Mata Air Air Mata

Sumber gambar : flickr.com

Gemuruh itu perlahan menghilang.
Hanya gemerisik. Kini tinggal titik.
Titik menghilang mengundang jerit.
Jerit memecah bibir. Memecah tanah.
Kerontang.
Dimana kini hamparan zamrud.
Dibalik kuningkah. Dibalik merahkah.
Dibalik bara menghitam membumbung asap.
Asap membawa gelisah umat bumi.
Menghardik awan yang enggan berbelas hati.
Awan terlena buaian angin.
Angin berhembus menuju mata.
Timur. Barat. Utara. Selatan.
Angin tersesat mencari mata angin bernama bumi.
Awan terlantar mencari mata.
Mata yang menengadah pada awan.
Mata-mata tanpa air.
Hanya air mata.
Air mata di mata air.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Puisi dan tag , . Tandai permalink.

22 Balasan ke Mata Air Air Mata

  1. danirachmat berkata:

    Sedih tapi indah…
    *maaf baru sempat berkunjung*

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s