Kala Hidup Tersandera Sakit

Cobalah sekali-kali anda bayangkan jika anda seseorang yang divonis mengalami gagal ginjal atau kerusakan ginjal hingga 92 persen. Jika anda tidak memahami apa artinya ginjal yang hanya berfungsi 8 persen saja maka akan akang beri sedikit gambaran. Dengan ginjal delapan persen maka anda harus melakukan hemodialisa ( cuci darah) paling lama satu bulan sekali. Dalam keadaan yang lebih ekstrem bisa mencapai satu minggu sekali. Jangan ditanya soal biayanya yang pasti bisa membuat anda tiba-tiba bangkrut (biaya sekali cuci darah saat ini sekitar satu juta rupiah). Masalah bukan hanya sampai disitu, anda dituntut untuk mengkonsumsi makanan dengan sangat-sangat selektif baik dalam jenis maupun jumlahnya. Jika anda “nakal” dengan masalah makanan ini dipastikan efeknya akan langsung terasa. Badan mengalami bengkak dimana-mana karena cairan sisa metabolism yang harusnya disaring oleh ginjal dan dibuang melalui urin tersendat dan kembali masuk didalam tubuh.

Jangan pernah anda bayangkan bahwa proses hemodialisa itu mudah dilalui. Darah anda disedot melalui sebuah selang ke alat hemodialisa untuk kemudian dicuci, dan setelah itu darah yang sudah bersih dimasukkan kembali ke dalam tubuh. Biasanya lama proses cuci darah ini adalah 4 jam dengan posisi bedrest total (berbaring di tempat tidur). Waktu “emas” untuk anda merasakan nikmatnya makanan yang anda impikan adalah 1 jam setelah proses cuci darah berlangsung. Disaat ini anda diperbolehkan makan makanan apapun yang anda inginkan. Hal ini karena sisa metabolisme dari makanan tersebut akan langsung ikut terbersihkan oleh alat hemodialisa. Namun waktu ”emas” ini benar-benar sangat singkat karena 2 jam sebelum proses cuci darah selesai anda harus menghentikan aktifitas makan. Harus diingat bahwa cuci darah ini dilakukan SEUMUR HIDUP.

Kini di dunia medis dikenal metode baru untuk anda yang mengalami gagal ginjal. Metode CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut) merupakan metoda yang sudah mulai popular di Indonesia. Sebuah metode terapi yang dilakukan secara mandiri dan dilakukan di rumah. Gambaran awam dari metode ini yang bisa akang berikan adalah seperti ini. Cairan CAPD bekerja seperti busa yang bisa menyerap cairan dan mengikat kotoran yang ada dalam cairan tersebut. Cairan yang telah dibersihkan dari kotoran dapat dilepaskan kembali dari busa tersebut. Anda yang menjalani terapi ini dibuatkan dua lubang dibagian perut, satu untuk tempat masuk cairan dan satu lagi untuk tempat keluar cairan. Setiap pergantian cairan harus dilakukan dengan steril (aseptic). Oleh karena itu biasanya pasien yang menjalani terapi ini sebelumnya telah mendapat pelatihan yang cukup untuk melakukannya. Cairan CAPD terdapat bermacam kualitas tergantung “daya cuci” yang dimiliki. Ada cairan yang daya cuci rendah, sedang dan tinggi. Jika menggunakan CAPD dengan daya cuci tinggi maka pergantian cairan CAPD cukup 2 kali sehari namun tentu saja harganya lebih mahal.

Terapi gagal ginjal dengan metode CAPD juga terbilang cukup mahal yaitu berkisar 5 – 6 juta rupiah untuk biaya cairan CAPD. Biaya tersebut belum termasuk alat-alat kesehatan lain dan pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan secara rutin. Keuntungan lain dari metode ini adalah kualitas hidup yang lebih baik daripada menjalani terapi cuci darah. Penderita gagal ginjal yang menggunakan CAPD masih bisa bekerja seperti biasa walaupun tetap jangan berlebihan. Sedangkan pasien cuci darah biasanya merasa enak 1 – 2 minggu setelah cuci darah, tetapi lewat masa itu banyak mengalami keluhan seperti bengkak-bengkak dan gerak tubuh yang terbatas. Pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah juga lebih rentan terkena hepatitis C karena penggunaan alat cuci darah secara bersamaan di rumah sakit atau klinik kesehatan.

Setelah memahami gambaran yang akang paparkan diatas anda bisa memahami bagaimana sebuah kehidupan yang tersandera oleh sakit. Kehidupan akang bersama Gilang bagi sebagian orang mungkin terlihat begitu sulit untuk dijalani. Namun dibandingkan orang-orang dengan gagal ginjal hal tersebut seperti tidak ada apa-apanya. Jika akang ditakdirkan tidak bisa memberikan pengobatan dan terapi bagi Gilang maka tak menyebabkan Gilang kehilangan nyawa. Gilang akan tetap hidup walau tanpa obat dan terapi. Sedangkan seseorang dengan gagal ginjal mau tak mau harus melakukan pengobatan/terapi yang begitu mahal karena jika hal itu tidak dilakukan berarti taruhannya nyawa yang hilang. Masih banyak kisah serupa yang disebabkan oleh penyakit lain seperti leukemia, Diabetes Melitus (ketergantungan pada Insulin) dll.

Tulisan ini didasarkan keprihatinan akang terhadap seorang sahabat akang yang mengalami gagal ginjal, apakah sahabat blogger mempunyai teman atau kerabat yang hidupnya juga tersandera suatu penyakit?.

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

29 Balasan ke Kala Hidup Tersandera Sakit

  1. kangyaannn berkata:

    bibi saya masih terbaring sakit gan udah bertahun tahun..

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s