Mendadak Kampungan

kucing1

Suatu hari dibulan yang lalu rumah mertua akang kedatangan tamu. Dari tampangnya tamu ini bukan dari daerah dekat-dekat sini. Maklum saja jika dilihat sekilas akan tampak “kelasnya”. Walaupun tampak dekil tapi dengan sedikit sentuhan perawatan pasti aura high class akan segera muncul. Kata orang sih mungkin masih keluarga “persia” atau “angora”. Ya … tamu yang mendatangi rumah mertua akang adalah kucing dalam gambar diatas. Kucing berwarna putih polos dengan sedikit warna coklat diujung kaki-kaki, telinga dan mulutnya kemudian kami beri nama Siputih.

CIMG1715

Entah dari mana datangnya kucing tersebut malah memilih rumah mertua akang sebagai tempat persinggahan. Di hari-hari pertama kami hanya berusaha memberinya makan Siputih dengan sisa-sisa makanan kami. Namun ternyata Siputih tidak bergeming melihat makanan yang disajikan. Kami pikir mungkin pemilik sebelumnya tak pernah memberikan makanan seperti yang kami berikan. Maklum saja makanan sehari-hari kami didominasi oleh ikan asin dan sebangsanya. Dengan terpaksa kami belikan makanan kucing yang dijual ditoko-toko hewan peliharaan. Barulah kami tahu ternyata makanan kucing yang “branded” itu harganya sangat mahal untuk ukuran kami.

CIMG1719

Benar saja setelah diberi makanan ber-merk Siputih akhirnya mau makan. Walau ada sedikit rasa heran kami memikirkan harga makanan hewan yang lebih mahal dari beras yang kami makan. Niat awal ingin memelihara Siputih kini mulai memudar. Tentu saja faktor makanan Siputih yang menjadi pertimbangan kami untuk mencoba menawarkan kepada orang yang mungkin ingin memelihara Siputih. Sebenarnya setelah hampir dua minggu Siputih sudah mulai menyukai makanan kucing “versi kami”. Namun kami merasa kasihan jika Siputih diberi makanan seperti kucing-kucing lain di kampung kami. Bahkan di kampung kami jumlah kucing yang benar2 dipelihara dalam arti diberi makanan sangat jarang.

CIMG1714

Akhirnya akang pun menawarkan Siputih kepada teman-teman akang di kantor yang mungkin berminat memelihara kucing. Seorang teman akang sangat senang menerima tawaran akang dan segera akan mengambil Siputih dari rumah mertua akang.

CIMG1723

Sebelum Siputih benar2 meninggalkan rumah, akang pun ingin membuat catatan tentang Siputih di blog ini. Sahabat blogger apakah anda senang dengan binatang peliharaan? Terus binatang apa aja yang sahabat pelihara?

CIMG1720

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

25 Balasan ke Mendadak Kampungan

  1. asyim berkata:

    Kalau saya kapok kang miara kucing,dulu sewaktu istriku hamil 7 bulan,anakku yang masih dalam kandungan meninggal kang,kata dokter di rumah sakit katanya anakku tertular toksoplasma kang.akhirnya istriku harus dirawat beberapa minggu untuk mengeluarkan anakku yang meninggal di dalam kandungan tersebut.

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s