Sekilas Tentang Pemeriksaan Lab Urin

Urin atau air kencing merupakan salah satu sisa metabolisme tubuh yang dapat memberikan gambaran keadaan kesehatan tubuh kita. Mungkin tanpa sadar kita sering memperhatikan bahwa urin yang kita keluarkan terkadang jernih tetapi dilain waktu keruh atau bahkan berwarna gelap. Sebenarnya perubahan yang terjadi menunjukkan keadaan sistem metabolisme didalam tubuh kita. Pemeriksaan urin bisa memberikan gambaran tentang fungsi ginjal, saluran kemih baik bagian atas maupun bagian bawah, fungsi hati, infeksi pada saluran kemih dan lain-lain. Pemeriksaan urin lebih banyak dilakukan sebagai pemeriksaan skrining suatu penyakit karena biaya pemeriksaannya relatif lebih murah daripada pemeriksaan darah atau cairan tubuh lainnya.

Bahan urin yang biasa di periksa di laboratorium dibedakan berdasarkan pengumpulannya yaitu : urin sewaktu, urin pagi, urin puasa, urin postprandial (urin setelah makan) dan urin 24 jam (untuk dihitung volumenya). Tiap-tiap jenis sampel urin mempunyai kelebihan masing2 untuk pemeriksaan yang berbeda misalnya urin pagi sangat baik untuk memeriksa sedimen (endapan) urin dan urin postprandial baik untuk pemeriksaan glukosa urin. Jadi sebaiknya sebelum kita melakukan pemeriksaan urin sebaiknya meminta keterangan dari petugas laboratorium tentang bahan urin yang mana yang diperlukan untuk pemeriksaan.

Pemeriksaan urin terbagi menjadi dua jenis yaitu pemeriksaan kimiawi dan pemeriksaan sedimen. Sebagaimana namanya dalam pemeriksaan kimia yang diperiksa adalah pH urin / keasaman, berat jenis, nitrit, protein, glukosa, bilirubin, urobilinogen,dll. Jenis zat kimia yang diperiksa merupakan penanda keadaan dari organ2 tubuh yang hendak didiagnosa. Seperti penyakit “kuning” yang disebabkan oleh bilirubin darah yang tinggi biasanya menghasilkan urin yang mengandung kadar bilirubin diatas normal. Begitu pula zat kimia lainnya yang dihubungkan dengan keadaan organ tubuh yang berbeda.

Dalam pemeriksaan sedimen yang diperiksa adalah zat sisa metabolisme yang berupa kristal, granula termasuk juga bakteri. Dengan pemeriksaan sedimen maka keberadaan suatu benda normal ataupun tidak normal yang terdapat dalam urin kita akan dapat menunjukkan keadaan organ tubuh. Dalam urin yang ditemukan jumlah eritrosit jauh diatas angka normal bisa menunjukkan terjadinya perdarahan di saluran kemih bagian bawah. Begitu pun dengan ditemukannya kristal2 abnormal dapat diprediksi jika seseorang beresiko terkena batu ginjal, karena kristal2 dalam urin merupakan pemicu utama terjadinya endapan kristal dalam saluran kemih terutama ginjal yang jika dibiarkan berlanjut akan membentuk batu ginjal.

Satu pemeriksaan lainnya dari urin ini yang paling banyak diketahui oleh masyarakat adalah pemeriksaan kehamilan. Bahkan untuk pemeriksaan ini banyak yang biasa melakukannya dirumah sendiri tanpa harus diperiksa di laboratorium entah karena alasan mudah melakukannya atau alasan pribadi lainnya. Pada tes kehamilan ini yang diperiksa dalam urin adalah kandungan beta HCG yang merupakan hormon penanda kehamilan. Sebagai seorang praktisi lab sering akang menerima sampel yang hendak diperiksa tes kehamilan tetapi telah dicampur dengan air keran. Namun cara2 seperti ini tentu saja sangat mudah diketahui oleh petugas lab yang terbiasa memperlakukan urin bukan sebagai sesuatu yang menjijikan tetapi sebagai suatu bahan yang harus diperlakukan sebagai bagian dari pasien yang menginginkan hasil pemeriksaan yang akurat.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

38 Balasan ke Sekilas Tentang Pemeriksaan Lab Urin

  1. yuni berkata:

    baru aj di tlp dr klinik mas, kmrn tes urine bwt krj. dtnya lg haid/gk, ya saya jwb gak.. berarti kalo gitu ada apa2 ya dgn organ tubuh saya?

  2. syarifa berkata:

    kira -kira biaya tes urin untuk cek kehamilan di rumah sakit berapa ya?

  3. echa berkata:

    tes urine waktu menstruasi apa boleh. . .?

  4. elin lisyana berkata:

    kalau kitasedang minum obat dahn obatnya berperanguruh menjadikan air seni brwarna merah apakah dengan tes urin akan ketauan kita mengkonsumsi obat apa:?

  5. feni berkata:

    Pagi…. ♏α̣̣̥u̶̲̥̅̊ tya nih….klu pemeriksaan lab urine terdapat urine agak keruh,ph urine 8,0 smntra normalnya 4,7-7,5;pemeriksaan mikroskopik bakteri positif1….biasanya mengarah ke penyakit apa ya?trimakasih

    • abi_gilang berkata:

      Jumlah bakteri positif 1 bisa jadi hanya terkontaminasi saat anda berkemih dan bukan menunjukkan kontaminasi di dalam saluran kemih. Urin agak keruh bisa jadi karena kurang minum. Sementara pH urine sangat dipengaruhi oleh makanan. Jika tidak ada keluhan saat berkemih maka akang pikir hasil lab seperti ini masih normal.

  6. ayu rahayu berkata:

    kang aku mnita dijelaskan donk tentang pemeriksaan mikroskopis sedimen urine sisa pencernaan,.
    yg normalnya ky gmn dn yg abnormalnya ky gmn,.

    • abi_gilang berkata:

      Parameter yg jadi perhatian dalam pemeriksaan sedimen urin biasanya adanya sel epithel, lekosit, eritrosit dan jumlah bakteri, jika jumlahnya jauh diatas nilai rujukan hal ini menandakan ada keleinan disaluran kemih. Sedangkan sisa pencernaan didalam sedimen urin tidak diperiksa. Yang ada adalah parameter kristal dan silinder dalam sedimen urin hal itu biasanya bernilai penting jika yang terdapat adalah kristal abnormal seperti kristal asam urat, oksalat dll.

  7. Ara berkata:

    kalau sel epitel skuamosnya bernilai 3 tetapi yg lain negative kira2 gmn ya?

  8. dede soni S.Pd.I berkata:

    Fungsi pemeriksaan darah untuk MCV, MCH, MCHC untuk apa? mksh

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s