Tentang Saksi

saksiSumber gambar : merdeka.com

Saksi adalah seseorang yang dianggap melihat langsung suatu kejadian sehingga pernyataannya tentang kejadian tersebut (seharusnya) tidak bisa diragukan lagi. Dalam suatu pernikahan Islami, saksi adalah salahsatu syarat keabsahan terjadinya proses pernikahan. Alloh SWT mensyaratkan saksi dalam suatu pernikahan tentu saja bukan karena ketidak-mampuan Dia untuk mengetahui segala sesuatu. Saksi pernikahan seolah berperan sebagai “pengawas” terlaksananya suatu hukum Tuhan. Persaksiannya sungguh bukanlah hal yang sepele mengingat pernikahan adalah menggugurkan sesuatu yang haram menjadi halal dalam hubungan dua insan berlainan jenis. Urusan menikah adalah urusan dunia akhirat yang membuatnya tidak bisa dianggap remeh. Bahkan walaupun bercerai adalah dihalalkan namun hal itu merupakan perbuatan halal yang dibenci Alloh.

Begitu pentingnya peran seorang saksi tidak lantas menjadikan seseorang yang hendak menikah menganggap penting hal tersebut. Kebanyakan saat menikah saksi dicomot begitu saja saat acara ijab kabul hendak dilaksanakan. Pasangan menikah yang kaya raya atau dari keluarga terpandang sering memilih orang sebagai saksi pernikahan adalah pejabat negara bahkan presiden. Setelah ijab kabul selesai diucapkan pengantin dan penghulu menanyakan sah tidaknya kepada saksi dan semua yang menghadiri, saksi pun ikut membubuhkan tandatangan di surat-surat administrasi. Kesaksian yang begitu gampang dan remeh kelihatannya, padahal kesaksiannya menyangkut pertanggung-jawaban dihadapan Tuhan. Kesadaran tentang pentingnya posisi saksi dalam sebuah pernikahan tidak hanya dilupakan oleh pengantinnya saja tetapi oleh orang yang menjadi saksi itu sendiri.

Andai saja pernikahan yang telah dipersaksikan namanya berlangsung langgeng dan bahagia, tentu saksi akan merasa senang dan pertanggung-jawaban kelak dihadapan Tuhan tidak memalukan. Namun jika pernikahan yang dia persaksikan kemudian menjadi pernikahan yang hancur selayaknya saksi juga ikut merasa malu dan bertanggung-jawab. Sebagaimana akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang pernikahan siri bupati Garut dengan seorang gadis. Pernikahan yang katanya hanya berlangsung empat hari dan diakhiri (ditalak) dengan cara mengirim pesan singkat dari sang suami kepada istrinya. Mungkin kalau akang yang menjadi saksi dari pernikahan itu akan merasa malu sendiri atas kejadian tersebut. Persaksian yang menyangkut tanggung-jawab dunia akhirat seolah menjadi permainan dalam panggung pertunjukkan saja. Seorang saksi tetaplah hanya jadi saksi yang begitu dibutuhkan saat melangsungkan pernikahan tetapi tidak pernah terdengar perannya saat berakhirnya suatu pernikahan.

(Ditulis sebagai sebuah opini pribadi mengenai berita pernikahan Bupati Garut Aceng HM Fikri dengan Fany Octora)

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Tentang Saksi

  1. zaqli berkata:

    aku pernah dengar kalo jadi saksi tanggung jawabnya dunia akhirat terhadap orang yang melakukan pernikahan, bahkan sampai ke anak cucu dari hasiil pernikahan tersebut. apa benar nih kang

  2. kangyaannn berkata:

    pak bupati yg bikin heboh, sampai sampai di demo oleh warganya bawa bawa CD segala….

  3. Rivanlee berkata:

    saya pikir mau bicara tentang ahoknya, kang :)) hahahaha

  4. HALAMAN PUTIH berkata:

    Pernikahan sama dengan sebuah perjanjian di hadapan Tuhan. Karena di situ ada proses serah terima anak perempuan dari orang tuanya kepada laki-laki calon suaminya. Tentunya juga melibatkan saksi-saksi, kalau dipermainkan berarti mempermainkan Tuhan juga kan.

  5. danirachmat berkata:

    Saya ga tahu berita ini, tahunya dari blognya temen-temen Kang. Huehehehe….
    Kirain tadi mau ngomongin ahoknya ya jadi saksi..

  6. Mila berkata:

    Sungguh pernikahan ikatan yang suci dimataNya, jangan dipermainkan😦

    http://mila804.wordpress.com/2012/12/06/mitsaqan-ghaliza/

  7. Ely Meyer berkata:

    di mana mana lg byk yg bicara soal si aceng ini ya Kang

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s