Sekedar Cerita Sekedarnya

Si Kicil terlihat sedang duduk santai di bawah pohon rindang dipinggir sungai. Sekilas tampak tidak apapun yang dikerjakannya selain hanya duduk santai. Sesaat kemudian melintaslah Kamat yang dengan wajah penasaran bertanya kepada Kicil.
“Kamu sedang ngapai Cil?” Tanya Kamat.
“Sedang menggembala kerbau, tuh liat ditengah sungai kepalanya keliatan” jawab Kicil.
Ketika Kamat menoleh kearah sungai benar saja terlihat kepala seekor kerbau dengan tali ikatannya menjulur kepinggir sungai dan diikatkan ke akar pohon. Kicil berkata kepada Kamat bahwa ia akan menjual kerbau tersebut dengan harga murah karena sedang membutuhkan uang. Kicil pun mengatakan bahwa kerbau tersebut adalah kerbau ajaib dan mempunyai kebiasaan berendam diair dalam waktu lama. Jika kerbau tersebut dipaksa keluar dari air sebelum merasa puas maka keajaibannya akan hilang seketika. Kamat pun jadi penasaran dengan kerbau tersebut yang dikatakan bahwa kotorannya bisa menjadi obat dari segala macam penyakit. Kamat langsung berpikir bahwa jika ia memiliki kerbau tersebut maka ia akan cepat menjadi kaya raya dengan menjual kotorannya sebagai obat. Tanpa berpikir panjang Kamat langsung membeli kerbau tersebut dari tangan Kicil. Kicil pun segera beranjak pergi sambil tidak lupa mengingatkan Kamat agar jangan mengeluarkan kerbau tersebut dari sungai sebelum kerbaunya sendiri merasa puas. Kicil pergi dengan kegembiraan karena membawa uang yang banyak dari hasil penjualan kerbaunya.

Kamat dengan penuh semangat mengiyakan segala perintah Kicil. Sejurus kemudian Kamat menunggu kerbau yang sedang berendam di sungai. Detik ke detik, menit ke menit Kamat menunggu kerbau yang sedang berendam. Harapan menjadi orang kaya menari-nari dalam benaknya. Rumah besar, ternak yang banyak, tanah kebun yang luas seolah-olah telah berada dalam genggamannya. Waktu pun berlalu beberapa jam kemudian dan Kamat telah mulai bosan dengan bayangan menjadi orang kaya. Kegundahan kini mulai menyergap hatinya, berkali-kali ia menoleh kearah kerbau yang ditungguinya. Semakin lama semakin terlihat ternyata kerbau yang sedang berendam tampaknya tidak bergerak samasekali. Terkadang Kamat berpikir mungkin karena keajaiban kerbau itulah yang menyebabkannya kuat berendam dalam air. Tapi rasa penasaran Kamat mencapai puncaknya hingga akhirnya ia menarik tali kekang yang dari tadi terikat ke akar pohon. Betapa kagetnya Kamat saat menarik tali kekang tersebut karena ternyata kepala kerbau tersebut benar-benar hanya kepala kerbau. Kepala kerbau tersebut ditancapkan pada sebuah tongkat bambu berujung runcing yang ditanam didasar sungai. Kamat segera saja menyadari dirinya telah menjadi korban kelicikan Kicil. Kekesalan menyelimuti perasaannya kini mengingat kebodohan dirinya yang begitu mudah percaya dengan perkataan Kicil. Kamat berpikir keras untuk membalas perlakuan Kicil terhadapnya sampai akhirnya Kamat terlihat tersenyum sendiri tanda menemukan sebuah rencana besar.

Kicil tampak sedang bersantai dirumahnya ketika Kamat mendatanginya. Kicil sebenarnya sudah mengira kalau Kamat akan datang untuk memarahi dirinya tetapi Kicil telah siap dengan segala jawabannya. Namun ternyata perkiraan Kicil meleset karena Kamat mendatanginya dengan penuh kegembiraan. Tak tampak pada wajahnya rasa kecewa ataupun kesedihan seperti seseorang yang telah menjadi korban penipuan. Dengan penuh semangat Kamat bercerita bahwa kerbau yang dibeli dari Kicil dibeli oleh seseorang. Namun orang tersebut tidak membelinya dengan uang tetapi menukarnya dengan sebuah baju ajaib. Kamat pun memperlihatkan bajunya, tampak baju tersebut tidak ada sesuatu pun yang istimewa selain terdapat kerincingan di ujung kedua lengannya yang selalu berbunyi setiap Kamat menggerakkan tangannya. Katanya baju tersebut bisa membuat orang yang memakainya tidak akan pernah membutuhkan uang untuk membeli apapun, Kamat menambahkan bahwa dia telah membuktikannya sendiri. Mendengar cerita itu Kicil tidak lantas percaya mengingat sebelumnya Kamat pernah dikerjainnya. Melihat hal tersebut Kamat mengajak Kicil untuk membuktikan sendiri keajaiban baju tersebut.

Akhirnya Kicil ikut bersama Kamal dengan penuh rasa penasaran. Sesampainya di pasar mereka berdua langsung masuk ke warung makan. Selesai makan Kamat memanggil pemilik warung kemudian menggerak-gerakkan tangannya hingga kerincingan tersebut mengeluarkan bunyi berisik. Kamat pun lantas pergi tanpa membayar sepeser pun sedangkan pemilik warung hanya tersenyum. Kicil merasa heran melihat apa yang terjadi. Di beberapa warung yang selanjutnya didatangi mereka berdua terjadi hal yang tak jauh berbeda, Kamat mendapatkan semua kebutuhannya tanpa membayar dengan uang. Kamat hanya membunyikan kerincingan di bajunya untuk membayar semuanya. Kicil pun mencoba merayu Kamat agar baju tersebut dijual saja kepadanya. Tetapi Kamat tampak sedikit enggan menjual baju tersebut. Melihat demikian Kicil semakin penasaran dan terus berusaha untuk memaksa Kamat agar menjual bajunya. Kamat pun akhirnya menyerah dan menjual baju tersebut kepada Kicil dengan harga yang mahal. Sambil pergi membawa uang dari Kicil, Kamat mengatakan kepada Kicil bahwa baju tersebut hanya bisa dipakai sehari dalam seminggu. Dengan demikian karena hari itu bajunya telah digunakan maka Kicil hanya bisa menggunakan baju itu seminggu kemudian. Dengan penuh kegembiraan Kicil segera pulang kerumah dan tak sabar menunggu waktu seminggu kemudian untuk menggunakan baju ajaib tersebut.

Seminggu kemudian.
Pagi-pagi sekali Kicil sudah terlihat rapih dengan mengenakan baju ajaib yang seminggu lalu dibeli dari Kamat. Rencananya hari itu Kicil akan pergi ke pasar untuk membeli segala keperluan rumah tangganya. Walau tanpa sepeserpun uang dikantongnya tetapi Kicil sangat percaya diri untuk segera pergi ke pasar. Warung yang menjual beras adalah sasaran pertama Kicil untuk membuktikan keampuhan baju miliknya. Kicil segera menggoyang-goyangkan bajunya hingga krincingannya berbunyi nyaring kemudian beranjak pergi sambil menggendong beras yang dibelinya. Pemilik warung segera memanggilnya kembali dan meminta Kicil untuk membayar beras yang dibelinya. Kicil merasa heran sambil terus membunyikan krincingan di bajunya. Melihat kelakuan Kicil pemilik warung marah dan meminta Kicil untuk segera membayar atau segera pergi jika tidak bisa membayar berasnya. Merasa usahanya tak berhasil Kicil segera pergi dengan penuh rasa malu dan terutama rasa penasaran. Kemudian Kicil mendatangi warung lainnya, kejadian yang sama pun terjadi dengan Kicil mendapat malu dari para pemilik warung di pasar.

Kicil berpikir untuk mencoba membeli sesuatu diwarung yang tempo hari didatanginya bersama Kamat. Kicil akhirnya mendatangi warung makan yang sebelumnya pernah ia datangi bersama Kamat. Dengan sedikit ragu Kicil hanya memesan teh manis kepada pemilik warung. Saat waktunya membayar, Kicil kembali membunyikan kerincingan dilengan bajunya sambil beranjak pergi. Pemilik warung segera saja menagih uang pembayaran atas minuman yang baru saja dipesan Kicil. Kicil pun terpaksa mengaku bahwa ia tidak memiliki uang samasekali, sambil bertanya kepada pemilik warung mengapa seminggu sebelumnya Kamat hanya cukup membunyikan kerincingan dilengan bajunya untuk membayar makanan yang dimakannya. Pemilik warung pun teringat kejadian tersebut dan bercerita bahwa sehari sebelumnya Kamat mendatanginya dan menitipkan sejumlah uang kepadanya. Kamat meminta agar jika keesokan harinya ia makan diwarung tersebut maka Kamat hanya akan membunyikan kerincingan di lengan bajunya untuk membayar makanannya dengan uang yang dititipkan. Mendengar keterangan tersebut Kicil pun pulang dengan lunglai karena menyadari dirinya telah tertipu oleh Kamat.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

6 Balasan ke Sekedar Cerita Sekedarnya

  1. AmeliaMerry berkata:

    Pelajaran tuh buat yang suka nipu, hehehee….😀

  2. pena usang berkata:

    Hahaha, tukang warungnya udah di calling duluan. Tapi lanjutin kang, kan masih draw. Adain perpanjangan waktu, hahaha..

  3. Ely Meyer berkata:

    wah Kang, saya bacar dari awal sampai selesai jadi inget masa masa dulu suka mendongengkan buku cerita anak anak pada bocah2 kecil anak tetangga yg suka datang ke rumah saat pelajaran belum di mulai

    di atas skornya jadi satu satu ya Kang😛

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s