Yang Pertama

rambutan1

Perjalanan waktu sering membuat terlena kita yang menjalaninya. Banyak suasana yang membangkitkan kesadaran akan berputarnya waktu. Seperti akhir-akhir ini yang mulai memasuki musim rambutan. Setelah mulai banyak terlihat di kios-kios penjual buah-buahan akhirnya akang bisa merasakan rambutan pertama di musim ini. Rambutan yang dipetik langsung dari pohonnya. Walaupun bukan pohon rambutan milik akang sendiri tetapi punya mertua (yang penting ikut kenyang🙂 ). Dari beberapa jenis pohon rambutan yang ditanam ternyata yang paling dulu bisa dinikmati buahnya tahun ini adalah rambutan Binjai. Jenis rambutan binjai mempunyai daging buah yang cukup kering dan tidak menempel di bijinya (sunda: ngolotok). Selain itu juga daging buahnya terasa lebih “renyah” dibandingkan jenis rambutan lainnya.

rambutan2

Di kampung tempat mertua tinggal memang banyak tumbuh pohon rambutan baik yang didekat rumah atau yang ditanam di kebun. Walaupun memiliki beberapa pohon rambutan namun tak pernah menjualnya kepada tengkulak. Maklum saja karena memiliki keluarga besar maka rambutan yang ada biasanya hanya cukup untuk dimakan sekeluarga. Kalaupun ada lebihnya biasanya habis dibagi-bagi kepada kerabat atau teman kerja. Seperti sore ini akang pulang ke rumah dengan sekantong plastik besar rambutan. Namun begitu tiba dirumah banyak tetangga sedang berkumpul didepan rumah sehingga acara mengawasi anak-anak bermain berubah menjadi acara makan rambutan bersama. Ternyata kebanyakan orang mengatakan bahwa rambutan tersebut yang pertama mereka makan dimusim ini. Ayo bagi sahabat blogger yang punya pohon rambutan apakah sudah mulai berbuah?

rambutan4

Tentang Ade Sadikin

The ordinary people
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

32 Balasan ke Yang Pertama

  1. ainulharits berkata:

    Punya mertuaku masih kuning-kuning kang, mungkin januari sudah layak petik… tapi seingat saya dulu ketika bulan desember sudah layak petik…

  2. Bung Iwan berkata:

    waahahaha. enak banget ada pohonan di belakang rumah. bisa dimakan pula buahnya. inget dulu pernah ada pohon duren di halaman. trus ditebang gara2 ada yg pernah jatuh dari situ. kalo yang jatuh duren sih gapapa. lha ini orang je!

  3. kangyaannn berkata:

    kang saya punya 1 pohon di belakang rumah, entah jenis apa tuh tapi daging tebel, ngolotok warna merah… dan satu lagi berambut hehe….

  4. della berkata:

    Rambutan rapiah, suka banget deeeeeeeeeeehhh..
    Katanya harganya mahal ya? Untungnya Papa punya kebon rambutan, jadi tinggal petik deh, hihihi..

  5. Fanny Novia berkata:

    Ya ampun, itu rambutannya bikin ngiler akang…bisa gak kira-kira rambutannya dipaketin ke Pekanbaru?Mauuu…

  6. nengwie berkata:

    Sayang sekali disini Rambutan ngga bisa tumbuh😦
    Duuuh kabita pisaaaaan…. Kintun atuh Kang🙂
    Pernah nemu Rambutan di supermarket, 4 biji harganya masyaAllah… Muahaaaaal, 2,50 euro atau kurleb 30 rb😦

Ada komentar??? tulis aja...!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s