Warna Hidup Baru

Postingan ini melengkapi cerita Mak Haji sebelumnya yang terhambat oleh serangan penyakit yang menyebabkan akang harus dirawat di rumah sakit kemarin.

Jadi komandan upacara
Diusia yang sekarang ini Mak Haji tentu saja mempunyai banyak hambatan fisik dalam melakukan segala sesuatu. Dari semua keterbatasannya yang paling dirasakan adalah pendengarannya yang sudah tidak bagus lagi. Jika berbicara dengannya akang harus bicara dengan keras bahkan seperti membentak, dengan cara itupun seringkali Mak Haji belum faham apa yang dikatakan sehingga akang harus sedikit memberi aba-aba dengan tangan. Misalnya jika menyuruh makan maka ditandai dengan gerakan tangan ke arah mulut. Jadilah akang yang tidak terbiasa bicara dengan suara keras harus sering2 bersuara keras seperti komandan upacara.

Alarm rusak
Mak Haji adalah sosok yang rajin termasuk dalam hal melaksanakan ibdah. Namun demikian Mak Haji tidak faham jika melihat jam dinding apalagi jadwal waktu sholat. Mak Haji hanya mengerti waktu berlalu dengan melihat jarum jam pendek pada jam weker yang disimpan disamping tempat tidurnya. Jika jarum pendek menunjuk angka 3 ia hanya tahu bahwa saat itu jam 3 tanpa mengerti hingga hitungan menitnya. Setiap waktu sholat Maghrib Mak Haji telah memakai mukena setengah jam sebelum jadwal yang ditentukan, kami harus selalu mengingatkan jika waktu sholat belum masuk. Lucunya lagi Mak Haji menanyakan apakah sudah masuk waktu sholat setiap 5 menit sekali, dan hal ini terjadi dihampir semua waktu sholat.

Manula-ku sayang, bayi-ku malang
Suatu ketika Si Uwa melihat mulut Gilar berdarah! Dia sangat khawatir tentang hal itu mengingat dirumah tidak ada akang dan istri jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Uwa segera memeriksa mulut Gilar untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata dimulutnya terdapat beberapa helai bunga berwarna merah yang dikunyahnya. Si Uwa segera memaklumi hal itu terjadi karena Mak Haji memberi bunga itu kepada Gilar untuk dijadikan mainan yang dianggap makanan oleh Gilar.
Di lain waktu Mak Haji memberi Gilar saus yang terdapat pada bungkus makanan ringan bekas Gilang. Gilar pun menangis setelah memakan saus itu sementara ketika ditanya Mak Haji mengatakan dia memberikan makanan itu karena mengira itu memang makanan Gilar. Akang dan istri hanya bisa tersenyum getir mendengar cerita Uwa.

Mendadak Majikan
Puluhan tahun menjadi seorang pembantu rumah tangga membuat sikap mental pembantu telah mendarah daging dalam diri Mak Haji. Hal ini sempat membuat akang merasa risih karena selama hidup tidak pernah diperlakukan sebagai seorang majikan. Kecanggungan akang akan sikap Mak Haji diantaranya karena Mak Haji tidak akan mau makan jika akang belum terlihat makan di rumah. Hal ini memaksa akang untuk segera makan jika tiba dirumah sepulang kerja karena takut Mak Haji sudah merasa lapar. Mak Haji juga tidak mau menggunakan alat2 makan yang dipakai oleh akang dan istri, hal ini diketahui saat tiba2 ada peralatan makan baru yang ternyata dibeli Mak Haji.

Si Uwa yang selama ini tinggal bersama keluarga akang tidak berlaku demikian karena memang akang dan istri tidak menganggap dia sebagai seorang pembantu. Perilaku Mak Haji yang memperlakukan akang demikian sangat sulit dirubah mengingat kebiasaan inilah yang telah ditanamkan oleh majikannya terdahulu selama berpuluh tahun. Mak Haji yang tidak akan tidur jika akang atau istri akang belum pulang kerumah selarut apapun kami pulang. Mak Haji yang tidak akan mau menonton televisi bersama. Mak Haji yang selalu sigap untuk segera mengambilkan segelas air minum jika melihat akang sedang makan. Begitulah diantara kebiasaan Mak Haji selama tinggal bersama akang. Akhirnya akang pun tidak hendak merubah sikap Mak Haji dengan tiba-tiba tetapi secara perlahan-lahan karena sikap Mak Haji yang memperlakukan akang sebagai majikan lebih banyak merepotkan daripada menyenangkan. Namun demikian akang tetap merasa bersyukur karena dipercaya oleh Alloh SWT untuk mengetahui dan menemani saat-saat seorang manusia memasuki masa tua dalam kehidupannya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Warna Hidup Baru

  1. chartini berkata:

    Permisi, cuman mau share aja nih. ada info lomba bikin artikel. Hadiahnya lumayan ada 2 buah printer laser jet dan voucher. Caranya tinggal like fanpage >> http://www.facebook.com/anugrahpratamacom. Dan ikuti Contest menulis artikelnya.
    Terima kasih

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s