Gua Lelaki

Kehidupan sejatinya tidak pernah berjalan sesuai dengan keinginan kita. Selalu saja ada hal-hal yang tidak sesuai dengan maunya kita. Bukankah kebanyakan orang ingin kaya raya tetapi kenyataan orang kaya tidak sebanyak orang miskin. Lebih banyak penonton daripada pemain bola. Lebih banyak nasabah bank daripada pemilik bank. Lebih banyak mahasiswa daripada dosen. Oleh karena itu hidup ini jadi ramai dan semarak. Bisa dibayangkan kalau manusia jadi konglomerat semuanya. Tak akan ada tukang bubur ayam yang setiap pagi bisa mengobati rasa lapar kita. Atau kios yang menjual voucher pulsa prabayar.

Sebagai manusia yang harus dipikirkan bukan bagaimana menghindari masalah tetapi bagaimana menghadapinya. Dari sekian banyak permasalahan hidup maka yang paling menyita pikiran bagi pasangan suami istri adalah masalah rumah tangga. Dalam menghadapi masalah rumah tangga cara yang ditempuh oleh para suami akan berbeda dengan yang ditempuh oleh istri. Sebagai kaum wanita, jika menghadapi masalah rumah tangga para istri pada umumnya cenderung mencari penyelesaian dengan melibatkan orang lain. Melibatkan orang lain dalam hal ini bukan berarti orang lain ikut masuk ke dalam masalah atau konflik yang terjadi. Melibatkan dalam hal ini bisa jadi hanya sekedar teman berkeluh-kesah atau curhat tentang apa yang terjadi. Dijaman sekarang ini yang menjadi teman curhat tidak hanya sekedar orang yang bisa ditemui langsung seperti teman kantor atau tetangga. Teman curhat bisa jadi adalah saudara yang tinggal berjauhan, teman saat kuliah, teman jejaring sosial atau bahkan menjadikan jejaring sosial itu sendiri sebagai tempat curhat. Meskipun tidak semua wanita melakukan hal tersebut tetapi akang yakin kebanyakan wanita melakukannya atau paling tidak pernah melakukannya.

Lain halnya dengan cara-cara yang dilakukan kaum hawa, pada umumnya para lelaki tidak mengumbar cerita atau keluh kesah jika menghadapi masalah terutama masalah rumah tangga. Sebagian ada yang menganggap bahwa permasalahan rumah tangga adalah merupakan aib diri yang seharusnya ditutupi dari pandangan orang lain. Sebagian lain berpendapat bahwa permasalahan rumah tangga adalah tanggung jawab dirinya sendiri sehingga tidak perlu orang lain ikut campur dalam urusan tersebut. Para wanita cenderung “keluar” untuk mengurangi beban pikiran dari permasalahan yang dihadapi. Sedangkan lelaki akan cenderung masuk ke “gua” dan “bersembunyi” jika sedang dalam tekanan masalah. Gua disini bukan berarti gua sebenarnya tetapi keaadan mental dimana lelaki benar2 sendirian merenungkan semua tindakan apapun yang akan dilakukannya. Jika seorang lelaki berada di “gua” maka seorang istrinya sekalipun tidak akan bisa mengganggunya.

Gua bagi satu lelaki mungkin tidak sama dengan lelaki lainnya. Untuk menemukannya sebagian akan pergi memancing bersama teman lainnya. Memancing bersama teman akan cukup dianggap sebagai ajang “berbagi beban dan keluh kesah” walaupun selama memancing mungkin tidak terjadi percakapan serius samasekali. Hal ini tidak berlaku bagi wanita, bisa dibayangkan jika seorang wanita mencari “gua” dengan shopping bersama temannya tetapi tidak ngobrol samasekali. Sebagian lelaki lain akan menemukannya gua-nya didepan televisi ketika seluruh anggota keluarga lain telah terlelap tidur. Persembunyian ini akan berakhir saat lelaki telah menemukan jalan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Kini pertanyaan untuk para lelaki dimana “gua” kalian berada? Untuk para wanita apa, kapan dan dimana “gua” suami anda???

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

19 Balasan ke Gua Lelaki

  1. Memang berbeda Sob, kecenderungan kaum hawa lebih mengandalkan perasaan sehingga lebih emosional, sedangkan kaum pria lebih rasional dalam mencari solusi…..tapi pada intinya kedua jenis manusia ini saling melengkapi………

  2. Darmanto Muat berkata:

    kalau saya pribadi A’, lebih memilih stay at home.. saya tidak keluar dari rumah sebelum the problem is solved.. terpecahkan dulu lah.. biasanya sih saya memilih berbaring.. memejamkan mata… dan… tidur klo bisa, klo ga bisa yaaaa.. kedap kedip kedap kedip nggak jelas..🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s