Evaluasi Berujung Suntik Botox

Evaluasi rutin yang dilakukan tiap 6 bulan terhadap hasil terapi yang dilakukan oleh Gilang selalu menjadi saat yang menakutkan buat akang. Evaluasi yang dilakukan oleh dr Luh K Wahyuningsih SpRM serasa saat pengumuman hasil ujian nasional bagi para siswa saat ini. Perasaan takut membuat akang seringkali mengundur waktu evaluasi, seperti evaluasi kali ini yang seharusnya dilakukan sebulan yang lalu. Ketakutan juga mungkin timbul karena akang sendiri mengakui bahwa perkembangan Gilang sangat lambat . Terbayang oleh akang vonis yang akan dikatakan oleh dokter Luh tentang perkembangan keadaan Gilang. Harus diakui pula akang tidak optimal dalam melaksanakan saran2 dari fisioterapis untuk melakukan terapi di rumah. Kehadiran Gilar mau tidak mau sangat mempengaruhi perhatian akang dan istri terhadap pelaksanaan terapi yang harus dilakukan Gilang di rumah.

Jika saat evaluasi menjelang maka sosok dokter Luh seakan menjadi sosok yang paling ingin akang hindari, padahal akang tahu bahwa dokter Luh adalah orang yang selalu bijak dalam menerangkan tentang perkembangan Gilang. Dokter Luh tidak pernah memberikan pernyataan yang akan membuat akang kehilangan harapan. Penjelasan yang disampaikan dokter Luh selalu disampaikan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh akang. Selain itu beliau juga pandai dalam membangkitkan motivasi dalam menghadapi keadaan Gilang. Terkadang akang tidak habis pikir dengan pekerjaan dokter Luh yang tiap hari harus berhadapan dengan anak-anak yang berpredikat “cacat”, “tidak normal” atau “berkebutuhan khusus “ serta para orang tua yang hampir kehilangan harapan menghadapi keadaan anak-anaknya.

Evaluasi Gilang dilakukan tanggal 28 april setelah minggu sebelumnya dibatalkan karena dokter Luh masih di luar negeri. Evaluasi dimulai dengan melihat posisi tungkai kaki Gilang jika diberdirikan. Kaki Gilang tampak panjang sebelah ditandai dengan telapak kaki kanan yang berjinjit saat telapak kaki kiri menapak di lantai. Paha kanan menekuk kearah dalam dengan lutut menekuk sedangkan telapak kaki berjinjit susah ditekuk. Dokter Luh meminta gilang untuk di foto rontgen untuk memastikan keadaan posisi tulang paha dan sambungan pada tulang panggul. Setelah melihat hasil foto rontgen dokter Luh menyimpulkan bahwa telah terjadi subduksi tulang paha kanan. Pangkal tulang paha tidak berada pada posisi yang tepat karena berputar kearah luar dari tempat seharusnya. Menurut dokter Luh hal ini menyebabkan Gilang tidak bisa berdiri dengan posisi sempurna.

Dokter Luh menjelaskan hal ini merupakan kejadian yang normal terjadi dan bukan karena kesalahan terapi. Menurutnya tulang terus tumbuh dan memanjang, pada keadaan normal penambahan panjang tulang diikuti oleh semua otot yang menempel pada tulang tersebut. Hal ini tidak terjadi pada otot yang spastik, otot spastik seolah menahan tulang bertambah panjang tetapi karena penambahan tulang tidak bisa dihentikan maka yang terjadi adalah tulang tertarik dari posisi yang seharusnya dan hal inilah yang disebut subduksi. Begitulah kesimpulan tentang keadaan Gilang saat ini, kesimpulan yang membuat akang cukup mengerti tentang apa yang sedang Gilang hadapi saat ini.

Tugas dokter Luh tentu saja bukan hanya menentukan keadaan Gilang saat ini tetapi harus memberikan jalan keluar untuk mengatasi keadaan ini. Sebuah program dibuat untuk menentukan terapi apa saja yang boleh dan jangan dilakukan oleh para terapis.Program ini mungkin dalam pelajaran sekolah bisa dinamakan kurikulum yang akan memudahkan untuk evaluasi selanjutnya. Dari semua saran yang disampaikan oleh dokter Luh ada satu saran yang sangat mengganggu pikiran akang yaitu memberikan lagi terapi suntik botox. Seperti yang akang ceritakan disini harga 1 vial botox sangat mahal sedangkan perusahaan tempat akang bekerja tidak mau menanggung biaya pemberian terapi botox ini. Alhasil pemberian botox pertama harus tertunda hampir 2 tahun karena akang harus mengumpulkan uang untuk membiayainya. Kini setelah dokter Luh menyarankan untuk memberikan suntik botox lagi akang pun sangat tidak yakin saran dokter Luh bisa terlaksana dalam waktu dekat.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Gilang dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Evaluasi Berujung Suntik Botox

  1. bensdoing berkata:

    sabar yach Kang….semua pasti ada jalan-Nya yang terbaik…

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s