Kisah Gilang Dan Flu Babi

Sumber gambar : shutterstock.com

Alangkah senangnya jika sebagai orang tua kita bisa membawakan oleh-oleh yang menyenangkan untuk putra/putri kita saat pulang dari tempat bekerja. Namun coba anda bayangkan bagaimana jika oleh2 yang dibawa pulang ternyata malah membikin anak kita menderita. Pertengahan tahun 2009 terjadi wabah penyakit menular yang melanda Indonesia dan beberapa negara lainnya. Penyakit itu dikenal dengan nama Flu Babi atau dalam bahasa medis disebut juga Swine Flu yang disebabkan oleh virus H1N1. Seperti penyakit2 sebelumnya yang sempat membuat heboh pemberitaan di negeri ini diantaranya Penyakit SARS, Flu Burung yang disebabkan virus H5N1, keberadaan flu babi juga sangat meresahkan masyarakat. Pemerintah pun melalui Departemen Kesehatan segera melakukan langkah-langkah penanganan untuk mencegah meluasnya penyakit ini.

Salah satu langkah pemerintah saat itu adalah dengan segera mengidentifikasi orang-orang yang beresiko tinggi terkena penyakit ini dengan pemeriksaan Laboratorium yang tepat. Sebagai pekerja laboratorium di sebuah rumah sakit di Jakarta akang pun merasakan kehebohan berjangkitnya penyakit flu Babi ini. Gejala penyakit flu babi yang tidak spesifik dan hampir sama dengan serangan flu yang biasa dialami sehari-hari membuat para dokter sangat mengandalkan hasil pemeriksaan laboratorium. Hampir setiap hari selalu saja ada pasien suspect flu babi yang diperiksa atas permintaan dokter. Para tenaga medis telah diintruksikan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri untuk mencegah tertularnya penyakit tersebut. Namun walaupun semua prosedur telah dijalankan tetap saja penularan virus dari pasien ke petugas tidak bisa dihindari.

Sebulan sejak rumah sakit kami menerima pemeriksaan laboratorium untuk flu babi ada seorang teman akang yang mengeluh sakit dengan gejala sakit tenggorokan, badan lemas dan tanda2 flu yang tidak seperti biasanya. Setelah diperiksa ternyata dia positif terkena virus flu babi sehingga diperintahkan dokter untuk istirahat sakit dengan catatan harus mengisolasi diri di rumah. Kami sempat khawatir dengan keadaan ini dan merasa takut saat harus memeriksa pasien suspect namun karena sudah menjadi tugas kami maka pekerjaan tetap kami lakukan seperti biasa. Sampai suatu pagi saat akang hendak berangkat bekerja akang merasa ada yang tidak beres dengan tubuh akang. Tubuh terasa lemas dan sedikit pusing, tenggorokan terasa tidak nyaman persis seperti gejala2 yang dikeluhkan oleh teman akang terdahulu.

Kekhawatiran itupun menjadi kenyataan, akang positif terkena virus flu babi dan diharuskan beristirahat di rumah setelah dibekali dengan obat-obatan yang diperlukan. Untuk menghilangkan ketakutan yang tidak perlu maka akang merahasiakan penyakit ini kepada anggota keluarga lain selain kepada istri akang. Saat itu akang masih tinggal di rumah mertua yang kebanyakan awam medis dan mereka mendengar berita dari televisi bahwa flu babi sangat berbahaya dan mematikan bagi siapa saja yang terkena. Jika mereka mengetahui akang terkena flu babi akang khawatir akan terjadi kepanikan yang tidak perlu dirumah tersebut. Namun saat sampai dirumah akang melihat Gilang terlihat sakit dengan suhu tubuh sedikit tinggi, akang pun langsung memeriksakan Gilang dari kemungkinan terkena virus flu babi ini.

Perasaan bersalah langsung timbul dalam diri akang manakala mengetahui hasil pemeriksaan lab bahwa Gilang juga terkena flu babi. Akang seolah ingin mengutuk diri sendiri karena merasa lalai sehingga sampai tertular penyakit ini dan bahkan menularkannya kepada Gilang. Akang merasa bangga kepada istri akang yang tetap merawat kami walaupun tahu akan resiko tertular penyakit ini. Selama empat hari akang mengisolasi diri dalam kamar bersama Gilang sedangkan istri menemani dengan tidak pernah lupa memakai masker selama merawat kami. Saat akang kembali bekerja ternyata dari semua pekerja laboratorium ada tujuh orang yang ikut terinfeksi virus flu babi dan dua anggota keluarga dirumah yang salah satu diantaranya adalah Gilang. Sejak saat itu akang selalu meminta kepada istri agar selain mendo’a-kan suaminya tidak membawa pulang rezeki haram juga berdo’a agar suaminya tidak pulang membawa virus.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Kisah Gilang Dan Flu Babi

  1. setelah itu menjadi semakin berhati-hati ya Kang…

  2. Nurudin berkata:

    Resiko pekerjaan, pasti selalu ada-ada saja ya kang….

  3. Falzart Plain berkata:

    Semoga baik-baik saja…

    • abi_gilang berkata:

      Ini terjadi tahun 2009, akang jadi teringat karena sekarang muncul lagi pemberitaan tentang Flu Babi di beberapa negara seperti India dan kawasan Asia tenggara.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s