Gilar : Sebut Saja Namaku Akbar

Orang bijak mengatakan bahwa pilihlah nama dengan baik karena nama itu adalah do’a. Dalam kebiasaan seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi SAW, memberi nama biasanya dilakukan berbarengan dengan aqiqah yang dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran sang anak. Jika anaknya laki-laki maka aqiqah dilakukan dengan menyembelih dua ekor kambing, jika anaknya perempuan maka cukup satu kambing yang disembelih. Daging dari kambing aqiqah selanjutnya dibagikan kepada orang-orang sekitar terutama yang berkekurangan. Pemberian nama juga disertai dengan memotong rambut anak yang baru berusia 7 hari tersebut. Rambut yang terpotong ditimbang beratnya, kemudian orang tua mengeluarkan shodaqoh dengan harta seharga emas yang beratnya sama dengan berat rambut anak yang dipotong sebelumnya.

Pemberian nama kepada anak yang baru lahir ini merupakan saat yang penting. Dalam berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia banyak jenis ritual yang dilakukan saat memberi nama pada anak yang baru lahir. Dalam adat sunda sendiri pemberian nama sering diiringi dengan pembuatan bubur beureum (bubur merah) dan bubur bodas (bubur putih). Sehingga jika saat kecil akang saling ledek nama dengan anak-anak lain maka para orang tua biasanya melarangnya dengan mengatakan jangan suka menghina nama orang lain soalnya nama itu “…sudah di bubur beureum bubur bodas…” (maksudnya nama itu diberikan dengan mengadakan ritual membuat bubur merah dan bubur putih). Selain adat sunda tentunya banyak ritual dari daerah lain yang ada tetapi akang tidak mengetahuinya (kalo pembaca mau ikutan sharing boleh juga koq)🙂 .

Memilih nama untuk anak tercinta ternyata gampang-gampang susah. Para orang tua sebagian telah menyiapkan nama untuk anak pertama mereka bahkan sesaat setelah sang istri dinyatakan hamil. Tentu saja mereka telah menyiapkan dua nama untuk mengantisipasi apakah yang lahir anak laki-laki atau anak perempuan. Untuk nama anak kedua bahkan bisa lebih heboh lagi. Sang istri belum hamil saja, nama anak kedua sudah ditentukan. Nama tersebut bisa berhubungan dengan nama anak pertama, bisa sama hurup depannya, bisa berasal dari cerita yang sama seperti nama-nama dalam cerita pewayangan dll. “Nama” memang menjadi identitas pertama dari seorang manusia.

Cerita yang hampir sama terjadi pada akang sendiri. Setelah menentukan “Gilang” sebagai nama putra pertama, akang memilih nama untuk anak kedua yang berawalan huruf “G”. Ganjar, Ganda, Gugun dll sempat menjadi nominasi untuk menjadi nama anak kedua akang jika anaknya laki-laki. Begitupun nama-nama seperti Gita, Gina, dll menjadi calon nama anak kedua akang jika ternyata perempuan. Ternyata anak akang yang kedua seorang laki-laki lagi dan nama yang terpilih adalah Gilar. Tidak ada arti istimewa dari nama tersebut kecuali hanya nama tersebut mirip dengan nama Gilang. Akang pikir bagus juga jika kedua nama itu menjadi nama-nama anak akang. Walaupun tidak melakukan ritual membikin bubur merah dan bubur putih kedua nama itu telah tercatat didalam akte kelahiran keduanya.

Pada awalnya akang dan istri serta semua keluarga besar nyaman memanggil nama anak kedua akang dengan panggilan Gilar. Namun seiring berjalannya waktu ternyata ada hambatan yang memaksa akang dan keluarga untuk merubah panggilan akang kepada Gilar. Faktor utama merubah nama panggilan Gilar adalah sang kakak “Gilang”. Dengan segala keistimewaannya Gilang mengenali seseorang terutama dengan indera pendengaran. Gilang akan mampu membedakan suara akang. Istri, Uwa (pengasuh) dengan suara orang lain. Gilang juga telah mengenali nama dirinya sendiri dengan panggilan “Gilang”. Dengan nama panggilan yang mirip dengannya maka Gilang sering memberi reaksi jika salah seorang dirumah memanggil Gilar. Akang berpendapat hal ini akan menganggu kenyamanan Gilang. Setelah menyadari hal tersebut akhirnya akang memutuskan mengubah nama panggilan Gilar dengan nama belakangnya yaitu Akbar. Walaupun nama “Akbar” telah digunakan cukup lama tetapi didalam postingan akang yang bercerita tentang mereka akang masih menulis nama Gilang dan Gilar. Hal ini menyebabkan ada rasa tidak nyaman saat menulis, sehingga mulai postingan ini kedepan akang akan menggunakan nama panggilan Akbar sebagai pengganti Gilar. Jika ada sahabat yang mau menyumbang untuk membuatkan Akbar bubur merah dan bubur putih akang tidak keberatan koq he he he….!

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

18 Balasan ke Gilar : Sebut Saja Namaku Akbar

  1. Parwis Lubis berkata:

    Membicarakan nama memang selalu menarik

  2. Idah Ceris berkata:

    Adat aqioh dan bubur merah juga masih berlaku didaerah saya, kang. . .
    Akbar udah berapa tahun itu, kang?
    Lucuu ya, udah bisa pegang2 laptop.🙂

    Gilar itu slogan Banjarnegar, Banjarnegara Gilar-Gilar.
    Salam sayang untuk Gilang dan Akbar. . ^_*

    • abi_gilang berkata:

      Akbar 16 bulan. Trus artinya pa tuh? Akang sendiri nggak tau artinya kata Gilar (jadi malllu), pake nama itu karena matching aja sama Gilang. Pernah nanya yang orang jawa jawabannya nggak pasti ada yang bilang artinya lapangan luas, ada juga yang bilang bercahaya. Kalo Idah bisa ngasih tau akang pasti seneng banget🙂

  3. izzawa berkata:

    wuaaa..akbar gemesin bangettt..
    skarang umurnya dah berapa ya kang??🙂

  4. ainulharits berkata:

    Si Akbar mau berebut laptop sama abinya ya… ngalah aja dek… abi mau onlen dulu…

  5. ~Amela~ berkata:

    aaah.. komenku masuk spam lagi T.T

  6. ~Amela~ berkata:

    hai akbaaaar.. harus mulai membiasakan juga nih saya kang.. kalau lagi g fokus bisa2 akbar ini saya kira adeknya gilar.. hehehe..

    baidewei saya baru denger lho kang tentang rambut anaknya yang ditimbang terus ortunya bersedekah sesuai jumlah gramnya itu

    • abi_gilang berkata:

      Iya makanya kalo tiba2 akang cerita pake nama Akbar takut disangka adiknya Gilar. Soal menimbang rambut saat aqiqah ada koq di fiqih sunnah karangan Sayid Qutub (kalo nggak salah pengarangnya).

  7. yisha berkata:

    akang, pics GAilang ama Akbar dong……….

  8. danirachmat berkata:

    Aihh.. si Akbar lucu banget Kang….Ngegemesin deh.😀

  9. pursuingmydream berkata:

    Hai Akbar kamu imut deh, ndut pula. Wah pegang2 laptop sepertinya mau mulai ikutan Akang ngeblong ya dik?😀.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s