Keadilan Untuk Anak Bawang

Pernahkah anda akhir-akhir ini melihat iklan di televisi yang menjual sebuah buku tentang biografi seorang pengusaha nasional. Judul buku tersebut adalah “Chairul Tanjung Si anak Singkong”, dikatakan pada iklan tersebut bahwa “anak singkong” sering diartikan sebagai orang lemah dan miskin. Mendengar sebutan anak singkong, akang juga teringat dengan sebuah sebutan lain yaitu “anak bawang”. Semasa kecil kegiatan paling penting bagi semua anak-anak adalah bermain dalam hal ini bukan bermain gadget atau permainan virtual didalam layar seperti yang biasa dilakukan anak-anak pada masa kini. Permainan tradisional entah apapun itu bentuknya selalu saja bisa menghadirkan kegembiraan bagi siapapun yang mengikutinya. Baik terlibat langsung dalam sebuah permainan ataupun hanya menjadi penonton semua orang mendapat kegembiraan melakukannya. Dalam bermain juga tidak melulu soal kegembiraan yang didapat tetapi banyak manfaat lain yang bisa dirasakan.

Kejujuran merupakan salah satu manfaat dari kegiatan bermain. Permainan masa kecil seringkali merupakan sebuah persaingan untuk menjadi yang terbaik, sering sebuah permainan diakhiri dengan seseorang yang lebih dulu meraih sesuatu. Namun tetap saja kemenangan atau keunggulan bukan sebagai tujuan utama dalam sebuah permainan. Jika permainan itu dimenangkan dengan cara-cara yang tidak jujur maka suatu kemenangan tidak akan berarti apapun. Seseorang yang melakukan kecurangan dalam suatu permainan biasanya akan mendapat sanksi baik yang telah disepakati atau sekedar tidak diajak lagi bermain bersama dilain waktu. Sanksi-sanksi seperti inilah yang membentuk karakter anak-anak untuk berlaku jujur dalam permainan dan imbasnya dia akan terbiasa jujur dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat lain yang paling nyata terlihat adalah permainan akan membuat anak-anak jadi sehat karena mereka banyak melakukan kegiatan fisik.

Permainan yang dilakukan biasanya mempunyai peraturan yang entah kapan telah disepakati oleh semua pemangku kepentingan. Peraturan yang berlaku dalam permainan ini walaupun tidak berbentuk tulisan atau berisi pasal-pasal tetapi biasanya sangat dipatuhi oleh para pemain. Peraturan dalam suatu permainan tradisional biasanya disampaikan secara turun temurun dari mulut ke mulut, dari suatu generasi ke generasi selanjutnya. Terkadang tidak ada pengawas dalam suatu permainan, seolah semua pemain sekaligus berperan sebagai wasit yang saling mengawasi dan diawasi. Hal ini juga sangat baik bagi proses pendidikan anak untuk selalu taat peraturan baik ada yang mengawasi maupun tidak ada yang mengawasi.

Banyak permainan yang membutuhkan dua kelompok agar permainan bisa berlangsung. Sebut saja bermain sepakbola tentunya tidak akan seru jika tidak menampilkan dua tim yang saling berhadapan. Banyak permainan tradisional lainnya yang juga memerlukan kekompakan suatu kelompok. Pengalaman akang sewaktu kecil dalam membuat kelompok ini pun mengandung pelajaran hidup yang baik bagi anak-anak. Dalam membentuk sebuah kelompok kami biasanya memilah-milah pasangan yang sepadan. Sepadan dalam segala hal baik dari umurnya, besar dan tingginya, bahkan jenis kelaminnya. Setelah tiap pasangan dirasa sepadan maka mereka melakukan suit untuk memilih jadi kelompok pertama atau kedua. Maka hasilnya adalah dalam setiap kelompok akan memiliki anggota yang seimbang dengan kelompok lawannya. Nah pembagian kelompok ini terkadang tidak berjalan sukses misalnya jika jumlah pemainnya ganjil. Untuk mengatasi hal ini kami tidak pernah meninggalkan seorang anak lain hanya bengong menjadi penonton sementara kami bersenang-senang.

Pembagian kelompok yang dilakukan pada jumlah anak yang ganjil dilakukan seperti biasa hanya saja diurutkan mulai anak paling besar kemudian kepada anak yang lebih kecil. Nah tentunya seorang anak yang tersisa adalah anak yang paling kecil dan paling muda. Anak terakhir inilah yang biasa kami sebut sebagai “anak bawang”, dia bebas menentukan pilihannya sendiri hendak bergabung dengan kelompok manapun. Anak bawang biasanya tidak dianggap berpengaruh besar dalam berlangsungnya sebuah permainan yang melibatkan dua kelompok. Apakah hal tersebut tidak bertentangan dengan prinsip keadilan dalam sebuah permainan? Pertanyaan yang mungkin akan kami jawab bahwa melarang seorang anak bermain sementara kawan lainnya bermain dengan gembira adalah perilaku yang tidak adil. Walaupun terkesan sebutan tersebut adalah penghinaan tetapi kami lebih mementingkan kebersamaan dan merasakan kegembiraan dalam sebuah permainan.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

21 Balasan ke Keadilan Untuk Anak Bawang

  1. Betul Kang..dalam permainan kita dulu sudah ada atutan yang tidak tertulis tentang kejujuran dan keadilan, termasuk perlindungan terhadap yang kecil…walau dgn istilah anak bawang…srtikel yg bagus sob..

  2. silver price berkata:

    Bermain merupakan peristiwa hidup yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Bermain merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan, bahkan bagi anak-anak hampir sebagian dari waktunya dihabiskan untuk bermain. Hal ini sangat penting bagi dirinya dan merupakan syarat mutlak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan bagi orang-orang dewasa bermain dapat menyalurkan potensi-potensi yang ada pada dirinya, juga untuk melatih diri dalam hidup bermasyarakat. Dengan bermain dapat dikembangkan kestabilan dan pengendalian emosi yang sangat penting bagi keseimbangan mental. Disamping itu juga dapat dikembangkan kecepatan proses berfikir. Ini disebabkan karena di dalam permainan banyak sekali problema-problema yang harus dipecahkan secara cepat dan tepat.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s