Buruk Rupa Cermin Disayang

Semakin lama melihat pertumbuhan dan perkembangan Akbar semakin terasa karunia yang harus akang syukuri. Setiap perkembangan yang akang lihat terus mengingatkan akang akan perjalanan yang harus dilalui oleh Gilang. Akang dan istri pun seakan menjadi orang tua yang baru mempunyai anak. Kami masih saja merasa takjub akan setiap perubahan yang diperlihatkan Akbar. Padahal perkembangan tersebut mungkin sama saja dengan anak-anak lainnya. Namun yang pasti setiap orang tua akan selalu merasa anaknya adalah yang paling istimewa.

Dalam peribahasa disebutkan kalau “buah jatuh tak jauh dari pohonnya” atau dalam bahasa sunda “uyah mah tara tees kaluhur” yang berarti sikap anak itu tak akan jauh berbeda dari sikap orang tuanya. Melihat sikap perilaku yang ditunjukkan Akbar kami sering mengingat-ingat akan sikap kami berdua sewaktu kecil. Saat Akbar suka menunjukkan ketidak-sukaan terhadap seseorang dengan menggigit, akang jadi teringat cerita orang tua akang tentang akang sewaktu kecil yang juga suka menggigit orang lain. Bahkan hal tersebut banyak diingat oleh tetangga-tetangga akang di kampung. Saat itu Ibu akang membuka warung dan anak-anak tetangga yang mendatangi warung sering takut ke warung jika melihat akang. Satu sikap lain yang ditunjukkan Akbar adalah suka membanting benda yang dipegangnya jika sedang marah. Nah kalau sikap ini sepertinya meneruskan kebiasaan istri akang sewaktu kecil, seperti cerita yang disampaikan mertua akang. Melihat perilaku yang ditunjukkan Akbar seolah kami melihat cermin diri kami sendiri. Namun demikian tak akan ada peribahasa “buruk rupa cermin dibelah” untuk cermin yang satu ini.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Cerita Akbar dan tag . Tandai permalink.

30 Balasan ke Buruk Rupa Cermin Disayang

  1. rumahniefha berkata:

    tapi yang baik-baiknya juga nurun kan kang?😉
    salam buat keluarga akang ya.
    dari saudara di banjarmasin, gitu ..

  2. asyim berkata:

    Benar kang,uyah mah tara tees ka luhur kang…

  3. HALAMAN PUTIH berkata:

    Bener juga tuh, ada sebagian perilaku kita di waktu kecil yang diadopsi oleh anak2 kita di masa kecilnya. Ya, namanya juga anak pasti ada gen orang tua yang tetap terbawa.

  4. Adi Nugroho berkata:

    Nahloooo jangan2 anakku tar senakala aku jaman kecil..
    tidaaaaakkkkk…

    hehehe, salam,

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s