Dawai Fajar

Hujan semalam menghapus awan dari langit subuh ini
Genit kedip bintang menambah jernih angkasa
Walau tidak utuh bulan sendirian tampil dengan anggun
Lengkungannya membentuk senyum cemerlang dilangit jernih
Dawai fajar mengalunkan nada-nada terbaik dari denyut alam
Sungguh fajar ini lebih indah dari fajar malam pengantin
Nada-nada sumbang enggan tampil diantara senyum jiwa
Jiwa sejernih angkasa disana
Malam beranjak seperti ingin dikenang dengan indah
Keindahan merajai hati
Yang tak hilang dibawah semburat mentari pagi

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Puisi dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Dawai Fajar

  1. Ely Meyer berkata:

    tiap pagi kalau mengantar suami ke garasi selalu melihat langit pagi yg masih gelap kang, banyak bintang dan kadang ditemani bulan juga,, indah sekali , damai rasanya memandang mereka🙂

  2. Hijihawu berkata:

    Saya juga melihatnya Kang, saat bulan sabit ditemani sebuah bintang, sejajar. Langit dari arah saya, dibawahnya tampak awan pesawat, menyemburat merah muda. Sempat mengabadikannya dari ponsel jadul saya. Tentu tidak sebaik foto di atas. Memandang fajar itu memang sesuatu.🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s