Catatan Sebuah Protes

Melihat berita yang marak di berbagai media tentang protes terhadap sebuah film yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW membuat hati Akang gundah. Samasekali Akang (dan semua yang mengaku muslim) tidak bisa mengabaikan penghinaan ini. Walaupun Akang sendiri belum melihat film tersebut tetapi Akang merasa tidaklah perlu harus melihat dahulu film tersebut. Tidak cukupkah sebagai bukti bagaimana jutaan orang diberbagai belahan bumi yang begitu marah terhadap penyebaran film tersebut.

Tidak ketinggalan dinegeri kita ini berbagai demontrasi digelar diberbagai tempat. Kantor kedutaan besar Amerika Serikat (Negara tempat pembuatan film tersebut) menjadi tempat utama bagi para pendemo dalam rangka menggelar protes. Berbagai kantor perwakilan dibeberapa kota besar tak luput dari para pemrotes. Hal ini diperparah dengan pemerintah yang terkesan “diam” terhadap kejadian tersebut. Pihak yang mewakili pemerintah hanya berkutat dalam masalah teknis tentang pengamanan kantor kedutaan besar, bagaimana menjamin kelancaran kegiatan kantor kedutaan dll. Para Ulama pun dikerahkan oleh pemerintah untuk meredam gejolak yang ada dimasyarakat. Berbagai dalil dikeluarkan tentang “tidak tepat”nya protes terhadap kedutaan besar dengan alasan bahwa pembuatan film tersebut bukan sebagai kebijakan Negara tetapi adalah bentuk kebebasan berekspresi yang dilindungi oleh undang-undang mereka. Tindakan yang dilakukan pemerintah menghadapi kegelisahan masyarakat pun hanya “asal-asalan” yaitu dengan memblokir beberapa URL dari film tersebut. Hal ini tentu saja sangat mudah dibobol oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan IT.

Kegundahan semakin memuncak tetapi tak ada yang bisa dilakukan membuat Akang menumpahkan kegelisahan di blog tercinta ini. Melakukan demontrasi untuk menunjukkan kemarahan terhadap penghina Nabi tidak menjadi pilihan Akang. Pendapat Akang ini bukan berarti menentang atau menyalahkan para pendemo, justru penghargaan yang tinggi Akang persembahkan untuk mereka yang punya keberanian untuk melakukannya. “Penakut” adalah kata yang bisa dialamatkan kepada Akang sendiri yang tidak berbuat apa-apa. Walaupun ada ulama yang mengatakan “ tak akan berkurang sedikitpun keagungan Nabi Muhammad SAW walau seluruh manusia menghinanya”, tetap saja mendiamkan seseorang dengan seenaknya menghina Nabi adalah hal yang tidak bisa diterima akal.

Seseorang lainnya berkata bahwa mungkin tanpa disadari kita sendiri adalah termasuk penghina Nabi. Jika kita yang mengaku muslim tidak mengikuti jalan-jalan yang ditunjukkan Nabi maka hal itu adalah sebuah tindakan penghinaan terhadap Nabi. Tentang perkataan ini Akang hanya bisa berdo’a semoga jika akang termasuk orang yang tidak mengikuti apa yang diajarkan Nabi maka tindakan itu dilakukan karena kebodohan dan bukan karena kesengajaan.

Semoga saja tulisan yang bersahaja ini bisa dianggap sebuah protes. Semoga saja tulisan ini menjadi catatan bahwa Akang tidak hanya DIAM. Semoga saja suatu saat kelak tulisan ini menjadi saksi tentang kegundahan yang diam, tentang protes yang hening.

Alloohuma Sholli Wa Sallim Wa Baarik ‘Alaa Muhammad !!!!!!

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di islam dan tag . Tandai permalink.

13 Balasan ke Catatan Sebuah Protes

  1. asyim berkata:

    Saya juga gak ikutan demo kang…

  2. della berkata:

    Aku dari awal juga nggak berani komentar banyak, orang blom pernah nonton pilemnya. Ntar ud heboh-heboh demo, ternyata cuma nyeneng-nyenengin orang sono aja yang akan bilang, “Tuh kan bener, orang muslim anarkis, kan.”

  3. ainulharits berkata:

    Saya juga tidak ikut demo. Membela Allah dan Rasulnya tidak harus dengan demo.

  4. abedsaragih berkata:

    Ya,,saya lihat di televisi udah banyak negara yang mengecam film ini,,tapi belum ada respon yang jelas.

    Oh…ya sob masalah komentar yang selalu masuk SPAM coba krim permasalahan sobat kesini akismet.com/contact/ .Biar mereka akan mengatasi komentar sobat yang selalu masuk SPAM.Semoga berhasil ya.Jangan lupa pakai bahasa Inggris kirimnya.🙂

  5. Ely Meyer berkata:

    salut sama cara protesnya Kang

  6. Idah Ceris berkata:

    Idah belum pernah lihat di media apapun, pernah dengar dari teman tapi sekilas2 saja.
    Miris sekali rasanya, kang? Seperti sudah tidak ada ide saja ya?😦

  7. danirachmat berkata:

    Allaahumma shalli wasalim ‘alaihi!!!!

    Amiiin buat doanya Kang. Saya juga sedih dengan adanya penghinaan itu tapi tidak ikutan demonya.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s