Panah Arjuna VS Angry Birds

Akhir pekan yang lalu seperti biasa akang gowes sendirian menyusuri jalan sekitar parung dan ciseeng. Gowes memang seringkali memunculkan inspirasi untuk menemukan tema apa saja yang hendak akang tulis di blog ini. Seperti ilalang-ilalang yang banyak tumbuh disepanjang jalan yang akang lewati. Ilalang yang dalam bahasa sunda disebut eurih termasuk tanaman yang bandel. Jika suatu lahan kosong dan tidak dibudidayakan oleh petani maka pasti disana akan tumbuh ilalang. Dan yang mengagumkan walaupun pada lahan tersebut dilakukan pembakaran maka dalam beberapa waktu kemudian akan tumbuh lagi rumput ilalang. Memperhatikan ilalang tersebut mengingatkan akang tentang permainan dimasa lalu. Dimasa belum muncul permainan “Angry Birds” anak-anak dituntut untuk menemukan kegembiraan dengan apapun benda yang ada disekitarnya.

Apakah anda percaya jika sewaktu kecil akang menggunakan ilalang untuk bermain panah?. Permainan panah berlangsung dengan seru, terkadang bermain perang-perangan dengan tokoh yang dimainkan bukan semacam Robo Cop, Voltus V, Gaban dll. Saat itu kami memainkan tokoh pewayangan seperti Arjuna, Yudhistira dan tokoh lain yang terkenal ahli memanah. Perlombaan memanah paling jauh serta memanah target dengan tepat juga tak ketinggalan jadi permainan kami. Semoga saja nanti akang masih bisa mengajari Akbar untuk melakukan permainan ini agar tidak kalah dengan Angry Birds.

Bagi kebanyakan anak-anak sekarang mungkin akan sulit membayangkan permainan panah seperti apa yang bisa dimainkan dengan rumput ilalang. Bagi para orang tua yang mempunyai anak akang yakin permainan ini akan sangat mudah untuk diajarkan. Selain mudah ditemukan, rumput ilalang pun rasanya tidak harus membeli untuk mendapatkannya. Langkah pertama adalah memilih rumput ilalang untuk dijadikan panah. Ilalang yang dipilih harus yang lurus tegak dan tidak terkulai (patah). Usahakan mencari yang cukup tua yang ditandai dengan daun yang agak kering dan mengkerut.Usahakan juga memilih ilalang yang ukurannya panjang. Semakin panjang ilalang maka akan semakin baik untuk dijadikan panah. Ilalang yang lebih panjang bisa menghasilkan lemparan panah yang lebih jauh. Setelah memilih ilalang yang diinginkan potong ilalang pada bagian pangkal. Potong juga ujung ilalang sekitar 3-4 cm dari ujungnya sehingga tampak seperti gambar disebelah.

Perhatikan pangkal ilalang, sobek bagian daun dari tulang daun (tengah) sekitar 1-2 cm, kini terdapat dua daun ilalang yang menjuntai. Jepit kedua daun dengan jari dan jempol kiri, jepitan jari tangan kiri bukan merupakan jepitan yang keras sehingga masih memungkinkan daun ilalang ditarik kebawah. Ujung daun ilalang dipegang dengan jari tangan kanan. Tulang daun yang mencuat akan menjadi anak panah yang akan kita lepaskan. Untuk melepaskan anak panah tersebut caranya dengan menarik ujung daun yang dipegang tangan kanan kebawah dengan cara sekaligus. Tangan kiri menjadi titik tolak lepasnya anak panah sekaligus menentukan ketinggiannya. Setelah anak panah (tulang daun ilalang) lepas maka tangan kanan kita hanya memegang dua helai daunnya saja.

Posisi awal memanah.


Posisi saat anak panah meluncur.


Dua helai daun yang tertinggal.


Anak panah yang telah dilepaskan.

Kalau ini sih Akbar lagi gangguin akang yang sedang mengumpulkan foto untuk di upload di blogπŸ™‚

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

19 Balasan ke Panah Arjuna VS Angry Birds

  1. Ilham berkata:

    lha si akbarnya pake baju angry birds tuh. hihi.
    jaman dulu emang banyak mainan yang kreatif.

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Subhanalllah… itu mainan saya semasa kanak-kanak dahulu. tempat saya banyak sekali rumput lalang tersebut. tapi sayang, sekarang ini jarang bertemu rumput itu lagi lantaran pembangunan yang semakin banyak dan anak-anak saya tidak merasai permainan ini.

    Akbar beruntung bisa merasai apa yang saya rasakan semasa kecil. paling mengesan dan mengujakan apabila manarik dua jaluran daun dan menembaknya sejauh mungkin. Hal ini menjadi satu perlombaan buat saya dan teman-teman.

    Terima kasih menghadirkan posting ini sebagai satu nostalgia yang akan dikenang sepanjang hayat. Salam buat arjuna Akbar.

    Salam kenal dari Sarikei, Sarawak.πŸ˜€

  3. Idah Ceris berkata:

    Akang kreatif juga ya?
    Dari gowes bisa bernostalgia dengan anak panah. . .πŸ˜€

    Itu ade Akbar koq gak menghadap kekamera?πŸ˜›

  4. ~Amela~ berkata:

    aku belum pernah main beginian..
    kirain yang dimaksud panah arjuna itu game flash buatan anak negeri yang booming itu lho kang

  5. Ketykeket berkata:

    baru tau mainan ini…kerennnnnnn

  6. Imron Rosyadi berkata:

    Waahhh benar tuh, mainan masa kecil saya dulu. Panahan, bom air (pletekan), kapal-kapal an daun bambu, ahhh.. masa lalu yang menyenangkan.
    Anak jaman sekarang dah ga banyak yang kenal gobak sodor, benteng, patel lele, boi-boi an dst. Kenalnya fesbuk, gem onlen ama pe es.πŸ˜€

  7. yisha berkata:

    wah, keren bangetsssssssssssss…………..

  8. danirachmat berkata:

    Sama kalo gitu mainan kita dulu Kang.πŸ™‚
    kebetulan deket rummh juga masih banyak ilalang.

  9. bensdoing berkata:

    wahh…panah ilalang, prmainan ms kecil…btw minggu gowes ke bogor Kang !

  10. Ely Meyer berkata:

    boleh juga tuh kang idennya membuat panah dr ilalangπŸ™‚

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s