Wisata Kuliner : Sebuah Pencarian Selera


Wisata kuliner telah menjadi suatu kegiatan yang sangat disukai masyarakat perkotaan saat ini. Lihat saja tayangan2 tentang kuliner selalu menghiasi semua stasiun televisi yang ada. Tayangan yang menampilkan tempat – tempat dengan aneka makanan yang menggoda selera dari mulai makanan ringan, bermacam oleh-oleh, atau restoran tempat makan keluarga. Tidak jarang jika dalam tayangan tersebut menampilkan sebuah tempat wisata kuliner dengan serta merta penonton merasa penasaran untuk mencoba bertandang ke tempat tersebut. Para pembawa acaranya begitu pandai menampilkan kelebihan2 yang ditawarkan oleh tiap tempat dari mulai keunikan makanan, suasana tempat makan dan tentu saja citarasa makanan itu sendiri. Begitulah tayangan televisi yang mampu membuat kebiasaan baru ditengah masyarakat dengan nama wisata kuliner.

Fenomena wisata kuliner memang banyak digemari masyarakat perkotaan, dan nampaknya berlaku pada hampir semua kalangan. Tentu saja untuk yang berkantong tipis tidak akan mencari restoran mewah untuk memuaskan keinginannya, mereka akan mencari tempat makan yang bisa dijangkau oleh kemampuannya. Lagi-lagi salah satu sumber rekomendasi adalah dari tayangan2 televisi yang seringkali menampilkan tempat wisata kuliner yang murah meriah. Rasanya hilang sudah rasa penasaran jika telah makan ditempat yang pernah ditayangkan di televisi walaupun itu hanya sekedar warung kakilima dipinggir jalan.

Banyak usaha dan pengorbanan yang dilakukan untuk memenuhi keinginan mendapatkan makanan yang enak. Banyaknya uang dan waktu yang dikorbankan seakan tidak menjadi hambatan untuk mengejar enaknya menikmati makanan. Semakin sulit atau semakin jauh usaha kita untuk mendapatkan makanan yang diinginkan semakin terasa nikmat rasanya saat menyantap makanan tersebut. Begitulah gambaran manusia dalam mengejar enaknya makanan.

Pada suatu kesempatan akang mengajak kedua orang tua untuk berwisata ke suatu pantai. Tentu saja dengan perbekalan yang maksimal dari mulai nasi timbel, ikan asin, lalapan dan sambelnya. Maklumlah kalau orang kampung berwisata nggak akan lengkap acara tanpa perbekalan makanan karena biasanya makanan di tempat wisata harganya terasa mahal bagi kami. Disaat makan bersama itulah Bapak Akang bercerita tentang sulitnya mendapatkan makanan saat beliau kecil. Sebagai seseorang yang dilahirkan tahun 1942, beliau sempat merasakan kesulitan ekonomi saat negara kita baru merdeka pada tahun 1945. Dari cerita beliau ada satu penggalan kalimat yang masih teringat oleh akang:
“Jaman dahulu sulit mendapatkan makanan tetapi sekalinya ada makanan pasti selalu ENAK, sedangkan jaman sekarang mudah mendapatkan makanan tetapi sulit mencari ENAK.”

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

8 Balasan ke Wisata Kuliner : Sebuah Pencarian Selera

  1. oma berkata:

    Saya setuju dengan kalimat terakhir, susah nyari makanan enak😆

    Anyway, ada yang bilang kalau wisata kuliner yang ditayangkan di televisi itu kadang-kadang hasil rekayasa. Si pemilik tempat makan membayar stasiun televisi untuk meliput warungnya dan orang-orang yang ramai makan di tempat mereka adalah orang-orang yang dibayar, makanya kadang-kadang rasanya ga enak.

  2. wah…, wisata kuliner ya….
    kalo saya suka yang sayur-mayur dan buah-buahan…

  3. yisha berkata:

    setuju kalimat akhir!haha 😀

  4. sinyobain berkata:

    Helow bos wah mkn2 emang enak,mampir bos krmh ane,sapa tw aj tar dpt nasduk ma semur jengkol bkinan emak ane.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s