Latihan Memberi Nafas Buatan

“Digedung parkir sebuah rumah sakit besar tiba-tiba seseorang yang baru turun dari mobil terjatuh tidak sadarkan diri. Tukang parkir yang sedang bertugas pun menjadi panik melihat keadaan tersebut. Segera saja Dia mendekatinya dan mengguncang-guncang dada orang tersebut untuk memastikan keadaannya. Tukang parkir tampak kesulitan mencari bantuan karena saat itu dia bertugas sendiri dilantai empat gedung parkir tersebut. Dua menit kemudian dia berhasil meminta bantuan kepada seorang sekuriti yang segera menghampiri korban namun tidak tahu harus berbuat apa. Kemudian diapun meminta bantuan dengan menggunakan handy talky ke posko sekuriti. Pemberitahuan pun akhirnya sampai di ruang emergency. Jarak gedung parkir dan ruang gawat darurat yang cukup jauh membuat perawat sampai ditempat korban dalam waktu lima menit kemudian. Tiba ditempat korban perawat melakukan pemeriksaan segera dan dia menyadari bahwa korban mengalami serangan jantung. Dengan terampil perawat tersebut segera memberikan pertolongan dengan melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation). Sikorban akhirnya dibawa ke emergency dan dapat ditolong dengan sebaik-baiknya.”

Begitulah sebuah situasi yang digambarkan oleh instruktur pelatih Basic Life Support, sebuah situasi yang kemudian diikuti dengan banyak pertanyaan barandai-andai. Bagaimana seandainya kejadian tersebut terjadi dijalan raya yang jauh dari rumah sakit? Bagaimana seandainya petugas medis yang datang tidak terampil melakukan CPR? Bagaimana seandainya tidak ada alat komunikasi yang bisa digunakan untuk menghubungi rumah sakit atau pelayanan gawat darurat lainnya? Dan banyak lagi pertanyaan lain yang mungkin muncul. Dan dari sekian banyak pertanyaan maka yang paling harus dijawab adalah “ seandainya anda menghadapi sendiri situasi demikian maka apa yang akan anda lakukan?”. Apalagi situasi seperti diatas tidak bisa diprediksi kapan dan kepada siapa akan terjadi. Sehingga untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan seperti diatas maka kemampuan dan keterampilan Basic Life Support ( Bantuan Hidup Dasar ) hendaknya dimiliki oleh orang awam sekalipun.

Selain pelatihan pemadaman kebakaran yang telah akang ceritakan dipostingan sebelumnya. Akang juga mendapatkan pelatihan Basic Life Support (BLS) dan kegawat-daruratan. Dari pelatihan BLS yang akang ikuti ada beberapa hal yang ingin akang tuliskan di blog ini untuk sedikit memberi gambaran kepada pembaca tentang apa yang bisa dilakukan jika menghadapi situasi seperti yang akang ceritakan di paragraf awal tadi. Jika mendapati seseorang korban tak sadarkan diri maka langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah:

  • Keamanan
    Maksudnya adalah sebelum memberikan pertolongan pastikan dulu kita dan korban berada ditempat yang aman. Contohnya jika ada korban kecelakaan lalu lintas yang tidak sadar maka pastikan dahulu posisi kita dan korban telah aman. Jika dirasa berbahaya maka pindahkan korban ke tempat yang cukup aman seperti dipinggir jalan atau ditempat yang terlindungi.
  • Respon
    Periksa kesadaran korban, tanya namanya atau guncang-guncang bahunya.
  • Minta pertolongan
    Jika korban tidak memberikan respon maka langkah selanjutnya adalah kita segera menelpon layanan gawat darurat, jangan lupa memberitahukan kondisi korban, tempat kejadian dan nama kita sebagai pelapor dengan jelas. Hal ini penting untuk memudahkan petugas dalam menjalankan tugas sehingga jika korban mengalami patah tulang maka peralatan yang dibawa pun sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika korban tidak sadarkan diri maka petugas akan mempersiapkan alat bantu nafas, pacu jantung dsb.
  • Periksa pernapasan
    Memeriksa pernapasan dilakukan dengan meletakkan korban terlentang, duduklah disamping korban dengan bertekuk lutut. Dekatkan pipi keatas hidung korban untuk merasakan jika ada hembusan nafas korban, sambil perhatikan gerakan dada korban untuk melihat jika ada gerakan naik turun yang menandakan korban bernafas. Disaat yang sama tempelkan jari untuk meraba denyut nadi dileher, tepatnya segaris dengan jakun disebelah kanan atau kiri.
  • Bantu nafas / nafas buatan
    Jika tidak ada ketiga tanda pernapasan tersebut maka lakukan bantuan nafas. Caranya adalah tarik dagu korban keatas untuk meluruskan jalan nafas karena pada orang tidak sadar jalan nafas biasanya tertutup oleh lidah. Tutup lubang hidung korban, tiupkan nafas sekuatnya melalui mulut hingga dada korban tampak membusung. Berikan bantuan ini dua kali tiupan. Selanjutnya lakukan lagi pemeriksaan nafas seperti langkah sebelumnya.
  • Pompa Jantung (CPR)
    Jika korban belum juga bernapas lakukan pompa jantung dengan cara letakkan kedua lengan dengan bertumpu pada tulang dada korban segaris puting susu atau dua jari diatas ujung bawah tulang dada. Luruskan kedua lengan (sikut tidak bengkok) dengan bertumpu pada satu telapak tangan. Bungkukkan badan kemudian lakukan tekanan pada dada korban menggunakan berat badan hingga tulang dada tertekan sekitar 5-10 cm. Lakukan gerakkan ini sebanyak 30 kali, setelah itu lakukan lagi pemeriksaan nafas. 30 kali tekanan dan 2 kali bantuan nafas adalah satu seri. Lakukan hal demikian hingga korban bernafas atau hingga petugas medis datang atau hingga kita kelelahan.

Korban (terutama serangan jantung) yang mendapatkan pertolongan BLS sebelum penanganan medis dalam menit-menit pertama memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bertahan hidup. Pelatihan keterampilan dan kemampuan memberi pertolongan BLS ini sangat terasa manfaatnya bagi akang sendiri. Pelatihan seperti ini sangat membantu kita untuk bersikap tenang dan tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi situasi yang sebenarnya. Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat tentang CPR silahkan klik disini.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

19 Balasan ke Latihan Memberi Nafas Buatan

  1. rurimadani12 berkata:

    ini kerjaan calon dokter kak:mrgreen:

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s