Perjalanan


Kusadari diriku telah berada diatas bis yang membawaku melaju diatas jalan yang gembira, yang dengan sukacita mempermainkanku. Mendorong ke kanan dan kiri, menggetarkan tubuh dan terkadang melemparkannya sesaat. Namun sayang sepertinya sukacita mereka tak mampu membuat diriku tertawa walaupun hanya tersenyum. Hatiku tetap saja gigil bersama deru hembusan angin dari pendingin udara diatas ubun-ubun. Mataku enggan menatap layar televisi yang tak henti menampilkan gelak tawa. Wajahmu terus saja membayangi setiap pelosok yang didatangi pandanganku. Di bungkus permen, di kertas tisu bahkan di muntahan itu. Kau benar-benar menyiksaku. Mengapa kau tak ikut bayangan pohon yang terus berlari kencang ke belakang. Atau menjelma bayangan gunung yang bergerak lamban tapi tetap menghilang perlahan. Kau malah menjelma mentari yang terus menghiasi pandangan di atas cakrawala sana. Hangatmu tak mampu mengurai gigil yang dari tadi terus memeluk hatiku. Bis masih tetap melaju. Haripun beranjak malam. Namun mentari tak membawa serta bayanganmu. Kau tetap hadir di bungkus permen, di kertas tisu, dimuntahan itu, disebuah surat undangan yang kugenggam. Bertuliskan namamu dan namanya.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Puisi dan tag . Tandai permalink.

9 Balasan ke Perjalanan

  1. Citra W. Hapsari berkata:

    mendalam,..hehe..
    kisah tentang rasa yang berkendala…
    hmmm.mungkin sedang mabuk itu,dan pandangan berkunang2..jadi ada bitang dimana mana,hehe:mrgreen:

  2. Hijihawu berkata:

    Tentang cinta yang sulit dilupakan, alhamdulillah mung fiksi wungkul.🙂

  3. muhyasir berkata:

    judulnya mesti ”galau dalam bis”.. Hehehe

  4. Ely Meyer berkata:

    cerita nyata atau fiksi ini Kang🙂

  5. Idah Ceris berkata:

    Dibawah AC ya Kang?
    Dingin dong. . .hihihihi

    Semoga ini hanya Fiksi.😛

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s