Liburan (Terpaksa)

Pertanyaan mungkin timbul dibenak pembaca melihat gambar diatas dan judul yang akang buat. Gambar diatas adalah pemandangan satu-satunya yang bisa akang lihat selain televisi yang menyala mulai jam 05 pagi hingga sampai jam 12 malam. Kegiatan akang 4 hari kemarin sangat berbeda dari biasanya, mungkin kegiatan yang sering jadi impian akang sebelumnya. Bangun di pagi hari hanya untuk melaksanakan Sholat untuk kemudian berbaring lagi ditempat tidur. Selang beberapa saat akang disuguhi sarapan pagi yang sesuai dengan pesanan malam sebelumnya, pilihannya adalah bubur ayam, bubur sumsum, nasi goreng, nasi tim ayam. Akang pun sarapan pagi sambil menonton berita olahraga di salahsatu televisi swasta.

Setelah sarapan akang sikat habis, akang melanjutkan dengan melihat geliat Jakarta di pagi hari dari jendela kamar. Setelah bosan maka tempat tidur adalah tempat selanjutnya yang akang hampiri. Perkembangan berita politik menjadi menu selanjutnya yang mengisi memori otak akang hingga datang petugas yang mengantarkan makanan kecil ditemani teh manis hangat yang sehangat dan semanis mbak yang mengantar. Remote control televisi hampir tak lepas dalam genggaman sepanjang hari. Makan siang biasanya datang jam 12 dengan jenis makanan yang lebih lengkap daripada sarapan pagi. Selain nasi putih tersedia juga sayuran dan buah-buahan yang akan sangat cukup untuk memberi energi kepada akang untuk selanjutnya…NONTON TELEVISI lagi.

NatGeo, Discovery Channel, Si Bolang adalah diantara tontonan yang bolak balik akang pelototin. Remote mungkin yang paling mempunyai rasa dendam tinggi kepada akang yang tidak pernah membiarkannya istirahat dengan cukup apalagi disetiap jeda iklan. Remote hanya merasakan ketenangan saat akang mandi, sholat dan tidur. Makan malam rasanya sudah nggak asik lagi untuk diceritakan sebagai kegiatan akang selanjutnya.

Kesenangan yang akang ceritakan diatas tidaklah tanpa gangguan karena selama melaluinya tangan akang selalu terhubung dengan sebuah kantung berisi cairan infus. Satu kali sehari dokter menyambangi kamar akang dengan berbagai perintah kepada suster untuk memberikan obat ini dan itu kepada akang. Setiap 6 jam seorang suster akan mengecek suhu tubuh dan tekanan darah akang sambil dengan sabar selalu menanyakan jika ada keluhan yang akang rasakan.

Itulah kegiatan liburan akang 4 hari terakhir di sebuah Rumah Sakit yang juga menjadi tempat akang mencari nafkah. Sebuah liburan yang dipaksa oleh keadaan, setelah (menurut dokter) akang makan makanan yang menyebabkan GE (Gastro Enteritis) yang dalam bahasa sehari-hari disebut muntaber. Sakit ini juga menyebabkan kegiatan blogging akang menjadi terhambat baik menumpahkan ide baru atau sekedar blogwalking ke blog sahabat.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Liburan (Terpaksa)

  1. Nurdin Sele berkata:

    Gambar Akang Gilang, mengingatkan saya ketika saya diopname di RS Sutomo (Surabaya) Januari sampai Juni tahun lalu. Saya menurut dokter menderita kelenjar getah bening. Jadi saya sempat di kemoterapi sebanyak 6 kali. semua buluh rontok kang, termasuk buluh-buluh ^–^. Setelah sakit baru ingat bahwa alangka nikmatnya kalau kita sehat.
    Ternyata Allah masih memberikan saya kehidupan yang ke dua. Saya mencoba menggunakan kesempatan ini untuk lebih mendekatkan diri kepadanya….. termasuk sesama hambanya.. Insya Allah …

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s