”. Disaat yang sama Khalifah menyuruh pembantunya untuk memasak tsarid dari adas yang dicampuri daging (makanan tersebut merupakan makanan yang biasa dimakan rakyat jelata pada waktu itu). Tatkala Khalifah melihat rasa lapar telah benar-benar menyerang Maslamah, segera disuguhkan makanan tsarid dan adas itu. Maslamah segera menyantap makanan itu dengan penuh semangat dan lahapnya karena dia memang benar-benar lapar. Ia tidak berhenti makan hingga benar-benar kenyang.

Khalifah kemudian menyuruh pembantunya mengambil makanan itu dan menggantinya dengan makanan yang lebih mahal dan lebih lezat, lalu ia berkata pada Maslamah “Ayo, makan lagi. Ini lebih mewah dan lezat!”. Maslamah menjawab “Aku sudah kenyang.” “Ayo makanlah!” kata Khalifah. “Aku sudah kenyang. Tak mungkin tambah lagi.” Khalifah lalu berkata pada Maslamah, “Lalu, bagaimana dengan perbuatanmu yang berlebih-lebihan dalam makanan dan bersusah payah menceburkan diri dalam neraka, padahal makanan yang sederhana seperti ini saja sudah cukup?”. Setelah kejadian itu Maslamah menyadari kekeliruannya dan kemudian mengurangi kebiasaan berlebih-lebihan dalam makan makanan mewah.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di islam dan tag , , , , , . Tandai permalink.

26 Balasan ke Khalifah Dan Si Tamak

  1. sijagur berkata:

    Sungguh luar biasa khalifah umar bin abdul aziz yang merupakan cucu dari Umar bin Khattab ra. Betapa bijaknya beliau dalam memberikan tausiyah dan teguran dengan cara yang lembut tapi tepat sasaran… Tulisan ini sekaligus mengingatkan saya untuk ga berlebih2an dalam segala hal…hehehe
    Terus berbagi kang…

  2. tuaffi berkata:

    lama gag berkunjung ke rumah Abi Gilang..🙂

    wahh.. setuju, gag boleh berlebih- lebihan.. Toh sudah ada bukti ilmiah kalau makan berlebihan meurunkan kinerja otak malah. hehe

  3. Nurdin Sele berkata:

    Makanlah selagi anda lapar, dan brhentilah sebelum anda kenyang (sabda Rasullah).
    Sukses full.
    Salam Kenal Pak Abi Gilang ….

  4. Sayyidah 'Ali berkata:

    betapa khalifah Umar bin Abdul Aziz begitu perhatian kepada orang disekelilingnya, betapa bijaknya beliau mengingatkan kepada kebaikan.
    salam …

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s