Dua Penjaga Hati

Akhir-akhir ini Istri akang sering melihat kejadian2 mengharukan antara Gilang dan Akbar jika sedang bermain bersama. Gilang dengan segala keterbatasannya ternyata mampu mengenali adiknya dengan baik. Hal ini bisa dilihat saat Akbar mengganggunya dengan menindihnya maka Gilang hanya tertawa tanpa berusaha menolaknya. Padahal jika orang lain melakukan hal yang sama maka Gilang biasanya menolak bahkan menangis. Sementara itu Akbar diusianya saat ini belum mengerti cara mengungkapkan perasaan sayang kepada orang lain. Jika bertemu anak seusianya Akbar mengajak “berkenalan” dengan cara mendorong atau mencubit. Dilingkungan rumah Akbar dikenal sebagai anak yang galak bahkan kepada anak yang berusia diatasnya sekalipun. Kepada Gilang pun Akbar melakukan hal yang sama bahkan untuk menunjukan rasa sayangnya Akbar sering mencium (lebih tepatnya menggigit) Gilang.

Melihat kelakuan Akbar, istri akang sering terlihat meneteskan air mata karena merasa terharu. Akang sangat memakluminya karena bagi kami Gilang dan Akbar adalah “penjaga hati”. Manakala melihat Akbar maka hati kami dijaga dari kesedihan berlarut memikirkan keadaan Gilang. Begitupun sebaliknya, saat melihat Gilang kami selalu dipenuhi rasa syukur dikaruniai Akbar. Ikatan batin antara keduanya sungguh kuat meskipun belum terjalin hubungan verbal antara keduanya. Kemarin saat mudik, Akbar yang ikut bersama akang sering memanggil-manggil Gilang yang ditinggal bersama pengasuh. Saat kembali bertemu dengan Gilang, Akbar terlihat begitu bahagia sambil memeluk Gilang dan tidak mau dijauhkan walau hanya sebentar.

Suatu ketika Akbar menuntun ibunya sambil menunjuk kearah tempat penyimpanan diapers. Sambil sedikit bingung istri akang menuruti kemauannya. Tanpa diduga Akbar mengambil diapers milik Gilang dan mengambilnya. Dengan sedikit kesulitan Akbar mengeluarkan satu diapers kemudian seolah-olah ingin memasangkannya kepada Gilang yang saat itu sedang tiduran. Melihat hal itu istri akang hanya bisa menangis melihat Akbar yang belum mengerti apa2 tetapi telah menunjukkan rasa sayang kepada Gilang.

Cerita lainnya diceritakan oleh Si Uwa (pengasuh) bahwa suatu ketika Gilang buang air besar. Si Uwa pun segera menggendong Gilang ke kamar mandi. Tanpa disangka, Akbar yang saat itu bersama Gilang ikut-ikutan berusaha mengangkat Gilang yang hendak dicebokin Si Uwa. Walaupun sudah dicoba dicegah tetapi Akbar memaksa untuk membantu mengangkat Gilang. Kejadian2 kecil seperti ini sungguh mengharukan bagi kami berdua sebagai orang tua. Masih teringat dahulu saat kami begitu takut untuk mempunyai anak lagi setelah Gilang diketahui menyandang Cerebral Palsy. Namun kini perlahan-lahan kami merasakan suatu hikmah yang besar dengan mempunyai anak lagi setelah Gilang. Bagi para orang tua yang mempunyai anak Cerebral Palsy dan punya keinginan untuk menambah anak yakinlah bahwa hal tersebut sangat baik bagi perkembangan anak Cerebral Palsy. Tanpa mengabaikan ikhtiar kita untuk selalu memeriksakan kesehatan kandungan agar mempunyai anak yang sehat.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar, Cerita Gilang dan tag . Tandai permalink.

37 Balasan ke Dua Penjaga Hati

  1. giewahyudi berkata:

    Salam peluk untuk Akbar dan Gilang ya, Mas..

  2. danirachmat berkata:

    Subhanallaah. Semoga Akbar dan Gilang selalu dikaruniai dengan kasih sayang di antara keduanya Kang.🙂

  3. niee berkata:

    mudah2an akbar dan gilang selalu mendapat barokah dari Allah swt ya mas🙂

    http://irniirmayani.wordpress.com/2012/10/31/giveaway-sebuah-permintaan/

  4. ainulharits berkata:

    Allah subhanahu wa ta’ala lebih tahu bahwa Anda akan bisa kuat menerima cobaannya, walaupun menurutku itu suatu yang sangat berat. Semoga Allah memberikan Anda pahala yang tiada batas.

  5. Eva berkata:

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  6. kakaakin berkata:

    Subhanallah…
    Di sini saya meyakini bahwa kasih sayang orang tua itu tiada berbatas.
    Syukurlah, tidak ada rasa iri pada Akbar karena kakaknya mendapat perhatian lebih ya…

  7. delakeke1 berkata:

    Semoga 2 penjaga Hati, tetap mejaga hati orang tua dan orang orang disekitarnya…
    Salutt mas..

  8. Idah Ceris berkata:

    Dua penjaga hati yang selalu bisa menjadi hati orang2 tersayang.🙂
    Dengan segala keterbatasan gylang, pastinya gilang ingin sekali memeluk dan menggendong Akbar.

    Salam sayang selalu untuk Gilang, Akbar dan keluarga akang. Semoga tetap dalam lindunganNya.🙂

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s