Gunung (Dimana darah, air dan udara bertemu)

Tulisan di postingan ini mengingatkan akang saat sekolah dahulu. Jika telah usai masa liburan maka tugas dari guru Bahasa Indonesia biasanya adalah menuliskan pengalaman saat liburan. Untuk tugas yang satu ini biasanya akang membuat cerita fiktif seperti “berlibur di rumah nenek”. Mengapa akang mengatakan tulisan fiktif karena sejujurnya saat sekolah dahulu hampir tidak pernah akang berlibur keluar kota untuk benar2 menikmati masa liburan. Apalagi pada kenyataannya rumah nenek akang hanya terhalang dua rumah dari rumah akang sendiri. Sedangkan nenek akang dari pihak ayah berada di Sumatera karena ber-transmigrasi sejak akang berumur 7 tahun. Tidak seperti kebanyakan teman akang yang menceritakan pengalaman liburan dengan mengunjungi tempat2 wisata atau bahkan pengalaman berlibur keluar negeri.

Kampung akang berada di kaki bukit dalam wilayah kehutanan Kareumbi di Sumedang. Terletak di ketinggian 700 – 800 dpl menyebabkan cuaca disana cukup dingin. Jarak dari kota Sumedang sekitar 8 km ke sebelah barat dan bisa ditempuh dengan kendaraan selama 20-30 menit.

Liburan kali ini hanya Akbar yang diajak mengingat Si Uwa (pengasuh) tidak bisa ikut ke Sumedang. Gilang ditinggal bersama Uwa karena berbagai hal yang memaksa kami harus meninggalkannya. Dikampung tempat kelahiran akang tampak Akbar begitu menikmatinya. Mungkin karena sebagian darah yang mengalir didalam tubuhnya juga berasal dari tanah, air dan udara disana. Seolah ikan salmon yang kembali dari pengembaraan setelah menaklukkan aliran air deras hingga di hulu sungai. Untuk lebih memberi pengalaman akang diwaktu kecil, akang pun sengaja memandikan Akbar disungai tempat dimana akang dahulu biasa mandi disana.

Debit air sungai kali ini terlihat menyusut dikarenakan musim kemarau yang cukup panjang sedangkan hujan yang diharapkan hanya sesekali datang dengan intensitas yang rendah. Tetapi hal ini malah menguntungkan bagi kami karena jika arus air sungai deras mungkin kami tak berani memandikan Akbar di sungai. Disungai suasana tampak lengang karena saat ini kebanyakan orang telah memiliki kamar mandi dirumah masing2. Anak-anak sudah jarang bermain disungai untuk mencari ikan atau perang-perangan menggunakan tanah liat. Saat pertama dimasukkan kedalam air Akbar sedikit menolak karena kedinginan, namun beningnya air dan sinar matahari pagi yang menghangatkan tubuh membuat Akbar menjadi betah bermain di air. Bahkan setelah asik bermain batu yang berserakan Akbar jadi enggan berhenti saat diangkat dari dalam air. Hal ini membuat akang berjanji dalam hati untuk memberi pengalaman2 lainnya kepada Akbar jika nanti mudik lagi.



Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

40 Balasan ke Gunung (Dimana darah, air dan udara bertemu)

  1. lunaticmonster berkata:

    wah keren, jadi pingin loncat…heheheeeee

  2. milo berkata:

    Saya di sini malah horor kalau ada orang mandi di sungai. Lha, wong, sungainya juga dipakai untuk buang hajat. Kalau mandi di situ juga rasanya errrrr…

  3. cumakatakata berkata:

    saya kangen mandi dikali Kang…..
    walau saya gak bisa berenang. heee

  4. nengwie berkata:

    Palay pisan ngajak barudak ka lembur..emut jaman paungkur nuju alit keneh.
    mung abdi mah da teu gaduh lembur kang…

    emut tah waktos abdi “guyang” di walungan alit..sihoreng teh geuningan palih luhu sakedik aya Munding nuju ibak oge😀

  5. lambangsarib berkata:

    numpang istirahat minta tehnya mas, sambil ngangsu kawruh yah….

  6. ainulharits berkata:

    Airnya bening, mengingatkanku akan kampung halamanku di pacitan sana

  7. BuPeb berkata:

    jadi pengen ikutan nyebur … akbar lucuuu🙂
    duh brasa ademnya… segerrr

  8. Ketykeket berkata:

    nuansa pedesaan yang menyenangkan kang….apalgi lihat adek akbarnya lucu sekali…^^

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s