Berbagi Ruang Berbagi Hati

Sudah sebulan terakhir penghuni rumah akang yang tidak begitu luas bertambah satu. “Mak Haji” begitulah biasa ia dipanggil oleh keluarga besar istri akang ingin tinggal di rumah akang setelah baru saja dia berhenti dari pekerjaannya sebagai pembantu. Banyak cerita menarik dari kehidupan Mak Haji yang akang ketahui belakangan ini. Mak Haji berusia tidak kurang dari 70 tahun, menurut pengakuannya ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) selama 45 tahun disebuah keluarga di Jakarta. Akang ulangi sekali lagi bekerja selama 45 tahun hanya pada satu keluarga. Masih menurut pengakuannya gaji pertama yang ia terima sebesar 50 rupiah hingga terakhir meninggalkan keluarga majikannya ia digaji 0 (Nol) rupiah. Hal ini terjadi sebagai bentuk pengakuan untuk Mak Haji yang telah dianggap sebagai anggota keluarga sendiri. Kami memanggilnya Mak Haji karena pada tahun 1994 ia diajak keluarga majikannya menunaikan ibadah haji ke Baitulloh. Sungguh keberangkatannya ke tanah suci sangat tidak disangka-sangka mengingat pekerjaannya sebagai seorang pembantu menyebabkan Mak Haji tak pernah berangan-angan untuk menunaikan ibadah haji.

Kehidupan Mak Haji sebagai PRT dimulai saat ditinggal mati oleh suaminya sedangkan saat itu ia mempunyai tiga anak perempuan yang masih kecil. Anak-anaknya dititipkan kepada adiknya karena ia sendiri bekerja di Jakarta dan hanya bisa pulang sebulan sekali. Kini seorang anak Mak Haji yang pertama telah meninggal, anak yang kedua juga berprofesi sebagai PRT yang mengikuti majikannya tinggal di Malaysia, anaknya yang terakhirlah kebagian tugas untuk mengurus semua cucu Mak Haji. Sungguh hal ini membuat cerita hidup Mak Haji seakan melingkar ditengah perjuangannya membebaskan diri dari jerat kemiskinan.

Memang suatu hal yang tragis bahwa setelah sekian lama bekerja Mak Haji tidak mempunyai rumah tinggal sendiri. Entah hal ini karena Mak Haji tidak mampu membangun rumah atau terlanjur betah hidup dirumah majikannya, mungkin hanya Mak Haji sendiri yang tahu jawabannya. Rumah yang dulu dimilikinya telah lama dijual sedangkan anak-anaknya baru memiliki rumah setelah menikah. Sebagai seorang yang tidak pernah mau menyusahkan orang lain Mak Haji enggan tinggal dirumah orang lain termasuk anaknya sendiri. Mak Haji pun meminta istri akang agar menerimanya bekerja membantu apapun yang dia bisa lakukan di rumah akang. Dia tidak akan meminta bayaran sepeser pun hanya minta diijnkan tinggal dan numpang makan saja.

Pada mulanya akang memang berniat mencari seorang pembantu mengingat dengan adanya Gilar maka tugas Uwa (pengasuh Gilang) menjadi tambah berat. Namun menerima seseorang dengan usia seperti Mak Haji sungguh bukan suatu pilihan yang logis sehingga akang pun bimbang memikirkan permintaan Mak Haji ini. Permintaan Mak Haji akhirnya dikabulkan sungguh bukan karena akang membutuhkan tenaganya tetapi karena akang merasa tidak ada salahnya berbagi ruang dengan seorang yang membutuhkan. Semoga saja ini dianggap sebagai sebuah kebaikan disisi-Nya dan menjadi keberkahan bagi keluarga akang semua amiiin.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , , . Tandai permalink.

18 Balasan ke Berbagi Ruang Berbagi Hati

  1. outbound malang berkata:

    keren gan ..
    setiap muslim kan saudara ..:)
    salam sukses ..

  2. anislotus berkata:

    Amiin Kang! moga banyak barokahnya…
    kalo dilihat gitu saya jadi inet nenek saya… TT

  3. ocekojiro berkata:

    Semoga mak haji bisa betah tinggal disana,,, dan keluarga yang menampungnya selalu mendapatkan cucuran rahmat dar Allah SWT, amin.

  4. Dhenok Habibie berkata:

    emang tidak ada dari anak-anaknya yang mau tinggal bersama mak haji ya kang?? soalnya diusia seperti itu, harusnya mak haji kumpul dengan keluarganya, atau setidaknya tinggal dengan anaknya..

  5. bensdoing berkata:

    barokah keluarga kalo seperti ini kang🙂

  6. tuaffi berkata:

    amiiinn..🙂 wew.. saya pengen kayak akang kalau nanti sudah berumah sendiri, berbagi dengan oranglain..😀

  7. Segara Ega berkata:

    Amin kang. Inspiratif🙂

  8. Dyens Uzumaki berkata:

    sungguh mulia ,apa yg di lakukan akang , ,

  9. Tina Latief berkata:

    wnita perkasa…

  10. Mila berkata:

    Subhanallah….. berbagi dengan sesama sungguh mulia akang🙂

    semoga Allah mencukupkan ya🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s