Laskar Damkar

Pantang pulang sebelum padam
Begitulah motto dari petugas pemadam kebakaran dimanapun mereka bertugas jika sedang menangani kebakaran. Mengatasi kebakaran memerlukan keterampilan khusus dalam melaksanakannya. Kemampuan itu pastinya dimiliki oleh setiap petugas pemadam kebakaran dimanapun karena itulah tugas utama dari mereka. Namun bukan berarti keterampilan tersebut haram untuk dimiliki oleh masyarakat awam lainnya. Oleh karena itu perusahaan tempat akang bekerja telah rutin melakukan pelatihan menangani kebakaran bagi seluruh karyawannya. Dari mulai direktur hingga petugas kebersihan diharuskan untuk mengikuti pelatihan penanganan kebakaran ini. Pelatihan ini ditujukan untuk melatih kesiapan seluruh karyawan jika terjadi kebakaran. Maklum saja beberapa waktu yang lalu di kota Jakarta marak terjadi kebakaran dengan kerugian materil dan imateril yang tidak kecil jumlahnya. Apalagi dilingkungan sebuah rumah sakit yang menghadapi tantangan tersendiri jika mengalami kebakaran yaitu melakukan evakuasi orang-orang yang sakit. Sebagaimana kita ketahui melakukan evakuasi orang sakit akan lebih sulit daripada mengevakuasi orang-orang sehat.

Pelatihan dimulai dengan memberikan materi tentang teori seputar kebakaran. Pengetahuan tentang faktor2 apa yang menyebabkan kebakaran, tindakan apa yang harus dilakukan jika pertama kali menemukan kebakaran dilingkungan tempat kerja, alat pemadam apa saja yang digunakan dan masih banyak materi lain yang diberikan. Setelah pemberian teori kebakaran dilanjutkan dengan praktek. Perwakilan dari suku dinas kebakaran memberikan pengarahan sesaat sebelum praktek dimulai bahwa sekecil apapun api bisa berubah menjadi bencana. Dan satu kalimat yang paling akang ingat adalah “…berlatihlah dengan penuh kesungguhan dan berdo’a-lah semoga ilmu yang didapat TIDAK PERNAH sekalipun digunakan. Pelatihan ini dilakukan dengan pengawasan ketat dari para instruktur juga pengawas dari suku dinas kebakaran sebagai perwakilan pemerintahan. Pelatihan dibagi kedalam dua kelompok, kelompok pertama ditujukan terutama bagi mereka yang belum pernah mengikuti pelatihan kebakaran. Kelompok lainnya adalah mereka yang sudah mengikuti pelatihan kebakaran sebelumnya. Kelompok pertama dilatih bagaimana menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). APAR ini adalah alat pemadam kebakaran berbentuk tabung yang biasa kita temui diberbagai kantor dengan ukuran dan jenis yang berbeda. Kebanyakan APAR ini berbobot 5 – 10 kg dengan jenis pemadam bubuk (powder) dan digunakan oleh perseorangan.

Kelompok lainnya dilatih menggunakan alat pemadam yang lebih besar dengan sumber air dari hidran. Untuk melakukan pemadaman dengan alat ini dibutuhkan minimal 3 orang (berkelompok). Satu kelompok terdiri dari Leader (pemimpin), nozle man (pemegang semprotan air) dan pengatur keran hidran. Dalam melakukan komunikasi selama pemadaman api tidak dilakukan dengan suara tetapi dengan kode khusus berupa gerakan2 tangan (seperti morse).

Akang sendiri melakukan pemadaman menggunakan alat hidran dengan 4 orang dalam satu regu. Pada kesempatan pertama akang menjadi pendukung nozle man bertugas memegang selang hidran dan pada kesempatan berikutnya akang sendiri sebagai nozle man. Menjadi nozle man ternyata tidak mudah, tekanan air di selang hidran ternyata berat dan gerakannya sulit dikendalikan padahal tugas utama nozle man adalah mengarahkan air ke sumber api. Sambil memberi arahan seorang instruktur mengatakan bahwa tekanan yang digunakan saat itu “hanya” 3 bar padahal dalam kebakaran sesungguhnya tekanan air yang digunakan adalah 12 bar.:mrgreen:😆 Mengetahui hal tersebut akang hanya bisa berpikir betapa berat tugas dari petugas pemadam kebakaran. Tugas mereka yang begitu berat ditambah resiko yang dihadapi begitu tinggi membuat akang memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi mereka yang menjadi petugas pemadam kebakaran dimanapun berada.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

19 Balasan ke Laskar Damkar

  1. Ping balik: Latihan Memberi Nafas Buatan | Belajar Kehidupan

  2. niee berkata:

    dasar dasar untuk menanggulangi ketika terjadina kebakaran emang perlu diketahui oleh semua orang ya mas.. agar gak terjadi kerugian yang lebih besar, terutama seh untuk manusianya🙂

  3. safan berkata:

    Luar biasa ………..

  4. Ely Meyer berkata:

    wow .. kaykanya seru ya Kang
    kalau di kampungku sini tiap desa punya klub pemadam kebakaran yg anggotanya sukarela, jadi banyak pemuda pemudi yg ikut

  5. izzawa berkata:

    asik juga ya kang kalau bisa ikut pelatihan kayak gini, bisa nambah pengalaman dan kita bisa tahu gimana beratnya pekerjaan seorang pemadam kebakaran..
    padahal gak sedikit juga yang meremehkan pekerjaan pemadam kebakarn

  6. Mila berkata:

    yups, berterimakasih pada profesi pemadam kebakaran …. semua profesi itu mulia🙂

  7. Darmanto Muat berkata:

    Kang, kira2 seleksi jadi pemadam kebakaran di Indo seketat dan semiliter di luar negeri (US, EROPA) nggak ya..??

  8. yisha berkata:

    yap, makasih bangets ke mereka, akang…..

  9. Dani berkata:

    berlatihlah dengan penuh kesungguhan dan berdo’a-lah semoga ilmu yang didapat TIDAK PERNAH sekalipun digunakan. Kalimat tersebut penting untuk menghadapi bencana ya Kang. Biar selalu selamat.😀

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s